CERMIN: Perempuan-Perempuan yang Bertempur dengan Masa Lalu dan Luka-Luka
Sabtu, 15 April 2023 - 08:56 WIB
loading...
A
A
A
Lantas kita melihat bagaimana duet Ifa Isfansyah dan Eddie Cahyono menghadirkan pergumulan Bu Broto dengan Tante Willem secara singkat. Tak jelas betul apa yang terjadi pada masa lalu kedua sepupu jauh ini sehingga Bu Broto seperti terperangkap di dalamnya.
Ketika Tante Willem hendak berkunjung, Bu Broto ingin menutupi segala sesuatu yang berpotensi membuat losmen yang dikelolanya kehilangan kesempurnaannya. Tapi kita tahu hal tersebut tak bisa diwujudkan.
![CERMIN: Perempuan-Perempuan yang Bertempur dengan Masa Lalu dan Luka-Luka]()
Foto: Fourcolours Films
Ketidaksempurnaan itu diwakili oleh dua anak perempuannya, Jeng Pur dan Jeng Sri. Sekilas keduanya tampak sempurna. Pur cantik, jago masak, dan telaten dengan pekerjaannya. Tapi ia kehilangan calon suaminya yang membuatnya hancur berkeping-keping. Tak ada apa pun yang bisa merekatkan kembali hatinya yang patah.
Sementara Jeng Sri juga cantik, jago nyanyi dan selalu teliti dengan amanah yang dibebankan ibunya kepadanya. Tapi ia membiarkan dirinya dihamili seorang laki-laki yang lantas meninggalkannya begitu saja. Seperti Pur, hati Sri luluh lantak.
Tapi Sri punya sahabat yang tak membiarkannya berduka. Dan seorang pangeran tampan pun siap menjadi penyelamat.
Sosok laki-laki dalam Losmen Bu Brotonyaris tak berdaya. Pak Broto seperti kehilangan taringnya ketika berhadapan dengan kekerasan hati istrinya. Sementara Tarjo, si bungsu, pun tak kelihatan bagaimana ia mengambil bagian penting dari keluarga ini. Kesempurnaan yang diinginkan Bu Broto justru menjadi ketidaksempurnaan ketika melihat dua laki-laki yang tampak tak berdaya dalam semestanya.
![CERMIN: Perempuan-Perempuan yang Bertempur dengan Masa Lalu dan Luka-Luka]()
Foto: Fourcolours Films
Ketika Tante Willem hendak berkunjung, Bu Broto ingin menutupi segala sesuatu yang berpotensi membuat losmen yang dikelolanya kehilangan kesempurnaannya. Tapi kita tahu hal tersebut tak bisa diwujudkan.

Foto: Fourcolours Films
Ketidaksempurnaan itu diwakili oleh dua anak perempuannya, Jeng Pur dan Jeng Sri. Sekilas keduanya tampak sempurna. Pur cantik, jago masak, dan telaten dengan pekerjaannya. Tapi ia kehilangan calon suaminya yang membuatnya hancur berkeping-keping. Tak ada apa pun yang bisa merekatkan kembali hatinya yang patah.
Sementara Jeng Sri juga cantik, jago nyanyi dan selalu teliti dengan amanah yang dibebankan ibunya kepadanya. Tapi ia membiarkan dirinya dihamili seorang laki-laki yang lantas meninggalkannya begitu saja. Seperti Pur, hati Sri luluh lantak.
Tapi Sri punya sahabat yang tak membiarkannya berduka. Dan seorang pangeran tampan pun siap menjadi penyelamat.
Sosok laki-laki dalam Losmen Bu Brotonyaris tak berdaya. Pak Broto seperti kehilangan taringnya ketika berhadapan dengan kekerasan hati istrinya. Sementara Tarjo, si bungsu, pun tak kelihatan bagaimana ia mengambil bagian penting dari keluarga ini. Kesempurnaan yang diinginkan Bu Broto justru menjadi ketidaksempurnaan ketika melihat dua laki-laki yang tampak tak berdaya dalam semestanya.

Foto: Fourcolours Films
Lihat Juga :