Detail Pernyataan Baekhyun, Xiumin, dan Chen EXO tentang Putus Kontrak dengan SM Entertainment
Kamis, 01 Juni 2023 - 09:46 WIB
loading...
A
A
A
3. Kontrak eksklusif dilakukan atas dasar kepercayaan yang tinggi. Namun saat agensi gagal memberikan transparansi, maka artis tak bisa mengajukan keberatan untuk meminta haknya. Kegagalan untuk memberikan data penyelesaian adalah alasan untuk pemutusan kontrak eksklusif oleh ketiga artis.
4. Permintaan berulang kali untuk mendapatkan bukti formal telah dilakukan, dan SM Entertainment diberikan waktu hingga 31 Mei. Namun karena tidak ada pemberian bukti, maka ketiga artis memberikan pernyataan untuk memutuskan kontrak eksklusifnya dengan SM Entertainment per 1 Juni 2023.
5. Jika SM Entertainment membayarkan hak artis secara akurat, maka tidak ada alasan bagi agensi itu untuk menahan data penyelesaian dan dokumen pendukung. Fakta bahwa SM Entertainment tidak dapat memberikan data penyelesaian dan dokumen pendukung tersebut pada akhirnya menjadi bukti kuat bahwa agensi itu belum membayar jumlah penyelesaian kepada artis dengan benar. Sehubungan dengan hal ini, para artis bermaksud untuk mengambil semua tindakan hukum yang diperlukan, termasuk mengajukan tuntutan hukum yang menuntut catatan penyelesaian dan pembayaran yang akurat.
6. Jika SM gagal memberikan data penyelesaian dan dokumen pendukung kepada artis lain di bawah agensi mereka, seperti kasus Baekhyun, Xiumin, dan Chen, masalah ini tidak terbatas pada mereka saja. Itu bisa menjadi masalah bagi semua artis di bawah SM Entertainment. Baekhyun, Xiumin, dan Chen melakukan hal ini untuk mewakili berbagai keraguan dan kekhawatiran yang dimiliki oleh banyak artis di bawah SM Entertainment.
7. Baekhyun, Xiumin, dan Chen telah menandatangani kontrak eksklusif sepanjang 12-13 tahun, yang bertentangan dengan periode kontrak 7 tahun seperti yang ditetapkan oleh Komisi Perdagangan yang Adil (Fair Trade Commission) untuk para artis budaya populer (khususnya penyanyi). Meski begitu, agensi berusaha menetapkan periode kontrak eksklusif yang lebih panjang lagi, yaitu 17-18 tahun.
8. Saat penandatanganan kontrak, artis tidak bisa bernegosiasi secara layak sesuai keinginan mereka karena telah terikat dengan kontrak eksklusif sebelumnya. Dalam kasus hukum dengan TVXQ, para artis secara pasif menandatangani kontrak eksklusif mereka.
9. Dalam kasus TVXQ diungkapkan di pengadilan bahwa sangat sulit bagi idol K-pop yang pasarnya adalah pendengar muda, untuk menjaga popularitas mereka saat sudah berusia di atas 30 tahun. Karena itulah, kontrak eksklusif yang sangat panjang bisa merampas kesempatan mereka untuk mendapatkan kompensasi yang sesuai, dan secara virtual menjalankan fungsi yang mirip dengan kontrak seumur hidup.
4. Permintaan berulang kali untuk mendapatkan bukti formal telah dilakukan, dan SM Entertainment diberikan waktu hingga 31 Mei. Namun karena tidak ada pemberian bukti, maka ketiga artis memberikan pernyataan untuk memutuskan kontrak eksklusifnya dengan SM Entertainment per 1 Juni 2023.
5. Jika SM Entertainment membayarkan hak artis secara akurat, maka tidak ada alasan bagi agensi itu untuk menahan data penyelesaian dan dokumen pendukung. Fakta bahwa SM Entertainment tidak dapat memberikan data penyelesaian dan dokumen pendukung tersebut pada akhirnya menjadi bukti kuat bahwa agensi itu belum membayar jumlah penyelesaian kepada artis dengan benar. Sehubungan dengan hal ini, para artis bermaksud untuk mengambil semua tindakan hukum yang diperlukan, termasuk mengajukan tuntutan hukum yang menuntut catatan penyelesaian dan pembayaran yang akurat.
6. Jika SM gagal memberikan data penyelesaian dan dokumen pendukung kepada artis lain di bawah agensi mereka, seperti kasus Baekhyun, Xiumin, dan Chen, masalah ini tidak terbatas pada mereka saja. Itu bisa menjadi masalah bagi semua artis di bawah SM Entertainment. Baekhyun, Xiumin, dan Chen melakukan hal ini untuk mewakili berbagai keraguan dan kekhawatiran yang dimiliki oleh banyak artis di bawah SM Entertainment.
7. Baekhyun, Xiumin, dan Chen telah menandatangani kontrak eksklusif sepanjang 12-13 tahun, yang bertentangan dengan periode kontrak 7 tahun seperti yang ditetapkan oleh Komisi Perdagangan yang Adil (Fair Trade Commission) untuk para artis budaya populer (khususnya penyanyi). Meski begitu, agensi berusaha menetapkan periode kontrak eksklusif yang lebih panjang lagi, yaitu 17-18 tahun.
8. Saat penandatanganan kontrak, artis tidak bisa bernegosiasi secara layak sesuai keinginan mereka karena telah terikat dengan kontrak eksklusif sebelumnya. Dalam kasus hukum dengan TVXQ, para artis secara pasif menandatangani kontrak eksklusif mereka.
9. Dalam kasus TVXQ diungkapkan di pengadilan bahwa sangat sulit bagi idol K-pop yang pasarnya adalah pendengar muda, untuk menjaga popularitas mereka saat sudah berusia di atas 30 tahun. Karena itulah, kontrak eksklusif yang sangat panjang bisa merampas kesempatan mereka untuk mendapatkan kompensasi yang sesuai, dan secara virtual menjalankan fungsi yang mirip dengan kontrak seumur hidup.
Lihat Juga :