Coldplay Dituding Dukung LGBT, Chris Martin Ngaku Sempat Homofobia karena Diejek Gay
Senin, 15 Mei 2023 - 15:51 WIB
loading...
Vokalis Coldplay, Chris Martin mengaku jika dirinya sempat menjadi seseorang yang sangat homofobik ketika tumbuh dalam keluarga kristen yang konservatif. / Foto: Instagram @coldplay
A
A
A
JAKARTA - Euforia konser Coldplay di Jakarta masih terus menjadi pembicaraan di media sosial. Chris Martin dkk rencananya akan menggelar konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 15 November 2023, dalam tur Asia.
Namun, di tengah-tengah itu ada juga sebagian yang menolak kedatangan Coldplay ke Indonesia lantaran band asal Inggris ini dituding mendukung LGBT. Bahkan, penolakan dengan alasan serupa juga terjadi di Malaysia, yang juga masuk dalam agenda tur Asia.
Di Malaysia, seorang politisi bernama Nasrudin Hassan menolak kedatangan Coldplay untuk kali pertamanya ke Negeri Jiran. Dan penolakan konser Coldplay itu pun menjadi pembicaraan luas di media sosial.
Baca juga: Diduga Dukung LGBT, Konser Coldplay Mulai Dapat Penolakan
Nasrudin Hassan dalam unggahannya di Facebook memasang foto vokalis Coldplay, Chris Martin yang memegang bendera pelangi, yang biasa digunakan kaum LGBT, saat penampilan di Stadion Wembley, London.
"Coldplay adalah sekutu kepada komuniti LGBTQ+. Sejak awal kerjayanya, Chris Martin telah menyokong hak gay. Dia sering mengibarkan bendera LGBT di konsert Coldplay. Pertunjukan half time Super Bowlnya dinamakan sebagai salah 1 momen LGBT terbesar oleh The Advocate," cuit akun Twitter @nasr_al*****, dikutip pada Sabtu (13/5/2023).
Sedangkan di Indonesia, penolakan dilakukan oleh kelompok Persaudaraan Alumni 212 (PA 212). Bahkan, Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin akan menggelar demo besar-besaran jika Chris Martin cs tetap konser di Indonesia.
Namun, di tengah-tengah itu ada juga sebagian yang menolak kedatangan Coldplay ke Indonesia lantaran band asal Inggris ini dituding mendukung LGBT. Bahkan, penolakan dengan alasan serupa juga terjadi di Malaysia, yang juga masuk dalam agenda tur Asia.
Di Malaysia, seorang politisi bernama Nasrudin Hassan menolak kedatangan Coldplay untuk kali pertamanya ke Negeri Jiran. Dan penolakan konser Coldplay itu pun menjadi pembicaraan luas di media sosial.
Baca juga: Diduga Dukung LGBT, Konser Coldplay Mulai Dapat Penolakan
Nasrudin Hassan dalam unggahannya di Facebook memasang foto vokalis Coldplay, Chris Martin yang memegang bendera pelangi, yang biasa digunakan kaum LGBT, saat penampilan di Stadion Wembley, London.
"Coldplay adalah sekutu kepada komuniti LGBTQ+. Sejak awal kerjayanya, Chris Martin telah menyokong hak gay. Dia sering mengibarkan bendera LGBT di konsert Coldplay. Pertunjukan half time Super Bowlnya dinamakan sebagai salah 1 momen LGBT terbesar oleh The Advocate," cuit akun Twitter @nasr_al*****, dikutip pada Sabtu (13/5/2023).
Sedangkan di Indonesia, penolakan dilakukan oleh kelompok Persaudaraan Alumni 212 (PA 212). Bahkan, Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin akan menggelar demo besar-besaran jika Chris Martin cs tetap konser di Indonesia.
Lihat Juga :