10 Fakta Suguru Geto sebelum Dirasuki Kenjaku di Jujutsu Kaisen
Jum'at, 07 Juli 2023 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
Ketidaksukaan ini kemudian berubah menjadi kebencian setelah Suguru mempertanyakan cara Jujutsu mengusir kutukan hanya untuk menyelamatkan manusia. Suguru mencapai batasannya setelah menemukan bagaimana Mimiko dan Nanako diperlakukan dengan sangat buruk oleh non-penyihir karena dikira sebagai kutukan yang meneror desa. Dia sangat sakit hati dan membunuh 112 orang warga desa.
Itulah titik di mana dia menyatukan pikiran kalau penyihir memang lebih unggul ketimbang non-penyihir dan membunuh mereka adalah satu-satunya cara evolusi. Ideologi di balik ini adalah membebaskan semua penyihir dari mempertaruhkan nyawa demi melindungi manusia lemah. Manusia adalah sumber energi kutukan, tapi hanya Kutukan dan Penyihir-lah yang bisa mengendalikan energi kutukan.
![10 Fakta Suguru Geto sebelum Dirasuki Kenjaku di Jujutsu Kaisen]()
Foto: SportsKeeda
Satoru Gojo dikenal sulit dekat dengan orang lain, apalagi punya sahabat. Tapi, Suguru adalah salah satu orang yang sangat dekat dengan Satoru sebagai sahabat. Suguru tumbuh menjadi rival Satoru. Keduanya berjanji untuk bisa mencapai puncak dunia jujutsu. Mereka pun saling dorong untuk menjadi yang terkuat. Tapi, Satoru ternyata lebih unggul setelah membuka Rikugan-nya.
Seiring berjalannya waktu, mereka menemukan kalau ideologi mereka benar-benar berbeda. Padahal, mereka selalu bertarung bersama dan memenangkan pujian dari banyak orang. Sementara Satoru memutuskan menyelamatkan manusia dan mengenyahkan kutukan, Suguru ingin menggunakan kutukan itu untuk menghabisi manusia. Jadi, itulah alasan mengapa di akhir busur Masa Lalu Satoru Gojo, keduanya berjalan ke arah yang berlainan.
![10 Fakta Suguru Geto sebelum Dirasuki Kenjaku di Jujutsu Kaisen]()
Foto: SportsKeeda
Tak hanya dikenal sebagai penyihir berbakat dan kuat, Suguru juga merupakan salah satu dari empat Penyihir Kelas Khusus di dunia jujutsu. Selain itu, dia juga sangat cerdas ketika masih duduk di bangku SMA. Kecerdasannya ini diterjemahkan dengan baik dalam pertarungan.
Dia selalu bisa berpikir selangkah lebih maju dari lawannya. Pengguna kutukan yang lebih tua dan berpengalaman yang mencoba mempecundanginya hanya akan jatuh ke jebakannya. Ini terlihat ketika dia bertarung melawan Toji Fushiguro. Dia berhasil mengejutkan Pembunuh Penyihir itu dengan berusaha memangkas suplai senjata Toji.
![10 Fakta Suguru Geto sebelum Dirasuki Kenjaku di Jujutsu Kaisen]()
Foto: Epicstream
Sebelum berubah jadi jahat, Suguru aslinya cowok yang manis dan baik hati. Dia juga sopan pada siapa pun, terutama dibandingkan dengan Satoru. Dia memahami pentingnya sopan santun dan membawa dirinya dengan penuh martabat sebagai seorang penyihir jujutsu.
Sifat ini sangat berbeda dengan Satoru yang cenderung lebih kasar. Karena perbedaan sifat ini, Satoru dan Suguru sering kali bertengkar. Tapi, mereka masih berteman. Mereka sadar kalau mereka bisa mencapai apa pun selama mereka saling mendukung. Sayang, ini tidak bertahan lama.
![10 Fakta Suguru Geto sebelum Dirasuki Kenjaku di Jujutsu Kaisen]()
Foto: Jujutsu Kaisen Wiki – Fandom
Suguru punya teknik kutukan yang unik. Bernama Jurei Soujutsu atau Teknik Manipulasi Kutukan, teknik itu membuatnya bisa menyerap virus lain dan menjadikannya sebagai miliknya sendiri. Inilah salah satu alasan mengapa dia ditakuti banyak orang sebagai antagonis.
Itulah titik di mana dia menyatukan pikiran kalau penyihir memang lebih unggul ketimbang non-penyihir dan membunuh mereka adalah satu-satunya cara evolusi. Ideologi di balik ini adalah membebaskan semua penyihir dari mempertaruhkan nyawa demi melindungi manusia lemah. Manusia adalah sumber energi kutukan, tapi hanya Kutukan dan Penyihir-lah yang bisa mengendalikan energi kutukan.
7. Sahabat Satoru Gojo

