Studi: Non-perokok Berisiko Lebih Tinggi Terkena Kanker Paru-paru
Kamis, 23 Juli 2020 - 15:03 WIB
loading...
Para peneliti telah menemukan bahwa penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru pada orang yang tidak pernah merokok. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Para peneliti telah menemukan bahwa penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru pada orang yang tidak pernah merokok.
Temuan dari Universitas Sungkyunkwan di Korea Selatan, yang diterbitkan dalam jurnal Thorax ini, menunjukkan bahwa risikonya setara dengan perokok tanpa penyakit paru-paru kronis.
COPD adalah istilah umum untuk kondisi pernapasan yang mempersempit saluran udara, seperti bronkitis dan emfisema. Sedangkan merokok merupakan faktor risiko utama untuk COPD, yang dengan sendirinya dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru.
Menurut para peneliti, hingga 39% orang yang mengidap COPD tidak pernah merokok, dan tidak jelas apa risiko mereka terkena kanker paru-paru, karena sebagian besar penelitian yang melihat ini melibatkan terlalu sedikit partisipan.
Para peneliti melibatkan 338.548 responden, pria Korea (146.996) dan wanita (191.552) berusia antara 40 dan 84 tahun, tanpa riwayat kanker paru-paru. Mereka memiliki setidaknya satu pemeriksaan kesehatan yang disediakan oleh National Health Insurance Service (NHIS) antara tahun 2002 dan 2013.
Peneliti kemudian memeriksa kesehatan mereka selama rata-rata tujuh tahun, berdasarkan rawat inap dan rawat jalan dan resep yang dikeluarkan. Selama periode pemantauan ini, sebanyak 1834 responden mengembangkan kanker paru-paru. Dari jumlah tersebut, sebanyak 290 kasus menderita COPD, dan sisanya 1544 kasus tidak.
Di antara perokok dan mantan perokok, mereka yang tanpa COPD sekitar dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan kanker paru-paru, sementara mereka dengan COPD enam kali lebih mungkin mengidap kanker paru-paru, dibandingkan dengan orang-orang yang tidak pernah merokok dan tidak memiliki COPD. (Baca juga: Pengobatan Pasien Kanker Kepala dan Leher di Masa New Normal ).
Temuan dari Universitas Sungkyunkwan di Korea Selatan, yang diterbitkan dalam jurnal Thorax ini, menunjukkan bahwa risikonya setara dengan perokok tanpa penyakit paru-paru kronis.
COPD adalah istilah umum untuk kondisi pernapasan yang mempersempit saluran udara, seperti bronkitis dan emfisema. Sedangkan merokok merupakan faktor risiko utama untuk COPD, yang dengan sendirinya dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru.
Menurut para peneliti, hingga 39% orang yang mengidap COPD tidak pernah merokok, dan tidak jelas apa risiko mereka terkena kanker paru-paru, karena sebagian besar penelitian yang melihat ini melibatkan terlalu sedikit partisipan.
Para peneliti melibatkan 338.548 responden, pria Korea (146.996) dan wanita (191.552) berusia antara 40 dan 84 tahun, tanpa riwayat kanker paru-paru. Mereka memiliki setidaknya satu pemeriksaan kesehatan yang disediakan oleh National Health Insurance Service (NHIS) antara tahun 2002 dan 2013.
Peneliti kemudian memeriksa kesehatan mereka selama rata-rata tujuh tahun, berdasarkan rawat inap dan rawat jalan dan resep yang dikeluarkan. Selama periode pemantauan ini, sebanyak 1834 responden mengembangkan kanker paru-paru. Dari jumlah tersebut, sebanyak 290 kasus menderita COPD, dan sisanya 1544 kasus tidak.
Di antara perokok dan mantan perokok, mereka yang tanpa COPD sekitar dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan kanker paru-paru, sementara mereka dengan COPD enam kali lebih mungkin mengidap kanker paru-paru, dibandingkan dengan orang-orang yang tidak pernah merokok dan tidak memiliki COPD. (Baca juga: Pengobatan Pasien Kanker Kepala dan Leher di Masa New Normal ).
Lihat Juga :