6 Fakta Serial Anime Zom 100: Bucket List of the Dead
Selasa, 25 Juli 2023 - 23:30 WIB
loading...
A
A
A
Zom 100: Bucket List of the Dead digarap Bug Films. Studio ini terbilang sebagai pemain baru di dunia anime. Berdiri pada September 2021, serial ini adalah anime pertama yang sepenuhnya mereka garap sendiri.
Sebelumnya, Bug Films sudah terlibat dalam sejumlah proyek anime lain yang tak kalah bagus seperti Summer Time Rendering dan Komi Can’t Communicate. Tapi, di dua anime itu, mereka berperan sebagai asisten karena OLM adalah pembuatnya. Melihat hasil Zom 100: Bucket List of the Dead, Bug Films menjadi studio yang menjanjikan.
![6 Fakta Serial Anime Zom 100: Bucket List of the Dead]()
Foto: Variety
Zom 100: Bucket List of the Dead berkisah tentang Akira Tendou. Cowok berusia 24 tahun itu merasa kehilangan hidupnya setelah tiga tahun menjadi budak korporat di perusahaan tempatnya bekerja. Kejenuhan membuatnya ingin berontak, tapi tidak berdaya. Ketika wabah zombie melanda kota, Akira malah senang karena akhirnya dia bisa bebas dari kantornya.
Apa yang dirasakan Akira ini sebenarnya relate dengan banyak orang saat ini. Sebagian besar orang mungkin merasakan kejenuhan yang dirasakan Akira selama dia bekerja. Akira berusaha mencari jalan keluar, tapi belum bisa sampai wabah zombie melanda. Jadi, ketika orang ketakutan, Akira malah kegirangan. Di dunia nyata, mungkin, ada orang seperti Akira, hanya tanpa keberadaan zombie.
![6 Fakta Serial Anime Zom 100: Bucket List of the Dead]()
Foto: Spiel Times
Dengan mengusung eleman komedi, horor, supranatural, suspense, dan survival, tak heran kalau Zom 100: Bucket List of the Dead tampil lain. Alih-alih menampilkan zombie dengan adegan berdarah-darah yang terlihat kejam, anime ini malah menampilkan darah penuh warna. Inilah yang membuatnya jadi unik.
Tapi, Zom 100 bukan satu-satunya anime yang mengalami sensor darah ini. Sebelumnya, Danganropa punya konsep yang serupa. Bedanya, Danganropa punya vibe yang lebih gelap ketimbang Zom 100.
Sebelumnya, Bug Films sudah terlibat dalam sejumlah proyek anime lain yang tak kalah bagus seperti Summer Time Rendering dan Komi Can’t Communicate. Tapi, di dua anime itu, mereka berperan sebagai asisten karena OLM adalah pembuatnya. Melihat hasil Zom 100: Bucket List of the Dead, Bug Films menjadi studio yang menjanjikan.
3. Ceritanya Unik dan Relate

Foto: Variety
Zom 100: Bucket List of the Dead berkisah tentang Akira Tendou. Cowok berusia 24 tahun itu merasa kehilangan hidupnya setelah tiga tahun menjadi budak korporat di perusahaan tempatnya bekerja. Kejenuhan membuatnya ingin berontak, tapi tidak berdaya. Ketika wabah zombie melanda kota, Akira malah senang karena akhirnya dia bisa bebas dari kantornya.
Apa yang dirasakan Akira ini sebenarnya relate dengan banyak orang saat ini. Sebagian besar orang mungkin merasakan kejenuhan yang dirasakan Akira selama dia bekerja. Akira berusaha mencari jalan keluar, tapi belum bisa sampai wabah zombie melanda. Jadi, ketika orang ketakutan, Akira malah kegirangan. Di dunia nyata, mungkin, ada orang seperti Akira, hanya tanpa keberadaan zombie.
4. Punya Sensor Darah

Foto: Spiel Times
Dengan mengusung eleman komedi, horor, supranatural, suspense, dan survival, tak heran kalau Zom 100: Bucket List of the Dead tampil lain. Alih-alih menampilkan zombie dengan adegan berdarah-darah yang terlihat kejam, anime ini malah menampilkan darah penuh warna. Inilah yang membuatnya jadi unik.
Tapi, Zom 100 bukan satu-satunya anime yang mengalami sensor darah ini. Sebelumnya, Danganropa punya konsep yang serupa. Bedanya, Danganropa punya vibe yang lebih gelap ketimbang Zom 100.
Lihat Juga :