Teuku Wisnu Kesulitan Tanamkan Ilmu Agama pada Anak: Perlu Perjuangan
Sabtu, 02 September 2023 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
"Adam sembilang tahun sekarang, Insyaallah dia sekarang kalau salat fardu ya, dia salat. Kadang ada waktu-waktu yang memang lagi misalnya kayak lagi main apa, sudah adzan, kadang suka kebablasan tuh kalau nggak diingetin. Jadi masih tetap harus kita ingetin," tuturnya.
Berbeda pula dengan putrinya, Hawa. Di usianya yang baru menginjak tujuh tahun, Hawa lebih sulit ketika diminta untuk salat. Teuku Wisnu pun memilih untuk tidak memaksanya. Cara Wisnu memberikan pengertian kepada anak-anaknya adalah dengan mengajak, bukan memaksa.
"Kalau Hawa juga masih belum mau. Kayak salat belum 'sudah tujuh tahun loh, nak salat' 'gak mau ah'. Tapi memang di umur tujuh tahun gak boleh kita paksa. Orangtua menganjurkan terutama salat ya 'Nih bareng Abi, bareng abang, bareng mami, yuk salat'," kata Teuku Wisnu.
Kepada Hawa, Teuku Wisnu perlahan-lahan memberitahukannya soal kewajiban seorang muslimah. Narasi yang tepat diyakininya akan lebih mudah mendorong anak untuk memahami dan mengikutinya.
"Tapi kalau misal 'ah gak. mau lagi males' oh ya udah tapi kita terus ngajak sambil kita kasih narasi, 'kan kewajiban muslimah nanti kita di cintai sama Allah'. Itu kewajiban kita gimana bisa membangun narasi sama anak," ucapnya.
Selain menjelaskan lewat narasi yang mudah dimengerti dan tak bermaksud untuk memaksa, Teuku Wisnu juga memiliki cara jitu yang dirasa tepat, mencontohkan secara langsung kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan.
Berbeda pula dengan putrinya, Hawa. Di usianya yang baru menginjak tujuh tahun, Hawa lebih sulit ketika diminta untuk salat. Teuku Wisnu pun memilih untuk tidak memaksanya. Cara Wisnu memberikan pengertian kepada anak-anaknya adalah dengan mengajak, bukan memaksa.
"Kalau Hawa juga masih belum mau. Kayak salat belum 'sudah tujuh tahun loh, nak salat' 'gak mau ah'. Tapi memang di umur tujuh tahun gak boleh kita paksa. Orangtua menganjurkan terutama salat ya 'Nih bareng Abi, bareng abang, bareng mami, yuk salat'," kata Teuku Wisnu.
Kepada Hawa, Teuku Wisnu perlahan-lahan memberitahukannya soal kewajiban seorang muslimah. Narasi yang tepat diyakininya akan lebih mudah mendorong anak untuk memahami dan mengikutinya.
"Tapi kalau misal 'ah gak. mau lagi males' oh ya udah tapi kita terus ngajak sambil kita kasih narasi, 'kan kewajiban muslimah nanti kita di cintai sama Allah'. Itu kewajiban kita gimana bisa membangun narasi sama anak," ucapnya.
Selain menjelaskan lewat narasi yang mudah dimengerti dan tak bermaksud untuk memaksa, Teuku Wisnu juga memiliki cara jitu yang dirasa tepat, mencontohkan secara langsung kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan.
Lihat Juga :