6 Musisi Dunia Pendukung LGBT, Chris Martin Pentolan Coldplay Termasuk?
Selasa, 16 Mei 2023 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
Ini juga bukan pertama kalinya penyanyi tersebut memasukkan sentimen LGBT ke dalam penampilan live-nya, dia juga mengenakan simbol LGBT sebagai jubah selama pertunjukan One Direction pada tahun 2015.
Baca juga: Coldplay Dituding Dukung LGBT, Chris Martin Ngaku Sempat Homofobia karena Diejek Gay
3.Kurt Cobain
![6 Musisi Dunia Pendukung LGBT, Chris Martin Pentolan Coldplay Termasuk?]()
Foto/ist
Ya, betul. Di balik citra urakan dan mungkin brutalnya, Kurt Cobain merupakan pribadi yang sensitif. Ia sangat bersimpati terhadap kaum gay. Kurt Cobain pernah melarang mereka yang membenci perbedaan untuk membeli album maupun datang ke konser Nirvana.
4.Chris Martin
![6 Musisi Dunia Pendukung LGBT, Chris Martin Pentolan Coldplay Termasuk?]()
Foto/wikipedia
Dalam beberapa konsernya,Chris Martinsempat membawa bendera pelangi LGBT, misalnya saat di London, Inggris. Tak ayal, vokalis band Coldplay ini dikenal sebagai salah satu musisi dunia pendukung LGBT.
Pada tahun 2019, dia berbagi kepada Rolling Stone tentang masa kecilnya yang "penuh dengan homofobia" saat dibesarkan dalam keluarga Kristen yang konservatif. Namun, dia akhirnya sampai pada pemahaman pada usia 15 tahun bahwa menjadi seorang gay bukanlah akhir dari segalanya.
Baca juga: Coldplay Dituding Dukung LGBT, Chris Martin Ngaku Sempat Homofobia karena Diejek Gay
3.Kurt Cobain

Foto/ist
Ya, betul. Di balik citra urakan dan mungkin brutalnya, Kurt Cobain merupakan pribadi yang sensitif. Ia sangat bersimpati terhadap kaum gay. Kurt Cobain pernah melarang mereka yang membenci perbedaan untuk membeli album maupun datang ke konser Nirvana.
4.Chris Martin

Foto/wikipedia
Dalam beberapa konsernya,Chris Martinsempat membawa bendera pelangi LGBT, misalnya saat di London, Inggris. Tak ayal, vokalis band Coldplay ini dikenal sebagai salah satu musisi dunia pendukung LGBT.
Pada tahun 2019, dia berbagi kepada Rolling Stone tentang masa kecilnya yang "penuh dengan homofobia" saat dibesarkan dalam keluarga Kristen yang konservatif. Namun, dia akhirnya sampai pada pemahaman pada usia 15 tahun bahwa menjadi seorang gay bukanlah akhir dari segalanya.
Lihat Juga :