Cerita Korban Pinjol yang Didominasi Gen Z, Begini Kata Hotman Paris
Kamis, 24 Agustus 2023 - 07:31 WIB
loading...
A
A
A
Korban pinjol rupanya juga menyasar pada orang-orang yang tak bersalah. Perempuan berinisial IMP (26) misalnya, dia mengaku mendapat teror penagih pinjol lantaran data pribadinya digunakan orang lain untuk berutang.
"Hal ini karena beberapa faktor internal. Salah satunya karena adanya kepercayaan bahwa si pelaku tersebut akan melakukan pembayaran setiap bulannya," tutur IMP dalam wawancara berbeda.
Berbeda dari J, karyawati di salah satu bank swasta tersebut bahkan mendapat ancaman melalui pesan singkat WhatsApp dengan kata-kata kasar.
Sebab, pelaku pinjol yang diduga menggunakan data pribadinya lalai dalam melunasi utang tersebut.
"Sekarang ngerti kenapa banyak orang yang melakukan bunuh diri karena pinjol itu sendiri. Gue pun pernah ada di posisi itu, ketika gue udah mulai nggak bayar karena pelaku pinjol tersebut hilang dan nggak bertanggung jawab, gue yang kena dampaknya. Setiap hari di ancam dan dibuat nggak tenang. Sering kali ancam akan telfon ke kantor tempat gue kerja," beber IMP.
"Selain itu mereka juga berbicara kasar yang dapat menjatuhkan mental seseorang. Jujur saya sendiri sampai harus ke psikolog untuk bisa tenang," sambungnya.
"Hal ini karena beberapa faktor internal. Salah satunya karena adanya kepercayaan bahwa si pelaku tersebut akan melakukan pembayaran setiap bulannya," tutur IMP dalam wawancara berbeda.
Berbeda dari J, karyawati di salah satu bank swasta tersebut bahkan mendapat ancaman melalui pesan singkat WhatsApp dengan kata-kata kasar.
Sebab, pelaku pinjol yang diduga menggunakan data pribadinya lalai dalam melunasi utang tersebut.
"Sekarang ngerti kenapa banyak orang yang melakukan bunuh diri karena pinjol itu sendiri. Gue pun pernah ada di posisi itu, ketika gue udah mulai nggak bayar karena pelaku pinjol tersebut hilang dan nggak bertanggung jawab, gue yang kena dampaknya. Setiap hari di ancam dan dibuat nggak tenang. Sering kali ancam akan telfon ke kantor tempat gue kerja," beber IMP.
"Selain itu mereka juga berbicara kasar yang dapat menjatuhkan mental seseorang. Jujur saya sendiri sampai harus ke psikolog untuk bisa tenang," sambungnya.
Lihat Juga :