Dompet Dhuafa Hadirkan CSV Connect 2023, Tekan Peran Aktif Perusahaan dalam Ciptakan Nilai Sosial dan Ekonomi Bersama
Sabtu, 02 September 2023 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
“Laju perkembangan ini sebetulnya kami sudah masuk fase di CSV. Sehingga tidak hanya pemberdayaan melalui penyaluran, tetapi betul-betul pemberdayaan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan sosial yang dikerjakan secara bersama-sama,” ucapnya.
Di waktu yang sama, Etika Setiawanti selaku Direktur Mobilisasi Sumber Daya Dompet Dhuafa mengatakan, “CSR tradisional hanya fokus pada reputasi perusahaan saja, sedangkan CSV turut berusaha untuk memenangkan persaingan. CSV juga menjadi strategi korporasi tidak hanya dilakukan oleh satu unit departemen saja, tetapi menjadi model strategis yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan di lembaga atau institusi. Main driver dari CSR adalah para pemangku kepentingan dari lingkungan eksternal”.
![Dompet Dhuafa Hadirkan CSV Connect 2023, Tekan Peran Aktif Perusahaan dalam Ciptakan Nilai Sosial dan Ekonomi Bersama]()
Secara pendekatan, CSV lebih proaktif yang berarti didesain secara terencana oleh brand atau perusahaan tertentu, sehingga menghasilkan program yang lebih berkelanjutan.
“Jadi tidak reaktif seperti CSR Traditional yang biasanya akan berjalan ketika ada isu-isu yang membelit perusahaan tersebut. Bahkan CSR Traditional bisa dibilang program singkat sebatas menutupi isu yang sedang terjadi,"kata Etika.
Secara pengukuran, CSV diharapkan lebih terukur dari sisi sosial dan ekonomi, bukan hanya sebagai serapan anggaran (spending) saja sebagaimana CSR tradisional. Meninjau dari sisi benefit bisnis, CSV diharapkan menciptakan peluang bisnis dari segala isu yang muncul, sehingga dapat berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) dan ada perubahan yang berkelanjutan.
Di waktu yang sama, Etika Setiawanti selaku Direktur Mobilisasi Sumber Daya Dompet Dhuafa mengatakan, “CSR tradisional hanya fokus pada reputasi perusahaan saja, sedangkan CSV turut berusaha untuk memenangkan persaingan. CSV juga menjadi strategi korporasi tidak hanya dilakukan oleh satu unit departemen saja, tetapi menjadi model strategis yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan di lembaga atau institusi. Main driver dari CSR adalah para pemangku kepentingan dari lingkungan eksternal”.

Secara pendekatan, CSV lebih proaktif yang berarti didesain secara terencana oleh brand atau perusahaan tertentu, sehingga menghasilkan program yang lebih berkelanjutan.
“Jadi tidak reaktif seperti CSR Traditional yang biasanya akan berjalan ketika ada isu-isu yang membelit perusahaan tersebut. Bahkan CSR Traditional bisa dibilang program singkat sebatas menutupi isu yang sedang terjadi,"kata Etika.
Secara pengukuran, CSV diharapkan lebih terukur dari sisi sosial dan ekonomi, bukan hanya sebagai serapan anggaran (spending) saja sebagaimana CSR tradisional. Meninjau dari sisi benefit bisnis, CSV diharapkan menciptakan peluang bisnis dari segala isu yang muncul, sehingga dapat berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) dan ada perubahan yang berkelanjutan.
Lihat Juga :