CERMIN: tentang Orpa yang Mencoba Menemukan Jalannya Sendiri
Rabu, 13 September 2023 - 15:26 WIB
loading...
A
A
A
Ia hendak menuju ke Wamena, sebuah kota yang diyakininya bisa membukakannya jalan untuk meraih mimpinya. Tapi terkadang memang semesta suka bercanda.
Di perjalanan ia malah bertemu dengan Ryan, musisi asal Jakarta, yang masih membawa lagak petantang-petentengnya memasuki kampung orang. Perjalanan keduanya menemui banyak hambatan, tapi membantu mereka melihat apa yang selama ini tak mereka lihat. Ryan yang lebih pantas dipanggil paman oleh Orpa justru banyak belajar dari gadis remaja ini.
Kita sebagai penonton juga melihat bagaimana dua manusia dari dua dunia yang berbeda mencoba saling mengerti, saling memahami dan saling membantu. Faktor inilah yang bisa jadi membuat Orpaterasa relevan dan lebih universal karena ia membahas hal-hal yang bisa terjadi pada siapa pun dan di mana pun, tak hanya di Papua.
![CERMIN: tentang Orpa yang Mencoba Menemukan Jalannya Sendiri]()
Foto: QUN Films
Saya pernah memproduseri film dokumenter panjang berjudul Cerita Dari Tapal Batasyang menjadi nomine Film Dokumenter Terbaik FFI 2011. Salah satu isu yang mengemuka di sana adalah seputar akses pendidikan.
Tokoh utama dari film tersebut, Bu Martini, bahkan mengeluh di depan kamera bahwa selama ini belum ada satu pun presiden yang masuk hingga ke pelosok di perbatasan untuk melihat sendiri yang terjadi di sana. Dari pengalaman ini saya pun tahu bahwa masalah terbesar yang dihadapi negeri ini bisa jadi adalah karena wilayahnya yang cukup luas dan terdiri dari 17 ribu pulau dan menyebabkan kesulitan untuk menjangkau sebagian besarnya.
Sementara di Papua, rasanya baru Presiden Joko Widodo yang menaruh perhatian cukup besar. Begitupun ketika pembangunan digalakkan, yang sering kali mendapat perhatian adalah pembangunan fisik seperti membangun jalan, jembatan dan seterusnya. Namun membangun fasilitas seperti sekolah hingga di desa terpencil masih sering terabaikan.
Masalah ini memang seperti lingkaran setan yang tak berujung hingga berpuluh tahun lamanya dan membawa masalah-masalah serius. Anggota Komisi X DPR RI Roberth Yoppy Kardinal mengungkapkan bahwa sekitar 620 ribu anak di Papua putus sekolah yang tersebar di enam provinsi, yakni Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan.
![CERMIN: tentang Orpa yang Mencoba Menemukan Jalannya Sendiri]()
Foto:QUN Films
Di perjalanan ia malah bertemu dengan Ryan, musisi asal Jakarta, yang masih membawa lagak petantang-petentengnya memasuki kampung orang. Perjalanan keduanya menemui banyak hambatan, tapi membantu mereka melihat apa yang selama ini tak mereka lihat. Ryan yang lebih pantas dipanggil paman oleh Orpa justru banyak belajar dari gadis remaja ini.
Kita sebagai penonton juga melihat bagaimana dua manusia dari dua dunia yang berbeda mencoba saling mengerti, saling memahami dan saling membantu. Faktor inilah yang bisa jadi membuat Orpaterasa relevan dan lebih universal karena ia membahas hal-hal yang bisa terjadi pada siapa pun dan di mana pun, tak hanya di Papua.

Foto: QUN Films
Saya pernah memproduseri film dokumenter panjang berjudul Cerita Dari Tapal Batasyang menjadi nomine Film Dokumenter Terbaik FFI 2011. Salah satu isu yang mengemuka di sana adalah seputar akses pendidikan.
Tokoh utama dari film tersebut, Bu Martini, bahkan mengeluh di depan kamera bahwa selama ini belum ada satu pun presiden yang masuk hingga ke pelosok di perbatasan untuk melihat sendiri yang terjadi di sana. Dari pengalaman ini saya pun tahu bahwa masalah terbesar yang dihadapi negeri ini bisa jadi adalah karena wilayahnya yang cukup luas dan terdiri dari 17 ribu pulau dan menyebabkan kesulitan untuk menjangkau sebagian besarnya.
Sementara di Papua, rasanya baru Presiden Joko Widodo yang menaruh perhatian cukup besar. Begitupun ketika pembangunan digalakkan, yang sering kali mendapat perhatian adalah pembangunan fisik seperti membangun jalan, jembatan dan seterusnya. Namun membangun fasilitas seperti sekolah hingga di desa terpencil masih sering terabaikan.
Masalah ini memang seperti lingkaran setan yang tak berujung hingga berpuluh tahun lamanya dan membawa masalah-masalah serius. Anggota Komisi X DPR RI Roberth Yoppy Kardinal mengungkapkan bahwa sekitar 620 ribu anak di Papua putus sekolah yang tersebar di enam provinsi, yakni Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan.

Foto:QUN Films
Lihat Juga :