Mengapa Fast and Furious Ogah Mematikan Karakter Secara Permanen?
Kamis, 25 Mei 2023 - 23:04 WIB
loading...
Di film-film Fast and Furious, kematian karakter favorit penggemar tidak pernah terjadi secara permanen. Mereka bisa dihidupkan kembali dengan berbagai cara. (Foto: Twitter/ComicBook.com)
A
A
A
Di sepanjang 20 tahun perjalanannya di dunia sinema, Fast and Furious telah menyuguhkan aksi-aksi luar biasa di layar. Mereka juga memperkenalkan sederet karakter menarik yang disukai penggemar. Tapi, perjalanan karakter-karakter itu tidak selamanya berjalan mulus.
Peringatan: Mengandung Spoiler Film Fast X!
Film terbarunya, Fast X, mungkin menampilkan kematian penting. Tapi, kembalinya Gal Gadot sebagai Gisele adalah contoh terakhir bagaimana Fast and Furious menolak untuk benar-benar membunuh karakternya. Kembalinya Gisele menambah nama dalam daftar karakter Fast and Furious yang mati lalu hidup lagi.
Setelah Fast Five mempersatukan aktor dari semua film sebelumnya di Fast and Furious untuk melakukan perampokan, film setelah selalu menampilkan cast lebih besar dari sebelumnya. Tidak hanya Fast and Furious selalu memperkenalkan karakter baru, saga itu juga menolak untuk benar-benar membunuh karakter pentingnya. Fast X nyaris melanggar tradisi itu dengan sepertinya membunuh Jakob Toretto, tapi, kembalinya Gisele berarti kalau saga ini belum berhenti merevisi kematian. Mengapa Fast and Furious ogah membunuh karakternya secara permanen? Mengutip Screen Rant, berikut ulasannya!
Baca Juga: 7 Soundtrack Fast & Furious Terbaik, yang Mana Favoritmu?
![Mengapa Fast and Furious Ogah Mematikan Karakter Secara Permanen?]()
Foto: Den of Geek
Karakter pertama yang mati di franchise itu dan dibangkitkan lagi adalah Han. Meskipun, kematian Han awalnya tidak direvisi. Alih-alih, Fast & Furious (2009), yang dirilis setelah The Fast and The Furious: Tokyo Drift, terjadi sebelum peristiwa di film ketiga.
Peringatan: Mengandung Spoiler Film Fast X!
Film terbarunya, Fast X, mungkin menampilkan kematian penting. Tapi, kembalinya Gal Gadot sebagai Gisele adalah contoh terakhir bagaimana Fast and Furious menolak untuk benar-benar membunuh karakternya. Kembalinya Gisele menambah nama dalam daftar karakter Fast and Furious yang mati lalu hidup lagi.
Setelah Fast Five mempersatukan aktor dari semua film sebelumnya di Fast and Furious untuk melakukan perampokan, film setelah selalu menampilkan cast lebih besar dari sebelumnya. Tidak hanya Fast and Furious selalu memperkenalkan karakter baru, saga itu juga menolak untuk benar-benar membunuh karakter pentingnya. Fast X nyaris melanggar tradisi itu dengan sepertinya membunuh Jakob Toretto, tapi, kembalinya Gisele berarti kalau saga ini belum berhenti merevisi kematian. Mengapa Fast and Furious ogah membunuh karakternya secara permanen? Mengutip Screen Rant, berikut ulasannya!
Baca Juga: 7 Soundtrack Fast & Furious Terbaik, yang Mana Favoritmu?
1. Film Fast and Furious Suka Membangkitkan Karakter dari Kematian

Foto: Den of Geek
Karakter pertama yang mati di franchise itu dan dibangkitkan lagi adalah Han. Meskipun, kematian Han awalnya tidak direvisi. Alih-alih, Fast & Furious (2009), yang dirilis setelah The Fast and The Furious: Tokyo Drift, terjadi sebelum peristiwa di film ketiga.
Lihat Juga :