Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Ginjal, dari Mi Instan hingga Minum Kopi Berlebih
Kamis, 10 Agustus 2023 - 11:03 WIB
loading...
Ada beberapa makanan dan minuman yang jika dinikmati terlalu sering bisa memengaruhi kesehatan ginjal, di antaranya sering minum kopi hingga makan mi instan. Foto/ YouTube.
A
A
A
JAKARTA – Ada beberapa makanan dan minuman yang jika dinikmati terlalu sering bisa memengaruhi kesehatan ginjal .
Dilansir dari Instagram @win_bodyslim pada Kamis (10/8/2023), makanan dan minuman yang dapat merusak ginjal, seperti minum air dari sumur yang mengandung zat kapur, makanan asin dan gurih, suka minum kopi 2-3 gelas sehari, mengkonsumsi mi instan 2-3 kali seminggu, hingga makan bakso dan cilok terlalu sering.
Baca Juga: Makan Ikan Teri Bisa Sebabkan Asam Urat, Mengandung Purin Tinggi
Mengkonsumsi makananan minuman tersebut sebenarnya bukan hal yang dilarang, akan tetapi disarankan untuk tidak mengkonsumsinya dalam jumlah yang sering.
Untuk itu, melakukan pencegahan lebih baik dilakukan dengan deteksi sedini mungkin terhadap kesehatan ginjal dengan cara mengenali terlebih dahulu penyebab-penyebab gagal ginjal.
Selain itu, pencegahan idealnya dalam fase normal juga dapat dilakukan dengan menskrining orang-orang yang tidak sakit untuk mengetahui faktor risiko penyebab terjadinya penyakit ginjal atau tidak.
Mendukung pencegahan itu, pemerintah telah menyediakan layanan untuk deteksi dini bagi masyarakat dengan minimal setiap satu tahun sekali baik itu di tingkat RT atau RW, layanan tersebut dalam bentuk posyandu untuk usia produktif dan lansia.
Dilansir dari Instagram @win_bodyslim pada Kamis (10/8/2023), makanan dan minuman yang dapat merusak ginjal, seperti minum air dari sumur yang mengandung zat kapur, makanan asin dan gurih, suka minum kopi 2-3 gelas sehari, mengkonsumsi mi instan 2-3 kali seminggu, hingga makan bakso dan cilok terlalu sering.
Baca Juga: Makan Ikan Teri Bisa Sebabkan Asam Urat, Mengandung Purin Tinggi
Mengkonsumsi makananan minuman tersebut sebenarnya bukan hal yang dilarang, akan tetapi disarankan untuk tidak mengkonsumsinya dalam jumlah yang sering.
Untuk itu, melakukan pencegahan lebih baik dilakukan dengan deteksi sedini mungkin terhadap kesehatan ginjal dengan cara mengenali terlebih dahulu penyebab-penyebab gagal ginjal.
Selain itu, pencegahan idealnya dalam fase normal juga dapat dilakukan dengan menskrining orang-orang yang tidak sakit untuk mengetahui faktor risiko penyebab terjadinya penyakit ginjal atau tidak.
Mendukung pencegahan itu, pemerintah telah menyediakan layanan untuk deteksi dini bagi masyarakat dengan minimal setiap satu tahun sekali baik itu di tingkat RT atau RW, layanan tersebut dalam bentuk posyandu untuk usia produktif dan lansia.
Lihat Juga :