CERMIN: Perjuangan Menjadi Orisinal
Rabu, 21 Juni 2023 - 13:27 WIB
loading...
A
A
A
Tapi Richard berbeda. Mungkin pada awalnya tidak tapi perlahan ia berubah. Ketika masih muda, Richard seperti kebanyakan dari kita. Memandang hidup cuma hari ini hingga ketika ia diberitahu Judy, kekasihnya, bahwa ia hamil.
Perlahan dunia Richard berubah. Apalagi setelah anak-anaknya lahir. Mungkin ia terlambat memahami bahwa dunia bergerak begitu cepat di sekelilingnya sementara ia seperti berjalan di tempat.
Dan Richard punya Judy. Perempuan hebat yang selalu memompa motivasi suaminya ketika motivasi itu mendadak lenyap dari dirinya. Perempuan hebat yang selalu percaya bahwa suaminya kelak akan menjadi seseorang yang sukses dan membanggakan komunitas Latin. Memang hanya perempuan hebat seperti Judy yang bisa membawa Richard ke puncak karier dari level terbawah: sebagai petugas kebersihan di sebuah pabrik makanan ringan.
![CERMIN: Perjuangan Menjadi Orisinal]()
Tapi nasib selalu bisa berubah. Dan tak ada seorang manusia pun yang tahu takdirnya. Richard bekerja sepenuh hati dan belajar banyak hal karena ia ingin maju dan kelak sukses. Tapi Richard tak pernah membayangkan dirinya menjadi seorang orisinal.
Mungkin memang keterbatasan yang kelak memompa dirinya melihat segala peluang. Termasuk peluang yang selama ini ada di depan matanya. Setelah bekerja selama 10 tahun di pabrik tersebut, Richard melihat satu hal dengan jelas: tak ada makanan ringan yang memang dibuat untuk melayani komunitasnya yang begitu besar. Tapi siapa yang mau mendengar ide genius dari seseorang yang 'hanya' petugas kebersihan?
Tentu saja tak semudah itu bisa menjangkau puncak tertinggi dari perusahaannya agar mau mendengarkan idenya. Bayangkan berapa banyak level yang harus ia lewati agar idenya minimal bisa didengarkan? Terutama bagaimana seorang petugas kebersihan bisa meyakinkan sebuah perusahaan makanan ringan yang berada di bawah naungan Pepsi Co mau menerima sarannya?
Sebagaimana yang kita lihat dalam sejumlah film biopik sejenis mulai dari Tetris hingga Air, tak mudah untuk menjadi orisinal. Risikonya terlalu besar. Sebelum menandatangani Proklamasi Emansipasi, Abraham Lincoln harus tersiksa selama enam bulan demi memikirkan apakah keputusannya membebaskan budak atau tidak sudahlah tepat.
Perlahan dunia Richard berubah. Apalagi setelah anak-anaknya lahir. Mungkin ia terlambat memahami bahwa dunia bergerak begitu cepat di sekelilingnya sementara ia seperti berjalan di tempat.
Dan Richard punya Judy. Perempuan hebat yang selalu memompa motivasi suaminya ketika motivasi itu mendadak lenyap dari dirinya. Perempuan hebat yang selalu percaya bahwa suaminya kelak akan menjadi seseorang yang sukses dan membanggakan komunitas Latin. Memang hanya perempuan hebat seperti Judy yang bisa membawa Richard ke puncak karier dari level terbawah: sebagai petugas kebersihan di sebuah pabrik makanan ringan.

Tapi nasib selalu bisa berubah. Dan tak ada seorang manusia pun yang tahu takdirnya. Richard bekerja sepenuh hati dan belajar banyak hal karena ia ingin maju dan kelak sukses. Tapi Richard tak pernah membayangkan dirinya menjadi seorang orisinal.
Mungkin memang keterbatasan yang kelak memompa dirinya melihat segala peluang. Termasuk peluang yang selama ini ada di depan matanya. Setelah bekerja selama 10 tahun di pabrik tersebut, Richard melihat satu hal dengan jelas: tak ada makanan ringan yang memang dibuat untuk melayani komunitasnya yang begitu besar. Tapi siapa yang mau mendengar ide genius dari seseorang yang 'hanya' petugas kebersihan?
Tentu saja tak semudah itu bisa menjangkau puncak tertinggi dari perusahaannya agar mau mendengarkan idenya. Bayangkan berapa banyak level yang harus ia lewati agar idenya minimal bisa didengarkan? Terutama bagaimana seorang petugas kebersihan bisa meyakinkan sebuah perusahaan makanan ringan yang berada di bawah naungan Pepsi Co mau menerima sarannya?
Sebagaimana yang kita lihat dalam sejumlah film biopik sejenis mulai dari Tetris hingga Air, tak mudah untuk menjadi orisinal. Risikonya terlalu besar. Sebelum menandatangani Proklamasi Emansipasi, Abraham Lincoln harus tersiksa selama enam bulan demi memikirkan apakah keputusannya membebaskan budak atau tidak sudahlah tepat.
Lihat Juga :