10 Film Superhero Paling Boncos dalam Sejarah, Terbaru The Flash
Senin, 10 Juli 2023 - 19:19 WIB
loading...
A
A
A
Ryan Reynolds sepertinya sudah makan asam garam kegagalan di genre superhero. Setelah gagal dengan Green Lantern, dia mencoba lagi pada 2013 dengan RIPD. Diangkat dari komik berjudul sama, film ini berkisah tentang seorang polisi yang tewas dan kemudian menemukan dirinya menjadi polisi di akhirat.
Meski punya cerita unik, film ini gagal menarik hati para penonton. Dengan anggaran pembuatan mencapai USD154 juta, film ini hanya meraup USD78,3 juta di box office. Universal menanggung kerugian hingga USD92 juta akibat film ini. RIPD adalah satu-satunya film superhero non-DC dan Marvel yang masuk daftar ini.
![10 Film Superhero Paling Boncos dalam Sejarah, Terbaru The Flash]()
Foto: Rotten Tomatoes
Fantastic Four adalah salah satu film terburuk dalam sejarah perfilman Marvel. Film besutan Josh Trank ini mendapatkan rating 9% di Rotten Tomatoes dan dicaci maki audiens beserta kritikus. Tak heran kalau kemudian hasil box office-nya juga ikut jeblok.
Dari anggaran USD155 juta, film ini hanya meraup USD167 juta. Fox menderita kerugian sebesar USD100 juta. Kegagalan film ini berdampak panjang pada studio itu. Mereka harus membatalkan sejumlah proyek superhero Marvel mereka, termasuk Gambit. Sekuel Fantastic Four pun ikut dibatalkan akibat kerugian ini. Penggemar kini berharap Marvel Studios bisa me-reboot properti ini dengan lebih baik.
![10 Film Superhero Paling Boncos dalam Sejarah, Terbaru The Flash]()
Foto: TechCrunch
Hype Black Adam begitu masif dengan bintang utamanya, Dwayne Johnson, tidak berhenti berkoar mengenai film ini. Sayang, semasif apa pun promosinya, film ini gagal di box office. Meraup USD393 juta, film ini dianggap jeblok karena gagal mencapai break even point. Black Adam dibuat dengan anggaran besar, yaitu USD190—260 juta, di luar biaya marketing dan promosi.
Sejumlah media menyebut film ini jeblok di box office. Variety menyebut, Warner Bros. menelan kerugian sekitar USD50—100 juta dari break-even point USD600 juta. Warner Bros. menentang laporan ini dan menyebut kalau break-even point film ini adalah USD450 juta. Deadline memperkirakan, film ini akan meraup untung sekitar USD52—72 juta karena anggaran marketing-nya diperkirakan lebih kecil, sebagian berkat usaha Dwayne memasarkan film ini lewat media sosialnya.
![10 Film Superhero Paling Boncos dalam Sejarah, Terbaru The Flash]()
Foto: IndieWire
The Suicide Squad menjadi cara bagi Warner Bros. untuk me-reboot Suicide Squad (2016) yang mendapatkan respons negatif dari kritikus. Meski film itu meraup angka lumayan di box office, Warner belum puas karena reputasi buruk Suicide Squad. Pada 2021, mereka akhirnya merilis versi terbaru film itu, The Suicide Squad, arahan James Gunn.
Secara kritis, film ini terbilang sukses dengan kritikus dan penonton memuji cerita, penyutradaraan, dan gaya visualnya. Tapi, film ini dirilis di tengah pandemi dan Warner memutuskan merilis film itu di HBO Max bersamaan dengan penayangannya di bioskop. Dengan anggaran USD185 juta, film ini hanya meraup USD168 juta di box office karena sebagian besar orang memilih menontonnya di rumah. Warner Bros. menelan kerugian USD130 juta karena gaya perilisan ini.
![10 Film Superhero Paling Boncos dalam Sejarah, Terbaru The Flash]()
Foto: IMDb
Meski punya cerita unik, film ini gagal menarik hati para penonton. Dengan anggaran pembuatan mencapai USD154 juta, film ini hanya meraup USD78,3 juta di box office. Universal menanggung kerugian hingga USD92 juta akibat film ini. RIPD adalah satu-satunya film superhero non-DC dan Marvel yang masuk daftar ini.
7. Fantastic Four — 2015

Foto: Rotten Tomatoes
Fantastic Four adalah salah satu film terburuk dalam sejarah perfilman Marvel. Film besutan Josh Trank ini mendapatkan rating 9% di Rotten Tomatoes dan dicaci maki audiens beserta kritikus. Tak heran kalau kemudian hasil box office-nya juga ikut jeblok.
Dari anggaran USD155 juta, film ini hanya meraup USD167 juta. Fox menderita kerugian sebesar USD100 juta. Kegagalan film ini berdampak panjang pada studio itu. Mereka harus membatalkan sejumlah proyek superhero Marvel mereka, termasuk Gambit. Sekuel Fantastic Four pun ikut dibatalkan akibat kerugian ini. Penggemar kini berharap Marvel Studios bisa me-reboot properti ini dengan lebih baik.
6. Black Adam — 2022

Foto: TechCrunch
Hype Black Adam begitu masif dengan bintang utamanya, Dwayne Johnson, tidak berhenti berkoar mengenai film ini. Sayang, semasif apa pun promosinya, film ini gagal di box office. Meraup USD393 juta, film ini dianggap jeblok karena gagal mencapai break even point. Black Adam dibuat dengan anggaran besar, yaitu USD190—260 juta, di luar biaya marketing dan promosi.
Sejumlah media menyebut film ini jeblok di box office. Variety menyebut, Warner Bros. menelan kerugian sekitar USD50—100 juta dari break-even point USD600 juta. Warner Bros. menentang laporan ini dan menyebut kalau break-even point film ini adalah USD450 juta. Deadline memperkirakan, film ini akan meraup untung sekitar USD52—72 juta karena anggaran marketing-nya diperkirakan lebih kecil, sebagian berkat usaha Dwayne memasarkan film ini lewat media sosialnya.
5. The Suicide Squad — 2021

Foto: IndieWire
The Suicide Squad menjadi cara bagi Warner Bros. untuk me-reboot Suicide Squad (2016) yang mendapatkan respons negatif dari kritikus. Meski film itu meraup angka lumayan di box office, Warner belum puas karena reputasi buruk Suicide Squad. Pada 2021, mereka akhirnya merilis versi terbaru film itu, The Suicide Squad, arahan James Gunn.
Secara kritis, film ini terbilang sukses dengan kritikus dan penonton memuji cerita, penyutradaraan, dan gaya visualnya. Tapi, film ini dirilis di tengah pandemi dan Warner memutuskan merilis film itu di HBO Max bersamaan dengan penayangannya di bioskop. Dengan anggaran USD185 juta, film ini hanya meraup USD168 juta di box office karena sebagian besar orang memilih menontonnya di rumah. Warner Bros. menelan kerugian USD130 juta karena gaya perilisan ini.
4. X-Men: Dark Phoenix — 2019

Foto: IMDb
Lihat Juga :