Mengapa Johan Liebert Jadi Penjahat Terbaik Anime Sepanjang Masa?
Selasa, 02 Mei 2023 - 06:06 WIB
loading...
Monster adalah salah satu anime seinen terbaik sepanjang masa. Serial itu juga menampilkan salah satu antagonis paling memukau dalam sejarah, Johan Liebert. (Foto: Pinterest)
A
A
A
Di sepanjang sejarah industri anime , ada banyak penjahat ikonis yang melekat di benak penggemar dan komunitas. Biasanya, antagonis terkuat akan memudar kepopulerannya. Dia akan digantikan oleh ancaman yang lebih besar dan menakutkan yang diperkenalkan di kemudian hari.
Tapi, ini tidak terjadi di serial Monster, yang diangkat dari manga karya Naoki Urasawa. Faktanya, penjahat utama serial ini, Johan Liebert, adalah salah satu antagonis paling rumit dan menganggu sepanjang masa. Alasannya pun sangat jelas.
Hingga saat ini, Johan masih ditahbiskan sebagai salah satu penjahat terbaik dalam sejarah anime. Dia berbahaya dan kejam. Salah satu yang membuatnya begitu menakutkan adalah fakta kalau dia adalah manusia biasa dan tidak punya kekuatan aneh-aneh seperti layaknya penjahat hebat di anime. Lantas, faktor apa yang membuat Johan Liebert dari Monster ini menjadi salah satu penjahat terbaik di anime? Mengutip CBR, berikut ulasannya!
Baca Juga: 10 Penjahat Anime Ini Lebih Seksi Ketimbang Protagonisnya
![Mengapa Johan Liebert Jadi Penjahat Terbaik Anime Sepanjang Masa?]()
Foto: Monster Wiki – Fandom
Tidak ada perdebatan di antara penggemar Monster kalau Johan sangatlah nihilistik. Ketika kali pertama diperkenalkan di serial itu, Johan sepertinya punya keinginan untuk mati. Seiring berjalannya cerita, ide itu diruntuhkan filosofi pribadi Johan. Nihilisme Johan benar-benar hadir di cerita itu dan diperlihatkan di banyak cara.
Di awal Monster, dokter bedah hebat, Dr. Kenzo Tenma, menyelamatkan seorang tokoh publik penting atas perintah direktur rumah sakit. Setelah itu, Tenma dilabrak seorang wanita Turki. Dia mengatakan, suaminya meninggal dunia karena dokter itu tidak mengoperasinya meskipun dia terlebih dahulu dibawa ke rumah sakit ketimbang tokoh publik itu.
Dipenuhi rasa duka cita, Tenma lantas pergi berkencan dengan tunanganya, Eva. Dia kemudian menceritakan semua kejadian itu dengan harapan kekasihnya itu akan setuju kalau itu bukanlah kesalahannya. Eva memang sepakat. Dia mengatakan kalau tidak semua hidup dibuat setara. Kata-katanya mengaduk-aduk sesuatu di dalam diri Tenma dan membayangi peristiwa setelahnya.
Tapi, ini tidak terjadi di serial Monster, yang diangkat dari manga karya Naoki Urasawa. Faktanya, penjahat utama serial ini, Johan Liebert, adalah salah satu antagonis paling rumit dan menganggu sepanjang masa. Alasannya pun sangat jelas.
Hingga saat ini, Johan masih ditahbiskan sebagai salah satu penjahat terbaik dalam sejarah anime. Dia berbahaya dan kejam. Salah satu yang membuatnya begitu menakutkan adalah fakta kalau dia adalah manusia biasa dan tidak punya kekuatan aneh-aneh seperti layaknya penjahat hebat di anime. Lantas, faktor apa yang membuat Johan Liebert dari Monster ini menjadi salah satu penjahat terbaik di anime? Mengutip CBR, berikut ulasannya!
Baca Juga: 10 Penjahat Anime Ini Lebih Seksi Ketimbang Protagonisnya
1. Kepribadian Nihilistik Johan Membuatnya Rumit dan Mengerikan

Foto: Monster Wiki – Fandom
Tidak ada perdebatan di antara penggemar Monster kalau Johan sangatlah nihilistik. Ketika kali pertama diperkenalkan di serial itu, Johan sepertinya punya keinginan untuk mati. Seiring berjalannya cerita, ide itu diruntuhkan filosofi pribadi Johan. Nihilisme Johan benar-benar hadir di cerita itu dan diperlihatkan di banyak cara.
Di awal Monster, dokter bedah hebat, Dr. Kenzo Tenma, menyelamatkan seorang tokoh publik penting atas perintah direktur rumah sakit. Setelah itu, Tenma dilabrak seorang wanita Turki. Dia mengatakan, suaminya meninggal dunia karena dokter itu tidak mengoperasinya meskipun dia terlebih dahulu dibawa ke rumah sakit ketimbang tokoh publik itu.
Dipenuhi rasa duka cita, Tenma lantas pergi berkencan dengan tunanganya, Eva. Dia kemudian menceritakan semua kejadian itu dengan harapan kekasihnya itu akan setuju kalau itu bukanlah kesalahannya. Eva memang sepakat. Dia mengatakan kalau tidak semua hidup dibuat setara. Kata-katanya mengaduk-aduk sesuatu di dalam diri Tenma dan membayangi peristiwa setelahnya.
Lihat Juga :