Foto: SportsKeeda
Satoru Gojo dikenal sulit dekat dengan orang lain, apalagi punya sahabat. Tapi, Suguru adalah salah satu orang yang sangat dekat dengan Satoru sebagai sahabat. Suguru tumbuh menjadi rival Satoru. Keduanya berjanji untuk bisa mencapai puncak dunia jujutsu. Mereka pun saling dorong untuk menjadi yang terkuat. Tapi, Satoru ternyata lebih unggul setelah membuka Rikugan-nya.
Seiring berjalannya waktu, mereka menemukan kalau ideologi mereka benar-benar berbeda. Padahal, mereka selalu bertarung bersama dan memenangkan pujian dari banyak orang. Sementara Satoru memutuskan menyelamatkan manusia dan mengenyahkan kutukan, Suguru ingin menggunakan kutukan itu untuk menghabisi manusia. Jadi, itulah alasan mengapa di akhir busur Masa Lalu Satoru Gojo, keduanya berjalan ke arah yang berlainan.
6. Sangat Cerdas

Foto: SportsKeeda
Tak hanya dikenal sebagai penyihir berbakat dan kuat, Suguru juga merupakan salah satu dari empat Penyihir Kelas Khusus di dunia jujutsu. Selain itu, dia juga sangat cerdas ketika masih duduk di bangku SMA. Kecerdasannya ini diterjemahkan dengan baik dalam pertarungan.
Dia selalu bisa berpikir selangkah lebih maju dari lawannya. Pengguna kutukan yang lebih tua dan berpengalaman yang mencoba mempecundanginya hanya akan jatuh ke jebakannya. Ini terlihat ketika dia bertarung melawan Toji Fushiguro. Dia berhasil mengejutkan Pembunuh Penyihir itu dengan berusaha memangkas suplai senjata Toji.
5. Aslinya Cowok Manis dan Baik

Foto: Epicstream
Sebelum berubah jadi jahat, Suguru aslinya cowok yang manis dan baik hati. Dia juga sopan pada siapa pun, terutama dibandingkan dengan Satoru. Dia memahami pentingnya sopan santun dan membawa dirinya dengan penuh martabat sebagai seorang penyihir jujutsu.
Sifat ini sangat berbeda dengan Satoru yang cenderung lebih kasar. Karena perbedaan sifat ini, Satoru dan Suguru sering kali bertengkar. Tapi, mereka masih berteman. Mereka sadar kalau mereka bisa mencapai apa pun selama mereka saling mendukung. Sayang, ini tidak bertahan lama.
4. Teknik Kutukan Suguru Geto

Foto: Jujutsu Kaisen Wiki – Fandom
Suguru punya teknik kutukan yang unik. Bernama Jurei Soujutsu atau Teknik Manipulasi Kutukan, teknik itu membuatnya bisa menyerap virus lain dan menjadikannya sebagai miliknya sendiri. Inilah salah satu alasan mengapa dia ditakuti banyak orang sebagai antagonis.
Lihat Juga :