BPOM Setujui Penggunaan Abemaciclib, Harapan Baru Pengidap Kanker Payudara
Selasa, 20 Juni 2023 - 18:25 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Kenali Gejala Kanker Payudara Sejak Dini
Ketua Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) TB Djumhana Atmakusuma membenarkan hal itu. Dengan izin dari BPOM, maka dokter sekarang boleh meresepkan obat tersebut untuk penyandang kanker stadium awal dengan HR+ HER2-.
“Selama ini tidak ada obat yang untuk HR+ HER2-. Selama ini obatnya hormonal terapi atau pada keadaan tertentu kemoterapi,” katanya.
Dengan terapi tersebut, dia berharap kekambuhan dari sel kanker akan lebih kecil. Kalau pun kambuh, bisa dalam hitungan tahun. Selain itu, menurutnya, dengan tambahan opsi terapi ini, diharapkan pasien di Indonesia tidak perlu berobat ke luar negeri. "Di Indonesia saja pengobatan sudah bisa. Tidak usah ke luar negeri,” katanya.
Ahli hematologi lainnya Prof Dr dr Ary Harryanto Sp.PD-KHOM menuturkan jika kanker diterapi dengan benar maka pengobatannya tidak perlu ke luar negeri. Sejauh ini menurut pengalamannya, pasien kanker yang meninggal karena metastase atau penyebaran itu sebesar 35 persen saja. “Yang banyak itu karena kardiovaskular, mudah infeksi, atau penyakit lain seperti diabetes,” katanya.
Ketua Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) TB Djumhana Atmakusuma membenarkan hal itu. Dengan izin dari BPOM, maka dokter sekarang boleh meresepkan obat tersebut untuk penyandang kanker stadium awal dengan HR+ HER2-.
“Selama ini tidak ada obat yang untuk HR+ HER2-. Selama ini obatnya hormonal terapi atau pada keadaan tertentu kemoterapi,” katanya.
Dengan terapi tersebut, dia berharap kekambuhan dari sel kanker akan lebih kecil. Kalau pun kambuh, bisa dalam hitungan tahun. Selain itu, menurutnya, dengan tambahan opsi terapi ini, diharapkan pasien di Indonesia tidak perlu berobat ke luar negeri. "Di Indonesia saja pengobatan sudah bisa. Tidak usah ke luar negeri,” katanya.
Ahli hematologi lainnya Prof Dr dr Ary Harryanto Sp.PD-KHOM menuturkan jika kanker diterapi dengan benar maka pengobatannya tidak perlu ke luar negeri. Sejauh ini menurut pengalamannya, pasien kanker yang meninggal karena metastase atau penyebaran itu sebesar 35 persen saja. “Yang banyak itu karena kardiovaskular, mudah infeksi, atau penyakit lain seperti diabetes,” katanya.
Lihat Juga :