9 Film Blockbuster Paling Rugi di Sepanjang Awal 2023
Kamis, 13 Juli 2023 - 09:45 WIB
loading...
A
A
A
3. Shazam! The Fury of God

Foto: Plugged In
Seperti judulnya, para dewa tidak sedang bermurah hati pada Shazam. Film DC biasanya punya pembukaan solid, kecuali di saat pandemi. Tapi, Shazam! The Fury of God berhasil menumbangkan rekor buruk Wonder Woman 1984 dan The Suicide Squad yang sebelumnya diproyeksikan mendapatkan pendapatan box office terendah. Kedua film itu dirilis di tengah pandemi.
Faktanya, Shazam! The Fury of Gods tidak meraup hasil yang diinginkan. Dibuat dengan anggaran lebih besar dari film pertamanya, sekitar USD110—125 juta (Rp1,6—1,8 triliun), sekuel Shazam itu hanya meraup USD133 juta (Rp1,9 triliun). Warner Bros. dikabarkan menelan kerugian hingga USD150 juta dari hasil film ini.
2. Indiana Jones and Dial of Destiny

Foto: Disney
Indiana Jones and Dial of Destiny memang baru sekitar dua pekan tayang di bioskop. Tapi, hasil yang ditorehkannya di box office seiring berjalannya waktu, cukup mengkhawatirkan. Film ini sepertinya akan menjadi salah satu film terjeblok Disney dan terburuk di franchise Indiana Jones.
Film terbaru petualangan Indy itu dikabarkan menelan biaya besar. Film ini menelan anggaran sekitar USD250—300 juta (Rp3,7—4,49 triliun), bahkan ada yang menyebut mencapai USD325 juta (Rp4,87 triliun). Mengutip Box Office Mojo, hingga tulisan ini dibuat, Indiana Jones and Dial of Destiny baru meraup USD255,9 juta (Rp3,83 triliun). Angka ini jelas masih jauh dari modal yang dihabiskan.
Baca Juga: 10 Film Paling Rugi dari 2020 sampai Sekarang, Disney Banyak
1. The Flash

Foto: Deadline
Ada banyak faktor mengapa The Flash menjadi film superhero gagal. Selain karena kejenuhan terhadap genre superhero, sentimen terhadap aktor utamanya, Ezra Miller, tidak membantu film ini. Dibarengi dengan perombakan besar-besaran di Warner Bros., harapan terhadap film ini yang awalnya besar jadi menurun tajam.
Sempat disebut sebagai film terbaik DCEU saat premiere, penampilan asli The Flash di layar lebar mengecewakan. Dengan CGI jelek dan departemen penjahat yang tidak menarik, The Flash tampil buruk. Dari anggaran USD200 juta, film ini baru meraup USD262,5 juta (Rp3,9 triliun) setelah hampir sebulan tayang. Warner Bros. diduga mengalami kerugian hingga USD200 juta akibat film ini.
(alv)
Lihat Juga :