CERMIN: Setelah Spider-Man, The Flash adalah Adiwira Idola Baru Saya Berikutnya
Jum'at, 16 Juni 2023 - 11:03 WIB
loading...
A
A
A
Penulis Christina Hodson membuat The Flashsebagai surat cinta dari seorang anak yang terus merindukan kasih sayang ibunya. Barry adalah saya yang masih terus mengingat bagaimana indahnya hari-hari dengan kehadiran seorang ibu di tengah keluarga.
Barry adalah saya yang masih terus mengingat bagaimana hangatnya rumah dengan kehadiran seorang ibu sebagai titik pusatnya. Barry adalah saya yang juga masih terus mengenang lagu yang senantiasa dilantunkan oleh ibu yang terus terngiang-ngiang di benak hingga berpuluh tahun kemudian.
Tapi saya masih lebih beruntung dari Barry. Ibu Barry tewas bersimbah darah diserang seseorang di rumahnya sendiri. Kelak ayahnya bahkan dipenjara atas tuduhan membunuh ibunya. Barry merasa seisi dunia memusuhinya apalagi karena ia tahu betul bahwa ayahnyatak bersalah. Bahkan identitasnya sebagai adiwira pun tak bisa menghindarkan ayahnya dari hukuman yang tak pantas disandangnya.
![CERMIN: Setelah Spider-Man, The Flash adalah Adiwira Idola Baru Saya Berikutnya]()
Foto: Warner Bros. Pictures
Dan The Flashjuga adalah tentang membuat pilihan. Bagaimana sebuah pilihan yang terlihat minor mampu mengubah semesta secara keseluruhan. Bagaimana sebuah tindakan pada masa lalu bisa meluluhlantakkan seisi dunia. Juga bagaimana sebuah sikap egoisme walau dengan niat baik sekali pun selalu bisa membuat dunia sekarang menjadi jungkir balik.
Seperti Peter, Barry hanyalah seorang anak muda yang mengambil keputusan paling bodoh dalam hidupnya. Ia tak memahami konsekuensi dari tindakan yang dilakukannya yang ternyata memengaruhi segala aspek dalam hidupnya. Tapi Barry adalah kita yang begitu naif ingin memperbaiki yang salahpada masa lalu dan berharap kebenaran akan terungkap dengan sendirinya pada masa depan.
Di luar urusan multisemesta yang digaungkan begitu banyak film tentang adiwira, The Flashterlihat paling personal di antaranya. Karena ia mengupas hal-hal paling fundamental yang dialami seorang manusia biasa: perasaan kehilangan, perasaan kerinduan dan keinginan untuk memutarbalikkan yang sudah terjadi.
Barry adalah saya yang masih terus mengingat bagaimana hangatnya rumah dengan kehadiran seorang ibu sebagai titik pusatnya. Barry adalah saya yang juga masih terus mengenang lagu yang senantiasa dilantunkan oleh ibu yang terus terngiang-ngiang di benak hingga berpuluh tahun kemudian.
Tapi saya masih lebih beruntung dari Barry. Ibu Barry tewas bersimbah darah diserang seseorang di rumahnya sendiri. Kelak ayahnya bahkan dipenjara atas tuduhan membunuh ibunya. Barry merasa seisi dunia memusuhinya apalagi karena ia tahu betul bahwa ayahnyatak bersalah. Bahkan identitasnya sebagai adiwira pun tak bisa menghindarkan ayahnya dari hukuman yang tak pantas disandangnya.

Foto: Warner Bros. Pictures
Dan The Flashjuga adalah tentang membuat pilihan. Bagaimana sebuah pilihan yang terlihat minor mampu mengubah semesta secara keseluruhan. Bagaimana sebuah tindakan pada masa lalu bisa meluluhlantakkan seisi dunia. Juga bagaimana sebuah sikap egoisme walau dengan niat baik sekali pun selalu bisa membuat dunia sekarang menjadi jungkir balik.
Seperti Peter, Barry hanyalah seorang anak muda yang mengambil keputusan paling bodoh dalam hidupnya. Ia tak memahami konsekuensi dari tindakan yang dilakukannya yang ternyata memengaruhi segala aspek dalam hidupnya. Tapi Barry adalah kita yang begitu naif ingin memperbaiki yang salahpada masa lalu dan berharap kebenaran akan terungkap dengan sendirinya pada masa depan.
Di luar urusan multisemesta yang digaungkan begitu banyak film tentang adiwira, The Flashterlihat paling personal di antaranya. Karena ia mengupas hal-hal paling fundamental yang dialami seorang manusia biasa: perasaan kehilangan, perasaan kerinduan dan keinginan untuk memutarbalikkan yang sudah terjadi.
Lihat Juga :