CERMIN: Kapan Terakhir Kita Menonton Komedi Romantis Indonesia yang Bagus?
Jum'at, 30 Juni 2023 - 13:47 WIB
loading...
A
A
A
Saya pun termasuk menjadi penonton yang sebelumnya tak menjadikan Ganjil Genap sebagai komedi romantis yang perlu ditunggu di bioskop. Tapi rupanya di tangan Bene Dion, Ganjil Genapbisa menjelma menjadi komedi romantis yang segar dengan beberapa pendekatan yang menarik.
Ganjil Genaplangsung menarik perhatian saya dengan opening bertempo cepat, dengan editing yang lincah dan secara efektif memperkenalkan hubungan antara Gala dan Bara yang sudah berpacaran selama delapan tahun. Bagaimana Gala yang secara konsisten selalu bahagia dengan perayaan tahunan mereka dan bagaimana Bara yang dari tahun ke tahun terasa semakin berkurang antusiasmenya dengan perayaan tahunan mereka.
![CERMIN: Kapan Terakhir Kita Menonton Komedi Romantis Indonesia yang Bagus?]()
Foto: MD Pictures
Meski tak membaca novelnya, Ganjil Genapbisa memberi tahu kita dengan cara yang kreatif bahwa ada masalah dalam hubungan antara Gala dan Bara. “Spark”-nya ternyata sudah hilang dalam empat tahun hubungan mereka. Padahal keduanya menjalani pacaran hingga delapan tahun. Kita pun bersimpati kepada Gala yang diputuskan oleh Bara begitu saja.
Formula komedi romantis klasik tentang “love-hate relationship” tak ada dalam Ganjil Genap. Tapi konsep soal salah paham masih bisa diolah menjadi sesuatu yang menyegarkan dan menyenangkan penonton yang mudah bosan seperti saya. Dalam episode patah hatinya, Gala bertemu Aiman, cowok charming yang disalahpahaminya.
Sekilas Aiman mirip dengan Bara, tapi skenario memberi ruang lebih pada Aiman dan memberinya latar cerita yang menarik. Ia punya masalah dengan komitmen karena melihat apa yang pernah terjadi pada ayahnya sendiri.
Ia pucat ketika melihat Gala suka dengan anak-anak. Ia gemetar ketika tahu Gala sudah ingin sekali menikah. Aiman yang tumbuh dengan luka-luka masa lalu membuat karakternya menjadi paling menonjol. Terlebih di tangan Oka Antara, Aiman terlihat seperti kesatria tampan berkuda putih yang datang untuk menyelamatkan seorang putri.
Bara pun terus menerus terlihat sebagai pecundang yang justru menjadi faktor lemah dari cerita ini. Pasalnya, ini yang membuat kita percaya bahwa Gala memang tak perlu memberi kesempatan sedikit pun pada Bara untuk bisa kembali ke pelukannya.
Ganjil Genaplangsung menarik perhatian saya dengan opening bertempo cepat, dengan editing yang lincah dan secara efektif memperkenalkan hubungan antara Gala dan Bara yang sudah berpacaran selama delapan tahun. Bagaimana Gala yang secara konsisten selalu bahagia dengan perayaan tahunan mereka dan bagaimana Bara yang dari tahun ke tahun terasa semakin berkurang antusiasmenya dengan perayaan tahunan mereka.

Foto: MD Pictures
Meski tak membaca novelnya, Ganjil Genapbisa memberi tahu kita dengan cara yang kreatif bahwa ada masalah dalam hubungan antara Gala dan Bara. “Spark”-nya ternyata sudah hilang dalam empat tahun hubungan mereka. Padahal keduanya menjalani pacaran hingga delapan tahun. Kita pun bersimpati kepada Gala yang diputuskan oleh Bara begitu saja.
Formula komedi romantis klasik tentang “love-hate relationship” tak ada dalam Ganjil Genap. Tapi konsep soal salah paham masih bisa diolah menjadi sesuatu yang menyegarkan dan menyenangkan penonton yang mudah bosan seperti saya. Dalam episode patah hatinya, Gala bertemu Aiman, cowok charming yang disalahpahaminya.
Sekilas Aiman mirip dengan Bara, tapi skenario memberi ruang lebih pada Aiman dan memberinya latar cerita yang menarik. Ia punya masalah dengan komitmen karena melihat apa yang pernah terjadi pada ayahnya sendiri.
Ia pucat ketika melihat Gala suka dengan anak-anak. Ia gemetar ketika tahu Gala sudah ingin sekali menikah. Aiman yang tumbuh dengan luka-luka masa lalu membuat karakternya menjadi paling menonjol. Terlebih di tangan Oka Antara, Aiman terlihat seperti kesatria tampan berkuda putih yang datang untuk menyelamatkan seorang putri.
Bara pun terus menerus terlihat sebagai pecundang yang justru menjadi faktor lemah dari cerita ini. Pasalnya, ini yang membuat kita percaya bahwa Gala memang tak perlu memberi kesempatan sedikit pun pada Bara untuk bisa kembali ke pelukannya.
Lihat Juga :