Sejarah Tradisi Lebaran Ketupat di Pulau Jawa
Minggu, 30 April 2023 - 13:05 WIB
loading...
A
A
A
Ketupat sendiri memiliki filosofi menarik dalam bahasa Jawa. Ketupat berasal dari kata kupat atau akronim dari ngaku lepat, yang berarti mengakui kesalahan.
Tradisi lebaran ketupat dilambangkan sebagai simbol kebersamaan. Tradisi dipopulerkan oleh salah satu Walisongo, Sunan Kalijaga.
Mulanya, Sunan Kalijaga memperkenalkan Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Lebaran sendiri berarti momen bermaaf-maafan setelah salat Idul Fitri, dan Bakda Kupat merupakan perayaan satu minggu setelah lebaran.
Selain itu, maksud dari lebaran ketupat ini ialah merayakan selesainya pelaksanaan ibadah puasa 6 hari di bulan Syawal, atau tepatnya di hari kedua setelah lebaran.
Dalam Hadis riwayat Ayub Al Anshar, Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa sudah melakukan puasa Ramadan, kemudian menambahkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia telah melaksanakan puasa sepanjang masa. [HR Jama’ah ahli hadis selain dan an-Nasa’i].
Tradisi lebaran ketupat dilambangkan sebagai simbol kebersamaan. Tradisi dipopulerkan oleh salah satu Walisongo, Sunan Kalijaga.
Mulanya, Sunan Kalijaga memperkenalkan Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Lebaran sendiri berarti momen bermaaf-maafan setelah salat Idul Fitri, dan Bakda Kupat merupakan perayaan satu minggu setelah lebaran.
Selain itu, maksud dari lebaran ketupat ini ialah merayakan selesainya pelaksanaan ibadah puasa 6 hari di bulan Syawal, atau tepatnya di hari kedua setelah lebaran.
Dalam Hadis riwayat Ayub Al Anshar, Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa sudah melakukan puasa Ramadan, kemudian menambahkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia telah melaksanakan puasa sepanjang masa. [HR Jama’ah ahli hadis selain dan an-Nasa’i].
Lihat Juga :