Mengenal Asal-usul Serabi Notosuman, Jajanan Khas Solo yang Ada Sejak 100 Tahun Lalu
Selasa, 01 Agustus 2023 - 12:01 WIB
loading...
A
A
A
Bagi pecinta serabi tentu penasaran kan dengan asal-usul kudapan manis ini? Dilansir dari situs Indonesia Kaya, Selasa (1/8/2023) asal-usul serabi notosuman sempat diperdebatkan oleh pakar kuliner, Bondan Winarno. Almarhum Bondan menyebut serbai notosuman ini modifikasi dari appen khas India.
Menurut kepercayaan orang Jawa, kue apem memiliki kedudukan istimewa, sebab kue ini dijadikan sebagai bentuk doa untuk memperoleh pengampunan dan pengayoman. Hampir semua ritual upacara tradisional Jawa menggunakan kue apem sebagai sajian.
Ternyata dari kue apem lah yang membuat pasangan Hoo Gek Hok dan Tan Giok Lan membuka gerai pertamanya di Jalan Veteran tahun 1923. Saat membuka gerai itu, mereka sempat berganti lokasi, yakni di Jalan Yos Sudarso, dan kemudian menetap di Jalan Mohammad Yamin, Solo sampai sekarang.
Baca Juga: Menyicip Makanan Khas Likupang yang Menggoyangkan Lidah
Dari menjual apem, pasangan itu kemudian berjualan serabi tanpa disengaja. Hal itu berawal ada pelanggan yang minta dibuatkan apem berbentuk pipih, ternyata seiring berjalannya waktu jajanan tersebut digemari dan mereka berhasil menciptakan serabi hasil pengembangan dari kue apem.
Wahjudi Pantja Sunjata dkk dalam buku Kuliner Jawa dalam Serat Centhini menyebut kini serabi menjadi identitas kuliner Kota Surakarta. Bahkan beberapa tempat menjadi pusat jajanan serabi adalah di daerah Pasar Pon, pasar tradisional, serta Kampung Notokusuman, yang kini dikenal dengan Notosuman.
Menurut kepercayaan orang Jawa, kue apem memiliki kedudukan istimewa, sebab kue ini dijadikan sebagai bentuk doa untuk memperoleh pengampunan dan pengayoman. Hampir semua ritual upacara tradisional Jawa menggunakan kue apem sebagai sajian.
Ternyata dari kue apem lah yang membuat pasangan Hoo Gek Hok dan Tan Giok Lan membuka gerai pertamanya di Jalan Veteran tahun 1923. Saat membuka gerai itu, mereka sempat berganti lokasi, yakni di Jalan Yos Sudarso, dan kemudian menetap di Jalan Mohammad Yamin, Solo sampai sekarang.
Baca Juga: Menyicip Makanan Khas Likupang yang Menggoyangkan Lidah
Dari menjual apem, pasangan itu kemudian berjualan serabi tanpa disengaja. Hal itu berawal ada pelanggan yang minta dibuatkan apem berbentuk pipih, ternyata seiring berjalannya waktu jajanan tersebut digemari dan mereka berhasil menciptakan serabi hasil pengembangan dari kue apem.
Wahjudi Pantja Sunjata dkk dalam buku Kuliner Jawa dalam Serat Centhini menyebut kini serabi menjadi identitas kuliner Kota Surakarta. Bahkan beberapa tempat menjadi pusat jajanan serabi adalah di daerah Pasar Pon, pasar tradisional, serta Kampung Notokusuman, yang kini dikenal dengan Notosuman.
Lihat Juga :