Pesona Budaya Indonesia Dipamerkan pada Festival Anggrek Asia Tenggara di Garden by The Bay Singapura
Senin, 21 Agustus 2023 - 14:42 WIB
loading...
A
A
A
Di Singapura, anggrek tidak hanya menjadi bunga nasional, tetapi juga menjadi media soft diplomacy melalui penamaan spesies anggrek. Lebih dari 7000 anggrek dipamerkan dalam Orchid Extravaganza: Orchids of the East Tropics memiliki asal-usul yang dapat dilacak dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Selain anggrek hibrida, terdapat juga spesies asli dari masing-masing negara yang dipamerkan, beberapa diantaranya dikembangbiakkan sendiri oleh para peneliti Gardens by the Bay.
Indonesia menampilkan keragaman budaya Indonesia dari Sabang hingga Merauke dengan representasi Rumah Toraja. Rumah Toraja, juga dikenal sebagai Tongkonan, merujuk pada rumah-rumah tradisional yang ditemukan di kalangan kelompok etnis Toraja di Sulawesi Selatan, Indonesia. Dikenal dengan atapnya yang berbentuk seperti perahu terbalik atau tanduk kerbau, atap-atap tersebut dihiasi dengan ukiran dan desain rumit, mencerminkan kekayaan budaya dan keyakinan spiritual masyarakat Toraja. Jenis anggrek asli Indonesia, Phalaenopsis amabilis, yang umumnya dikenal sebagai anggrek bulan, juga dipajang di samping rumah Toraja ini.
“Diantara negara anggota ASEAN lainnya, Indonesia memiliki keberagaman budaya yang sangat luar biasa. Inilah yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat di Singapura secara umum dan pengunjung Garden by the Bay secara khusus”, ujar Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh KBRI Singapura, Suryo Pratomo, didampingi Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Singapura, Juviano Dos Santos Ribeiro. Juviano menambahkan bahwa program ini juga menjadi bagian dari keketuaan Indonesia dalam ASEAN untuk tahun ini.
Garden by the Bay menjadi lokasi strategis sekaligus iconik karena menjadi sebuah taman buatan yang dikontrol dan dikelola dengan teknologi tinggi. “Selama tahun 2022 saja, Garden by the Bay dikunjungi hamper 9 juta pengunjung,” jelas Atase Pendidikan & Kebudayaan KBRI Singapura, Satrya Wibawa. Sehingga, selain pameran anggrek, KBRI Singapura menampilkan penampilan budaya Indonesia yang merepresentasikan keberagaman seni tradisi Indonesia.
Penampilan ini diharapkan dapat memberikan impresi positif terhadap Indonesia, terutama dalam upaya memulihkan industri pariwisata Indonesia setelah dihantam pandemik. Para penampil ini berasal dari beragam kalangan dan sepenuhnya dibawakan oleh masyarakat Indonesia di Singapura, mulai dari siswa Sekolah Indonesia Singapura, ibu-ibu anggota Darma Wanita Persatuan KBRI Singapura, komunitas masyarakat Bali hingga pekerja migran Indonesia di Singapura.
Indonesia menampilkan keragaman budaya Indonesia dari Sabang hingga Merauke dengan representasi Rumah Toraja. Rumah Toraja, juga dikenal sebagai Tongkonan, merujuk pada rumah-rumah tradisional yang ditemukan di kalangan kelompok etnis Toraja di Sulawesi Selatan, Indonesia. Dikenal dengan atapnya yang berbentuk seperti perahu terbalik atau tanduk kerbau, atap-atap tersebut dihiasi dengan ukiran dan desain rumit, mencerminkan kekayaan budaya dan keyakinan spiritual masyarakat Toraja. Jenis anggrek asli Indonesia, Phalaenopsis amabilis, yang umumnya dikenal sebagai anggrek bulan, juga dipajang di samping rumah Toraja ini.
“Diantara negara anggota ASEAN lainnya, Indonesia memiliki keberagaman budaya yang sangat luar biasa. Inilah yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat di Singapura secara umum dan pengunjung Garden by the Bay secara khusus”, ujar Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh KBRI Singapura, Suryo Pratomo, didampingi Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Singapura, Juviano Dos Santos Ribeiro. Juviano menambahkan bahwa program ini juga menjadi bagian dari keketuaan Indonesia dalam ASEAN untuk tahun ini.
Garden by the Bay menjadi lokasi strategis sekaligus iconik karena menjadi sebuah taman buatan yang dikontrol dan dikelola dengan teknologi tinggi. “Selama tahun 2022 saja, Garden by the Bay dikunjungi hamper 9 juta pengunjung,” jelas Atase Pendidikan & Kebudayaan KBRI Singapura, Satrya Wibawa. Sehingga, selain pameran anggrek, KBRI Singapura menampilkan penampilan budaya Indonesia yang merepresentasikan keberagaman seni tradisi Indonesia.
Penampilan ini diharapkan dapat memberikan impresi positif terhadap Indonesia, terutama dalam upaya memulihkan industri pariwisata Indonesia setelah dihantam pandemik. Para penampil ini berasal dari beragam kalangan dan sepenuhnya dibawakan oleh masyarakat Indonesia di Singapura, mulai dari siswa Sekolah Indonesia Singapura, ibu-ibu anggota Darma Wanita Persatuan KBRI Singapura, komunitas masyarakat Bali hingga pekerja migran Indonesia di Singapura.
Lihat Juga :