Cukup Hidrasi Jaga Kemampuan Kognitif Anak selama Belajar Daring
Selasa, 21 Juli 2020 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, untuk mencukupi kebutuhan cairan, mengonsumsi air yang berkualitas juga merupakan hal penting. Air berkualitas memiliki syarat tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau, dan tidak mengandung zat berbahaya, serta mengandung mineral. Mineral seperti zinc (Zn), magnesium (Mg), natrium (Na), dan selenium (Se) dapat membantu memaksimalkan fungsi organ tubuh, serta silika yang mengandung zat gizi berguna untuk pemeliharaan kesehatan tulang dan jaringan pada manusia, termasuk anak.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan tambahan minum 200–400 ml atau 1-2 gelas sebelum belajar dapat meningkatkan performa siswa dalam memperkuat daya tangkap visual dan memori mereka, sehingga akan membantu proses belajar untuk meningkatkan prestasi. Namun sayang, pada kenyataannya data menunjukkan bahwa 1 dari 5 anak dan remaja di Indonesia belum mencukupi kebutuhan hidrasi mereka.
Tak hanya dalam hal pemenuhan hidrasi, secara umum mengajak anak mengadopsi kebiasaan baru memang tidak mudah.
Psikolog Anak sekaligus Co-Founder Rumah Konsultasi Tiga Generasi Saskhya Aulia Prima, M.Psi mengatakan, tantangan yang belakangan muncul bagi orangtua adalah sulitnya menjaga motivasi belajar dan melawan kebosanan anak saat pembelajaran dilakukan di rumah.
“Ditambah lagi selama belajar daring, tingginya frekuensi anak mengakses layar gawai otomatis mengurangi aktivitas mereka bergerak aktif dan memicu bosan. Padahal, di masa anak-anak seperti ini sangat dibutuhkan stimulasi lewat gerak aktif dan aktivitas eksplorasi kreatif untuk menunjang perkembangan kognitif secara optimal,” kata Saskhya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan tambahan minum 200–400 ml atau 1-2 gelas sebelum belajar dapat meningkatkan performa siswa dalam memperkuat daya tangkap visual dan memori mereka, sehingga akan membantu proses belajar untuk meningkatkan prestasi. Namun sayang, pada kenyataannya data menunjukkan bahwa 1 dari 5 anak dan remaja di Indonesia belum mencukupi kebutuhan hidrasi mereka.
Tak hanya dalam hal pemenuhan hidrasi, secara umum mengajak anak mengadopsi kebiasaan baru memang tidak mudah.
Psikolog Anak sekaligus Co-Founder Rumah Konsultasi Tiga Generasi Saskhya Aulia Prima, M.Psi mengatakan, tantangan yang belakangan muncul bagi orangtua adalah sulitnya menjaga motivasi belajar dan melawan kebosanan anak saat pembelajaran dilakukan di rumah.
“Ditambah lagi selama belajar daring, tingginya frekuensi anak mengakses layar gawai otomatis mengurangi aktivitas mereka bergerak aktif dan memicu bosan. Padahal, di masa anak-anak seperti ini sangat dibutuhkan stimulasi lewat gerak aktif dan aktivitas eksplorasi kreatif untuk menunjang perkembangan kognitif secara optimal,” kata Saskhya.
Lihat Juga :