Kembangkan Keanekaragaman Wastra Jawa Tengah Menjadi Karya Craft Fashion Berselera Global
Selasa, 22 Agustus 2023 - 11:46 WIB
loading...
Provinsi Jawa Tengah untuk kedua kalinya mendukung Semarang Fashion Trend melalui sinergi program ‘’Embrancing Festival Jateng Syariah’’ dengan berbagai kegiatan. (Foto: dok Istimewa)
A
A
A
SEMARANG - Memasuki era new normal pasca pandemi Covid 19, industri fesyen di Tanah Air terutama Jawa Tengah dan Semarang pada khususnya mengalami banyak perubahan signifikan. Poin penting perubahan adalah yang pertama yakni naiknya minat konsumen pada produk lokal yang membuka peluang bagi brand lokal Indonesia untuk mendapatkan popularitas lebih besar di pasar dalam negeri dan luar negeri.
Yang kedua adalah pada pasca pandemi, ada kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam industri fesyen melalui pelatihan daring, lokakarya serta program pendidikan, sehingga menciptakan tenaga kerja yang lebih terampil dan kreatif. Ketiga, industri fesyen telah merespon perubahan gaya hidup dengan menawarkan pakaian yang lebih sesuai untuk berbagai aktivitas.
Adapun poin keempat, adanya kemitraan dan kolaborasi merek fesyen dengan desainer lokal, seniman, atau merek lain untuk menciptakan produk-produk yang unik dan menarik bagi konsumen. Kelima, sustainable fashion yaitu kesadaran akan isu lingkungan dapat mendorong permintaan untuk pakaian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dan yang terakhir, digitalisasi dan inovasi teknologi seperti Augmented Reality (AR) bisa memberikan rekomendasi produk yang lebih personal, dapat membuka peluang baru dalam pengalaman berbelanja fesyen.
Selain itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah untuk kedua kalinya mendukung Semarang Fashion Trend melalui sinergi program ‘’Embrancing Festival Jateng Syariah’’ dengan berbagai kegiatan antara lain Jateng Modestpreneur Incubator, Jateng Modest Design Competition dan pergelaran busana muslim karya desainer kebanggaan Tanah Air dengan tujuan untuk mendorong peningkatan ekonomi syariah berkelanjutan untuk masyarakat Jawa Tengah pada khususnya.
Sebagai annual event, Semarang Fashion Trend atau SFT yang diinisiasi Indonesian Fashion Chamber (IFC) Semarang Chapter diproyeksikan dapat melahirkan karya-karya terkini sesuai dengan tren global untuk memberikan inspirasi kepada pelaku industri mode Indonesia dan serta menjadi tolak ukur perkembangan fesyen di Jawa Tengah umumnya dan Semarang pada khususnya.
Yang kedua adalah pada pasca pandemi, ada kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam industri fesyen melalui pelatihan daring, lokakarya serta program pendidikan, sehingga menciptakan tenaga kerja yang lebih terampil dan kreatif. Ketiga, industri fesyen telah merespon perubahan gaya hidup dengan menawarkan pakaian yang lebih sesuai untuk berbagai aktivitas.
Adapun poin keempat, adanya kemitraan dan kolaborasi merek fesyen dengan desainer lokal, seniman, atau merek lain untuk menciptakan produk-produk yang unik dan menarik bagi konsumen. Kelima, sustainable fashion yaitu kesadaran akan isu lingkungan dapat mendorong permintaan untuk pakaian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dan yang terakhir, digitalisasi dan inovasi teknologi seperti Augmented Reality (AR) bisa memberikan rekomendasi produk yang lebih personal, dapat membuka peluang baru dalam pengalaman berbelanja fesyen.
Selain itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah untuk kedua kalinya mendukung Semarang Fashion Trend melalui sinergi program ‘’Embrancing Festival Jateng Syariah’’ dengan berbagai kegiatan antara lain Jateng Modestpreneur Incubator, Jateng Modest Design Competition dan pergelaran busana muslim karya desainer kebanggaan Tanah Air dengan tujuan untuk mendorong peningkatan ekonomi syariah berkelanjutan untuk masyarakat Jawa Tengah pada khususnya.
Sebagai annual event, Semarang Fashion Trend atau SFT yang diinisiasi Indonesian Fashion Chamber (IFC) Semarang Chapter diproyeksikan dapat melahirkan karya-karya terkini sesuai dengan tren global untuk memberikan inspirasi kepada pelaku industri mode Indonesia dan serta menjadi tolak ukur perkembangan fesyen di Jawa Tengah umumnya dan Semarang pada khususnya.
Lihat Juga :