Gemetar Ditonton Kapolri sampai Hampir Lupa Lirik, Benidiktus Fasak Sukses Bawa Pulang Rp50 Juta
Senin, 24 Juli 2023 - 22:22 WIB
loading...
Dalam Festival Musik Bhayangkara dihasilkan karya-karya indah dari para musisi yang sedang merintis karier. Salah satunya Benediktus Fasak. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kompetisi Stand Up Comedy dan Festival Musik Bhayangkara yang mengusung tema Polri Presisi untuk Negeri, Pemilu Damai untuk Indonesia Maju berlangsung meriah di Lippo Mall Kemang Village, Jakarta Selatan, pada Minggu (23/7/2023).
Acara yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-77 ini dimaksudkan untuk membina tradisi, mengukur, dan mempererat hubungan antara masyarakat dengan Polri.
Polri mengapresiasi para peserta, baik komika maupun musisi dengan total hadiah Rp110.000.000.
Dalam Festival Musik Bhayangkara dihasilkan karya-karya indah dari para musisi yang sedang merintis karier. Salah satunya Benidiktus Fasak.
Pria berdarah Maluku yang akrab disapa Bens itu menjadi juara pertama setelah menyisihkan empat finalis lain di babak grand final.
Awal Bens mengikuti festival ini karena disarankan oleh temannya. Dia langsung tertarik karena bermusik dan menciptakan lagu sudah menjadi kegiatannya sehari-hari.
Dibantu rekan dan mertuanya yang juga musisi, Bens menghasilkan karya dengan genre pop yang menyentuh hati dewan juri dan para penonton semalam. Proses penciptaan lagu ini memakan waktu dua hari satu malam bersama empat musisi jenius di baliknya.
Bens terinspirasi menciptakan lagu kemenangannya ini di pagi hari saat dirinya sedang bermain gitar.
"Lagu yang menceritakan tentang perjuangan Polri selama 77 tahun mengamankan, menertibkan, melindungi, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat Indonesia dikemas dengan nuansa sedih namun membangunkan semangat juang Polri," kata Bens.
Bens sempat menuturkan ceritanya sebelum menjadi juara, tepat ketika dirinya berdiri di stage grand final pada Minggu malam kemarin.
Bens mengaku kurang persiapan karena kurang tidur untuk mempersiapkan acara ini dan sempat gemetar di atas panggung lantaran gugup disaksikan oleh Kapolri dan seluruh jajarannya. Ia hampir saja lupa lirik saat membawakan lagu perjuangan Polri tersebut.
Melihat semangatnya yang tinggi, tak ayal, meskipun bermodalkan handphone dan hanya menggunakan keyboard saat mengikuti audisi, Bens berhasil membawa pulang hadiah Rp50 juta.
“Aku juga nggak nyangka bakal jadi juara. Tadi udah tidur-tidur aja, pasrah deh sama hasilnya, eh ternyata dipanggil jadi juara," ujarnya.
Bens berharap kemenangan ini bisa menjadi jalan pembuka bagi karier bandnya. Ia ingin sekali merilis single baru yang lebih fresh untuk band yang saat ini menghidupi keluarganya.
Kesibukan Bens sebagai penyanyi reguler di kafe-kafe Senopati, Jakarta Selatan, setiap malam bersama dengan bandnya, Gands, membuat dia bersemangat untuk menghasilkan lagu baru.
Bens juga berkisah, ibunya seorang gitaris dan ke-4 kakaknya adalah musisi band. Hal itulah yang membuat dia dapat dengan mudah menciptakan lagu yang menyayat hati.
Acara yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-77 ini dimaksudkan untuk membina tradisi, mengukur, dan mempererat hubungan antara masyarakat dengan Polri.
Polri mengapresiasi para peserta, baik komika maupun musisi dengan total hadiah Rp110.000.000.
Dalam Festival Musik Bhayangkara dihasilkan karya-karya indah dari para musisi yang sedang merintis karier. Salah satunya Benidiktus Fasak.
Pria berdarah Maluku yang akrab disapa Bens itu menjadi juara pertama setelah menyisihkan empat finalis lain di babak grand final.
Awal Bens mengikuti festival ini karena disarankan oleh temannya. Dia langsung tertarik karena bermusik dan menciptakan lagu sudah menjadi kegiatannya sehari-hari.
Dibantu rekan dan mertuanya yang juga musisi, Bens menghasilkan karya dengan genre pop yang menyentuh hati dewan juri dan para penonton semalam. Proses penciptaan lagu ini memakan waktu dua hari satu malam bersama empat musisi jenius di baliknya.
Bens terinspirasi menciptakan lagu kemenangannya ini di pagi hari saat dirinya sedang bermain gitar.
"Lagu yang menceritakan tentang perjuangan Polri selama 77 tahun mengamankan, menertibkan, melindungi, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat Indonesia dikemas dengan nuansa sedih namun membangunkan semangat juang Polri," kata Bens.
Bens sempat menuturkan ceritanya sebelum menjadi juara, tepat ketika dirinya berdiri di stage grand final pada Minggu malam kemarin.
Bens mengaku kurang persiapan karena kurang tidur untuk mempersiapkan acara ini dan sempat gemetar di atas panggung lantaran gugup disaksikan oleh Kapolri dan seluruh jajarannya. Ia hampir saja lupa lirik saat membawakan lagu perjuangan Polri tersebut.
Melihat semangatnya yang tinggi, tak ayal, meskipun bermodalkan handphone dan hanya menggunakan keyboard saat mengikuti audisi, Bens berhasil membawa pulang hadiah Rp50 juta.
“Aku juga nggak nyangka bakal jadi juara. Tadi udah tidur-tidur aja, pasrah deh sama hasilnya, eh ternyata dipanggil jadi juara," ujarnya.
Bens berharap kemenangan ini bisa menjadi jalan pembuka bagi karier bandnya. Ia ingin sekali merilis single baru yang lebih fresh untuk band yang saat ini menghidupi keluarganya.
Kesibukan Bens sebagai penyanyi reguler di kafe-kafe Senopati, Jakarta Selatan, setiap malam bersama dengan bandnya, Gands, membuat dia bersemangat untuk menghasilkan lagu baru.
Bens juga berkisah, ibunya seorang gitaris dan ke-4 kakaknya adalah musisi band. Hal itulah yang membuat dia dapat dengan mudah menciptakan lagu yang menyayat hati.
(tsa)
Lihat Juga :