Mengenal Immunophenotyping, Metode untuk Mendeteksi Penyakit Leukemia
Kamis, 18 Mei 2023 - 20:47 WIB
loading...
A
A
A
"Bahkan, immunophenotyping juga bisa dilakukan untuk membantu menentukan prognosis atau pun mendeteksi dan mengevaluasi sel leukemia atau limfoma yang tersisa setelah pengobatan atau saat penyakit kambuh," jelas laporan Testing, seperti dikutip pada Kamis (18/5/2023).
Dijelaskan dalam laman Testing bahwa pemeriksaan ini diperlukan ketika seseorang memiliki tanda atau gejala yang menurut praktisi kesehatan mungkin disebabkan oleh leukemia.
Contoh tanda atau gejala kanker leukemia meliputi:
1. Merasa lelah atau lesu, lemas.
2. Kehilangan berat badan atau nafsu makan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.
3. Sesak napas selama melakukan aktivitas sehari-hari.
4. Kulit pucat.
5. Mudah berdarah atau memar.
6. Demam.
7. Nyeri tulang dan sendi.
8. Pembesaran kelenjar getah bening, limpa, hati, ginjal, dan atau testis.
9. Sakit kepala.
10. Muntah.
11. Keringat malam.
Pemeriksaan juga diperlukan bagi seseorang yang sudah terdiagnosis leukemia sebelumnya, tapi belum diketahui jenis leukemianya apa serta pengobatan apa yang paling tepat untuk kondisinya.
"Praktisi kesehatan juga menyarankan pasien leukemia untuk melakukan pemeriksaan ini untuk mengevaluasi apakah pengobatan yang dijalani sudah efektif atau belum, bahkan untuk mencari tahu apakah ada penyakit yang masih tersisa atau potensi kemunculan kembalinya seberapa besar," terang laporan tersebut.
Kapan Sebaiknya Seseorang Melakukan Pemeriksaan Immunophenotyping?
Dijelaskan dalam laman Testing bahwa pemeriksaan ini diperlukan ketika seseorang memiliki tanda atau gejala yang menurut praktisi kesehatan mungkin disebabkan oleh leukemia.
Contoh tanda atau gejala kanker leukemia meliputi:
1. Merasa lelah atau lesu, lemas.
2. Kehilangan berat badan atau nafsu makan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.
3. Sesak napas selama melakukan aktivitas sehari-hari.
4. Kulit pucat.
5. Mudah berdarah atau memar.
6. Demam.
7. Nyeri tulang dan sendi.
8. Pembesaran kelenjar getah bening, limpa, hati, ginjal, dan atau testis.
9. Sakit kepala.
10. Muntah.
11. Keringat malam.
Pemeriksaan juga diperlukan bagi seseorang yang sudah terdiagnosis leukemia sebelumnya, tapi belum diketahui jenis leukemianya apa serta pengobatan apa yang paling tepat untuk kondisinya.
"Praktisi kesehatan juga menyarankan pasien leukemia untuk melakukan pemeriksaan ini untuk mengevaluasi apakah pengobatan yang dijalani sudah efektif atau belum, bahkan untuk mencari tahu apakah ada penyakit yang masih tersisa atau potensi kemunculan kembalinya seberapa besar," terang laporan tersebut.
Lihat Juga :