CERMIN: Miracle in Cell No 7, Hello Ghost, dan Alim Sudio
Sabtu, 13 Mei 2023 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Ketika mendengar Miracle in Cell No 7 bakal dibuat ulang di Indonesia, saya menjadi salah satu orang yang sangat khawatir. Saya berkali-kali menonton filmnya di bioskop dan di layanan streaming dan berkali-kali pula selalu berurai air mata. Saya kira semangat membuat ulang semestinya adalah semangat untuk menghadirkan filmnya kembali minimal dengan kualitas yang sama, syukur-syukur bisa lebih baik.
Di luar dugaan memang Miracle in Cell No 7 versi Indonesia menurut saya bahkan lebih berhasil dari versi aslinya. Penampilan Vino G Bastian patut diberi kredit khusus untuk keberaniannya memainkan peran sulit tersebut dengan baik.
![CERMIN: Miracle in Cell No 7, Hello Ghost, dan Alim Sudio]()
Foto: Falcon Pictures
Setelah Miracle in Cell No 7, Alim rupanya kembali menulis skenario adaptasi film Korea sukses lainnya, Hello Ghost. Berbeda dengan Miracle in Cell No 7, saya justru tak pernah menonton versi asli dari Hello Ghost sehingga saya dihindarkan dari keinginan untuk membanding-bandingkan satu sama lain.
Satu hal yang saya pelajari selama mulai menjadi sutradara (dan masih terus belajar entah sampai kapan) adalah visi sutradara dalam membuat sebuah film menjadi perkara paling penting. Sutradara diserahi tanggung jawab untuk menyutradarai film tertentu betul-betul karena ia memahami ceritanya, berempati dengan karakter-karakter yang ada di dalamnya. Lebih baik lagi jika pernah mengalami masalah-masalah yang ada dalam filmnya sehingga membuat ia tahu cara mengeksekusi film ini menjadi khas dan berbeda dari karya-karyanya sebelumnya.
Itu yang terlihat jelas dalam Hello Ghost. Indra Gunawan yang tampak solid saat menyutradarai Dear Nathan seperti kehilangan kegairahannya dalam membesut film yang menyoroti soal bunuh diri, isu yang sangat penting dibicarakan saat ini.
Kresna, tokoh utamanya, adalah seseorang yang kehilangan gairah hidup. Ia kehilangan semuanya hingga tak bersemangat lagi melanjutkan hidup. Saya membayangkan masa sebelum Kresna bertemu hantu-hantu menjadi masa-masa gelap yang mungkin selaiknya hadir lewat gambar-gambar bernuansa muram, paduan baju dari Kresna dengan monocolor dan segala yang ada di apartemennya seberantakan hidupnya. Ketika mulai bertemu hantu-hantu, warna-warni mulai hadir dan puncaknya ketika Linda hadir mewarnai kehidupan Kresna membuat segalanya menjadi lebih teratur dan lebih ceria.
![CERMIN: Miracle in Cell No 7, Hello Ghost, dan Alim Sudio]()
Foto: Falcon Pictures
Di luar dugaan memang Miracle in Cell No 7 versi Indonesia menurut saya bahkan lebih berhasil dari versi aslinya. Penampilan Vino G Bastian patut diberi kredit khusus untuk keberaniannya memainkan peran sulit tersebut dengan baik.

Foto: Falcon Pictures
Setelah Miracle in Cell No 7, Alim rupanya kembali menulis skenario adaptasi film Korea sukses lainnya, Hello Ghost. Berbeda dengan Miracle in Cell No 7, saya justru tak pernah menonton versi asli dari Hello Ghost sehingga saya dihindarkan dari keinginan untuk membanding-bandingkan satu sama lain.
Satu hal yang saya pelajari selama mulai menjadi sutradara (dan masih terus belajar entah sampai kapan) adalah visi sutradara dalam membuat sebuah film menjadi perkara paling penting. Sutradara diserahi tanggung jawab untuk menyutradarai film tertentu betul-betul karena ia memahami ceritanya, berempati dengan karakter-karakter yang ada di dalamnya. Lebih baik lagi jika pernah mengalami masalah-masalah yang ada dalam filmnya sehingga membuat ia tahu cara mengeksekusi film ini menjadi khas dan berbeda dari karya-karyanya sebelumnya.
Itu yang terlihat jelas dalam Hello Ghost. Indra Gunawan yang tampak solid saat menyutradarai Dear Nathan seperti kehilangan kegairahannya dalam membesut film yang menyoroti soal bunuh diri, isu yang sangat penting dibicarakan saat ini.
Kresna, tokoh utamanya, adalah seseorang yang kehilangan gairah hidup. Ia kehilangan semuanya hingga tak bersemangat lagi melanjutkan hidup. Saya membayangkan masa sebelum Kresna bertemu hantu-hantu menjadi masa-masa gelap yang mungkin selaiknya hadir lewat gambar-gambar bernuansa muram, paduan baju dari Kresna dengan monocolor dan segala yang ada di apartemennya seberantakan hidupnya. Ketika mulai bertemu hantu-hantu, warna-warni mulai hadir dan puncaknya ketika Linda hadir mewarnai kehidupan Kresna membuat segalanya menjadi lebih teratur dan lebih ceria.

Foto: Falcon Pictures
Lihat Juga :