Gerai Fast Food Daging Asap Ini Bakal Gunakan Blockchain
Sabtu, 29 April 2023 - 13:07 WIB
loading...
A
A
A
Setelah sukses dengan olahan daging asap yang disajikan secara spesial, Zensei akan memperkenalkan waralaba berbasis blockchain yang mereka sebut Franchise 4.0 dengan brand Zento.
Menurut CEO PT. Zentama Global Indonesia, Ragil Aditya, salah satu rencana besar pihaknya adalah membuka waralaba untuk memperluas pemasaran ke seluruh dunia.
"Kami yakin suatu saat nanti, merek dan makanan asal Indonesia seperti Zensei dapat bersaing dengan waralaba besar lainnya seperti McDonald's atau Burger King," tekad Ragil, seperti dikutip dari keterangan resminya, baru-baru ini.
Dengan sumber daya yang dimiliki, Ragil yakin mampu meningkatkan jumlah gerainya menjadi 100 dalam kurun waktu 2 tahun. Apalagi dengan konsep waralaba, maka memberikan banyak keunggulan ketimbang mengawali usaha kuliner dari awal yang lebih merepotkan.
Kepopuleran waralaba ini pun mampu berjalan dalam 30 tahun terakhir. Namun, tetap saja ada oknum yang mencoba mengambil keuntungan dari popularitas tersebut dengan melakukan penipuan. Dan yang paling sering dijumpai adalah pihak perusahaan waralaba mengambil uang dari calonnya tanpa memberikan hak yang seharusnya.
Menurut CEO PT. Zentama Global Indonesia, Ragil Aditya, salah satu rencana besar pihaknya adalah membuka waralaba untuk memperluas pemasaran ke seluruh dunia.
"Kami yakin suatu saat nanti, merek dan makanan asal Indonesia seperti Zensei dapat bersaing dengan waralaba besar lainnya seperti McDonald's atau Burger King," tekad Ragil, seperti dikutip dari keterangan resminya, baru-baru ini.
Dengan sumber daya yang dimiliki, Ragil yakin mampu meningkatkan jumlah gerainya menjadi 100 dalam kurun waktu 2 tahun. Apalagi dengan konsep waralaba, maka memberikan banyak keunggulan ketimbang mengawali usaha kuliner dari awal yang lebih merepotkan.
Kepopuleran waralaba ini pun mampu berjalan dalam 30 tahun terakhir. Namun, tetap saja ada oknum yang mencoba mengambil keuntungan dari popularitas tersebut dengan melakukan penipuan. Dan yang paling sering dijumpai adalah pihak perusahaan waralaba mengambil uang dari calonnya tanpa memberikan hak yang seharusnya.
Lihat Juga :