Apakah Penyakit Antraks Bisa Menular Lewat Tanah? Simak Penjelasannya

Kamis, 06 Juli 2023 - 11:05 WIB
loading...
Apakah Penyakit Antraks...
Kasus antraks di Gunungkidul, Yogyakarta. Foto/Ilustrasi/Dok.MPI
A A A
JAKARTA - Penyakit antraks di Gunungkidul, Yogyakarta belakangan ini tengah menjadi sorotan. Bahkan, wabah ini disebut-sebut sangat berhubungan dengan lokasi dan dikabarkan bisa menyebar lewat tanah.

Lantas, benarkah demikian? Berikut ulasannya, sebagaimana dilansir dari thread yang dibagikan oleh seorang Dokter hewan karantina Indonesia, drh. Rian, melalui akun Twitternya, @RianHS.

Dokter Rian menjelaskan, pada dasarnya, antraks merupakan penyakit yang sangat terkait dengan lokasi.
Ia juga menyebut, ketika suatu daerah tertular antraks, penyakit ini mungkin akan ada secara permanen di daerah tersebut.

“Antraks adalah penyakit akibat infeksi bakteri Bacillus anthracis. Ia dapat menginfeksi banyak mamalia dengan kerentanan yang beragam,” tuturnya.

Baca Juga: Positif Antraks, 1 Warga Gunungkidul Meninggal Dunia

“Mengapa antraks terkait lokasi? Jawabannya adalah karena antraks adalah penyakit pada tanah,” imbuhnya.

Menurut Dokter Rian, bakteri penyebab antraks tersebut memiliki fitur bernama endospora, yang memungkinkan bakteri tersebut bisa bertahan hidup di lingkungannya selama ratusan tahun, termasuk di dalam tanah.

Sehingga, hal ini memungkinkan tanah di suatu daerah yang terkena bakteri Bacillus anthracis tersebut akan terkontaminasi selamanya dengan bakteri penyebab antraks tersebut.

“Endospora ini merupakan struktur yang memungkinkan bakteri bertahan hidup di lingkungan secara dorman selama ratusan tahun,” tuturnya.

Baca Juga: Soal Kasus Antraks di DIY, Wabup Gunungkidul: Pedukuhan Jati Diisolasi

“Endospora membuat bakteri jauh lebih tahan. Misalnya terhadap kekeringan dan temperatur tinggi. Inilah mengapa begitu B. anthracis ada di tanah suatu daerah, bisa jadi tanah tersebut akan terkontaminasi selamanya,” sambungnya.

Kasus ini juga sangat mungkin terjadi jika bakteri yang berada di tanah maupun rumput tersebut dimakan oleh hewan jenis herbivor, salah satunya sapi atau kambing. Pasalnya, di dalam tubuh herbivor, bakteri penyebab antraks menjadi aktif dan mengeluarkan toksin.

“Ia berkembang pada organ pertahanan tubuh, seperti kelenjar getah bening dan limpa (membuat limpa meradang dan membesar), serta beredar di peredaran darah,” papar Dokter Rian.

“Sapi yang terkena antraks bisa mati mendadak dalam <24 jam tanpa tanda klinis yang jelas. Ada juga sapi yang menunjukkan tanda sakit secara umum (demam, lemas, dsb) dan kemudian mati dalam beberapa hari.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raffi Ahmad Beberkan...
Raffi Ahmad Beberkan Penyakit yang Membuatnya Harus Operasi Setelah Pulang Haji
Waspada! Demam Anak...
Waspada! Demam Anak Turun Bisa Jadi Tanda Kondisi Memburuk
WHO Umumkan Darurat...
WHO Umumkan Darurat Ebola Global, Kemenkes Pastikan Belum Ada Kasus di Indonesia
Kasus Hantavirus Ditemukan...
Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, Kemenkes Pastikan Situasi Masih Terkendali
Apartemen di Yogyakarta...
Apartemen di Yogyakarta Mulai Rp300 Jutaan! NexCity Hadirkan Hunian Strategis Sekaligus Peluang Passive Income
Meski Sudah Dinyatakan...
Meski Sudah Dinyatakan Sembuh Kanker Bisa Muncul Lagi, Ini Penjelasan Dokter
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Rekomendasi
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Berita Terkini
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 73, Penyergapan Pecah Menjadi Baku Tembak dan Pertarungan Sengit
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Konflik Memanas, Ruben...
Konflik Memanas, Ruben Onsu Ultimatum Sarwendah Soal Nafkah dan Hak Bertemu Anak
Ruben Onsu Siap Gugat...
Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Vicky Shu Sindir Calo...
Vicky Shu Sindir Calo Konser BTS Patok Harga Selangit, Kesal Oknum Menimbun Tiket
Infografis
Sayuran yang Bisa Mengatasi...
Sayuran yang Bisa Mengatasi Penyakit Asam Urat selain Brokoli
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved