Miss Indonesia 2020 Carla Yules Ingatkan Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental
Selasa, 28 Juli 2020 - 20:18 WIB
loading...
Miss Indonesia 2020 Carla Yules. Foto/SINDOnews/Isra Triansyah
A
A
A
JAKARTA - Sadar akan manfaat olahraga, Miss Indonesia 2020 Carla Yules tidak lupa untuk rutin berolahraga. Menurut Carla, olahraga tidak hanya baik bagi kesehatan tubuh, tapi juga bagus buat kesehatan mental.
Oleh karena itu, di tengah padatnya jadwal pekerjaan, Carla tidak pernah absen untuk tetap bergerak aktif. (Baca Juga: Aishwarya Rai dan Putrinya Sembuh dari Virus Corona )
"Mungkin buat kalian yang sibuk ada alasan untuk nggak berolahraga. Mulai sekarang harus berolahraga walau hanya beberapa kali," kata Carla seperti dikutip dari live streaming YouTube SINDOnews, Selasa (28/7).
"Secara ilmiah, olahraga bantu lancarkan peredaran darah dan keluarkan toksin dalam bentuk keringat. Secara mental dan mood jadi baik. Fisik juga sehat," sambungnya.
Hal ini senada dengan penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa olahraga dapat membantu meningkatkan kebugaran mental. Analisis skala besar dilakukan di Universitas Basel dan rekan-rekan mereka di Universitas Tsukuba, Jepang. Kelompok penelitian dengan partisipasi, Dr. Sebastian Ludyga dan Prof. Uwe Puhse, mengevaluasi 80 studi individu untuk mengidentifikasi beberapa karakteristik kunci.
Oleh karena itu, di tengah padatnya jadwal pekerjaan, Carla tidak pernah absen untuk tetap bergerak aktif. (Baca Juga: Aishwarya Rai dan Putrinya Sembuh dari Virus Corona )
"Mungkin buat kalian yang sibuk ada alasan untuk nggak berolahraga. Mulai sekarang harus berolahraga walau hanya beberapa kali," kata Carla seperti dikutip dari live streaming YouTube SINDOnews, Selasa (28/7).
"Secara ilmiah, olahraga bantu lancarkan peredaran darah dan keluarkan toksin dalam bentuk keringat. Secara mental dan mood jadi baik. Fisik juga sehat," sambungnya.
Hal ini senada dengan penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa olahraga dapat membantu meningkatkan kebugaran mental. Analisis skala besar dilakukan di Universitas Basel dan rekan-rekan mereka di Universitas Tsukuba, Jepang. Kelompok penelitian dengan partisipasi, Dr. Sebastian Ludyga dan Prof. Uwe Puhse, mengevaluasi 80 studi individu untuk mengidentifikasi beberapa karakteristik kunci.
Lihat Juga :