Mengenal Immunophenotyping, Metode untuk Mendeteksi Penyakit Leukemia
Kamis, 18 Mei 2023 - 20:47 WIB
loading...
Banyak belum diketahui masyarakat umum, yuk mengenal immunophenotyping atau metode untuk mendeteksi penyakit leukemia. / Foto: ilustrasi/Freepik
A
A
A
JAKARTA - Mari mengenal immunophenotyping atau metode untuk mendeteksi penyakit leukemia. Ya, leukemia atau kanker darah itu ternyata kini sudah bisa dideteksi dengan pemeriksaan medis.
Secara teori, immunophenotyping dengan flow cytometry adalah metode laboratorium yang dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya penanda sel darah putih (WBC) yang disebut antigen. Antigen ini adalah struktur protein yang ditemukan pada atau di dalam leukosit.
Pemeriksaan ini mungkin berguna dalam membantu mendiagnosis, mengklasifikasikan, mengobati, dan menentukan prognosis kanker leukemia .
Baca juga: Leukemia Masih Jadi Jenis Kanker Terbanyak pada Anak, Kemenkes Dorong Tindakan CERDIK
Seperti dijelaskan sebelumnya, pemeriksaan ini dilakukan untuk banyak tujuan. Apabila Anda memiliki faktor risiko leukemia, maka metode immunophenotyping ini bisa dilakukan untuk membantu mendiagnosa dan mengklasifikasikan leukemia.
Selain itu, tujuan pemeriksaan ini adalah membantu memandu pengobatan yang tepat, sehingga perawatan bisa lebih maksimal dan pasien berpotensi sembuh lebih tinggi.
Secara teori, immunophenotyping dengan flow cytometry adalah metode laboratorium yang dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya penanda sel darah putih (WBC) yang disebut antigen. Antigen ini adalah struktur protein yang ditemukan pada atau di dalam leukosit.
Pemeriksaan ini mungkin berguna dalam membantu mendiagnosis, mengklasifikasikan, mengobati, dan menentukan prognosis kanker leukemia .
Baca juga: Leukemia Masih Jadi Jenis Kanker Terbanyak pada Anak, Kemenkes Dorong Tindakan CERDIK
Tujuan Dilakukannya Pemeriksaan Immunophenotyping
Seperti dijelaskan sebelumnya, pemeriksaan ini dilakukan untuk banyak tujuan. Apabila Anda memiliki faktor risiko leukemia, maka metode immunophenotyping ini bisa dilakukan untuk membantu mendiagnosa dan mengklasifikasikan leukemia.
Selain itu, tujuan pemeriksaan ini adalah membantu memandu pengobatan yang tepat, sehingga perawatan bisa lebih maksimal dan pasien berpotensi sembuh lebih tinggi.
Lihat Juga :