CERMIN: Kapan Terakhir Kita Menonton Komedi Romantis Indonesia yang Bagus?
Jum'at, 30 Juni 2023 - 13:47 WIB
loading...
Film komedi romantis Ganjil Genap menjadi film yang apik menggambarkan romansa cinta tiga anak muda. Foto/MD Pictures
A
A
A
JAKARTA - Tahun 1999. Saat menjalani tahun-tahun kuliah penuh kesibukan, saya 'berkenalan' pertama kalinya dengan Julia Roberts.
Berbeda dengan sebagian orang yang mengenal Julia pertama kali lewat film Pretty Woman, saya justru pertama kali mengenalnya lewat Notting Hill. Sebuah film yang menjadi semacam “mimpi basahnya para cowok”. Tentang seorang laki-laki biasa yang tiba-tiba dihujani cinta oleh seorang aktris terkenal Hollywood.
Segera saja genre komedi romantis menjadi salah satu genre favorit saya. Sayangnya memang tak mudah menemukan film bergenre tersebut yang menarik ditonton berulang-ulang hingga berpuluh tahun kemudian.
Baca Juga: CERMIN: Barbie dan Hasrat Perempuan Menjadi Sempurna
Di jagat sinema Indonesia, genre komedi romantis pun sepertinya bukan genre favorit penonton. Dalam daftar 50 film Indonesia terlaris sepanjang masa, tercatat hanya ada dua judul film dari genre tersebut, yakni Imperfect: Karir, Cinta dan Timbangan(2019) dan Eiffel I’m In Love (2003).
![CERMIN: Kapan Terakhir Kita Menonton Komedi Romantis Indonesia yang Bagus?]()
Foto: MD Pictures
Memang kita seperti kesulitan mengingat kapan terakhir kali kita menonton film komedi romantis Indonesia yang bagus. Karena jumlahnya yang tak banyak itu. Sedikit di antaranya adalah Kapan Kawin(2015) yang mempertemukan dua aktor kaliber, Adinia Wirasti dan Reza Rahadian. Di bawah arahan Ody C Harahap yang terbilang memang cakap menangani komedi, Kapan Kawinmenjadi sedikit dari film komedi romantis Indonesia yang menarik ditonton hingga hari ini.
Pertengahan tahun ini jagat sinema Indonesia merilis Ganjil Genap, sebuah adaptasi novel laris dari Almira Bastari. Premisnya biasa saja, mudah sekali ditemukan di tontonan sejenis FTV.
Berbeda dengan sebagian orang yang mengenal Julia pertama kali lewat film Pretty Woman, saya justru pertama kali mengenalnya lewat Notting Hill. Sebuah film yang menjadi semacam “mimpi basahnya para cowok”. Tentang seorang laki-laki biasa yang tiba-tiba dihujani cinta oleh seorang aktris terkenal Hollywood.
Segera saja genre komedi romantis menjadi salah satu genre favorit saya. Sayangnya memang tak mudah menemukan film bergenre tersebut yang menarik ditonton berulang-ulang hingga berpuluh tahun kemudian.
Baca Juga: CERMIN: Barbie dan Hasrat Perempuan Menjadi Sempurna
Di jagat sinema Indonesia, genre komedi romantis pun sepertinya bukan genre favorit penonton. Dalam daftar 50 film Indonesia terlaris sepanjang masa, tercatat hanya ada dua judul film dari genre tersebut, yakni Imperfect: Karir, Cinta dan Timbangan(2019) dan Eiffel I’m In Love (2003).

Foto: MD Pictures
Memang kita seperti kesulitan mengingat kapan terakhir kali kita menonton film komedi romantis Indonesia yang bagus. Karena jumlahnya yang tak banyak itu. Sedikit di antaranya adalah Kapan Kawin(2015) yang mempertemukan dua aktor kaliber, Adinia Wirasti dan Reza Rahadian. Di bawah arahan Ody C Harahap yang terbilang memang cakap menangani komedi, Kapan Kawinmenjadi sedikit dari film komedi romantis Indonesia yang menarik ditonton hingga hari ini.
Pertengahan tahun ini jagat sinema Indonesia merilis Ganjil Genap, sebuah adaptasi novel laris dari Almira Bastari. Premisnya biasa saja, mudah sekali ditemukan di tontonan sejenis FTV.
Lihat Juga :