Trailer Kutukan Peti Mati Resmi Rilis, Ini Bedanya dengan Film Horor Lain
Selasa, 20 Juni 2023 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau di sini ceritanya lebih banyak menjual tentang misteri teka-teki dan punya hantu-hantu yang cukup unik, yang jarang ada. Itu yang membuat saya tertarik waktu melihat cerita ini,” lanjut sutradara yang sebelumnya lebih sering menggarap film komedi itu.
Kutukan Peti Mati tidak hanya menampilkan pemain muda seperti Yoriko Angeline (Susan), Aliff Alli (Bram), Cristina Danilla (Maria Van de Velde), dan Eryck Amaral (Jan Koenraad). Jajaran pemain senior pun terlibat, seperti Donny Damara (Prof. Daniel), Dewi Rezer (Prof. Tarina), Mathias Muchus (Pak Ibrahim Kakek Susan), Egi Fedly (Hasan), Ray Sahetapy (Dr. Victor), dan Wina Marino (ibunda Susan).
Bagi Acho, bisa mengarahkan langsung para pemain muda dan senior adalah hal yang menyenangkan. Ia juga tidak menemukan kesulitan saat di lokasi syuting. Namun, Acho tak memungkiri kesulitan yang dihadapi saat mengarahkan para pemain figuran.
“Hampir satu bulan mereka latihan. Kita berikan acting coach juga setiap hari untuk melatih mereka. Yang justru menurut saya sulit adalah ketika mengarahkan para pemeran figuran orang asing. Orang-orang asing itu cukup banyak di sini. Jumlahnya puluhan hingga ratusan. Semua dibawa ke Pulau Onrust dan mereka di-briefing di sana," papar Acho.
"Dikarenakan Onrust itu pulaunya agak jauh, jadi harus menginap. Kita akhirnya mendirikan tenda-tenda seperti tenda tantara. Semua menginap di situ, di tenda itu,” pungkasnya.
Kutukan Peti Mati tidak hanya menampilkan pemain muda seperti Yoriko Angeline (Susan), Aliff Alli (Bram), Cristina Danilla (Maria Van de Velde), dan Eryck Amaral (Jan Koenraad). Jajaran pemain senior pun terlibat, seperti Donny Damara (Prof. Daniel), Dewi Rezer (Prof. Tarina), Mathias Muchus (Pak Ibrahim Kakek Susan), Egi Fedly (Hasan), Ray Sahetapy (Dr. Victor), dan Wina Marino (ibunda Susan).
Bagi Acho, bisa mengarahkan langsung para pemain muda dan senior adalah hal yang menyenangkan. Ia juga tidak menemukan kesulitan saat di lokasi syuting. Namun, Acho tak memungkiri kesulitan yang dihadapi saat mengarahkan para pemain figuran.
“Hampir satu bulan mereka latihan. Kita berikan acting coach juga setiap hari untuk melatih mereka. Yang justru menurut saya sulit adalah ketika mengarahkan para pemeran figuran orang asing. Orang-orang asing itu cukup banyak di sini. Jumlahnya puluhan hingga ratusan. Semua dibawa ke Pulau Onrust dan mereka di-briefing di sana," papar Acho.
"Dikarenakan Onrust itu pulaunya agak jauh, jadi harus menginap. Kita akhirnya mendirikan tenda-tenda seperti tenda tantara. Semua menginap di situ, di tenda itu,” pungkasnya.
(tsa)
Lihat Juga :