Review Film The Flash: Keseruan yang Agak Ternodai
Rabu, 14 Juni 2023 - 23:59 WIB
loading...
A
A
A
Ini adalah sisi tidak menyenangkan dari karakternya. Bahkan, ketika pertarungan klimaks, kedua Flash ini lebih berfungsi seperti karakter pendamping. Pusat pertarungannya ada pada Batman versi Michael Keaton dan Supergirl. Secara kekuatan, seolah, Flash ini berada jauh di bawah kedua superhero tersebut. Padahal, ini adalah film mereka.
Diangkat secara longgar dari busur cerita Flashpoint di komik, film ini menurunkan skala dari cerita tersebut. Penggemar komik mungkin akan kecewa karena tidak ada Thomas Wayne—ayah Batman di film ini—padahal, dia penting. Film ini berpusat pada Barry dan versi alternatifnya dengan plot hole yang sulit dilewatkan. Film ini juga gagal menjelaskan mengapa keberadaan Superman di semesta Barry Allen alternatif punya kaitan dengan ibu Barry.
![Review Film The Flash: Keseruan yang Agak Ternodai]()
Foto: People.com
Dari departmen penjahatnya, Jenderal Zod terasa biasa saja. Dia jahat, dan ya itu saja. Tidak ada usaha untuk menaikkan levelnya. Selain itu, dia juga lebih banyak bertarung dengan Supergirl ketimbang Flash. Sedangkan, Batman terus memburu anak buahnya.
Meski begitu, penampilan Michael Keaton sebagai Bruce Wayne/Batman dan Sasha Calle sebagai Kara/Supergirl bakal mencuri perhatian di sini. Meski hanya menjadi pemeran pembantu, kedua karakter itu malah terlihat sangat menonjol dibanding pemeran utamanya. Keduanya benar-benar memuaskan.
Sutradara film ini, Andy Muschietti, berusaha mengisi film ini dengan banyak cerita. Makanya, film ini terasa padat. Namun, harus diakui, arc Barry Allen memang bagus dan layak dinikmati. Inilah yang menjadi kekuatan film itu karena si superhero akhirnya mempelajari sesuatu yang penting dalam hidupnya.
![Review Film The Flash: Keseruan yang Agak Ternodai]()
Foto: Deadline
The Flash jelas akan disuka penggemar DCEU. Banyak cameo mengejutkan yang akan membuat mereka bersorak. Belum lagi adegan pascakreditnya yang cukup mengejutkan. Mau percaya pada hype atau tidak, The Flash yang berdurasi sekitar 2 jam 35 menit ini layak dicoba.
Diangkat secara longgar dari busur cerita Flashpoint di komik, film ini menurunkan skala dari cerita tersebut. Penggemar komik mungkin akan kecewa karena tidak ada Thomas Wayne—ayah Batman di film ini—padahal, dia penting. Film ini berpusat pada Barry dan versi alternatifnya dengan plot hole yang sulit dilewatkan. Film ini juga gagal menjelaskan mengapa keberadaan Superman di semesta Barry Allen alternatif punya kaitan dengan ibu Barry.

Foto: People.com
Dari departmen penjahatnya, Jenderal Zod terasa biasa saja. Dia jahat, dan ya itu saja. Tidak ada usaha untuk menaikkan levelnya. Selain itu, dia juga lebih banyak bertarung dengan Supergirl ketimbang Flash. Sedangkan, Batman terus memburu anak buahnya.
Meski begitu, penampilan Michael Keaton sebagai Bruce Wayne/Batman dan Sasha Calle sebagai Kara/Supergirl bakal mencuri perhatian di sini. Meski hanya menjadi pemeran pembantu, kedua karakter itu malah terlihat sangat menonjol dibanding pemeran utamanya. Keduanya benar-benar memuaskan.
Sutradara film ini, Andy Muschietti, berusaha mengisi film ini dengan banyak cerita. Makanya, film ini terasa padat. Namun, harus diakui, arc Barry Allen memang bagus dan layak dinikmati. Inilah yang menjadi kekuatan film itu karena si superhero akhirnya mempelajari sesuatu yang penting dalam hidupnya.

Foto: Deadline
The Flash jelas akan disuka penggemar DCEU. Banyak cameo mengejutkan yang akan membuat mereka bersorak. Belum lagi adegan pascakreditnya yang cukup mengejutkan. Mau percaya pada hype atau tidak, The Flash yang berdurasi sekitar 2 jam 35 menit ini layak dicoba.
Lihat Juga :