Apakah Satoru Gojo Mati di Jujutsu Kaisen Chapter 236?
Rabu, 20 September 2023 - 21:29 WIB
loading...
A
A
A
Itu membuatnya memotong tidak hanya Satoru tapi juga dunia itu sendiri. Ini membuat teknik Mukagen Satoru jadi sama sekali tidak efektif dan menanti akhir semuanya. Padahal, di chapter sebelumnya, Satoru mampu mengempaskan Sukuna dengan serangan Kilat Hitam.
Tapi, di saat yang sama, dia tidak sadar kalau roda Mahoraga telah berputar untuk yang keempat. Satoru akhirnya menemukan dirinya terjebak di Bayangan Mahoraga. Mahoraga pun menyayat Satoru dengan membabi buta.
Sukuna lantas mengawasi tubuh Satoru yang telah terbelah dua dan tidak bernyawa. Raja Kutukan itu lantas membuat komentar yang menekankan tidak pentingnya Mukagen ketika dibandingkan dengan kemampuan memotong seluruh dunia. Pernyataan ini menyolidkan kemenangan Sukuna dan mengakhiri rezim Satoru.
![Apakah Satoru Gojo Mati di Jujutsu Kaisen Chapter 236?]()
Foto: Dexerto
Chapter 236 dimulai dengan visi Satoru. Di visi itu, dia kembali bertemu Suguru Geto. Suguru menyapanya dengan sapaan khasnya, “Yo,” yang membuat Satoru kesal. Satoru mengeluh, sementara dia memberitahu muridnya kalau seorang penyihir Jujutsu mati sendirian, pada akhirnya, itu tidak benar.
Kepada Suguru, Satoru mengatakan, kematiannya akan punya konsekuensi, dalam kaitannya dengan ayah Satoru. Tapi, dia meninggalkan semuanya di tangan Shoko. Suguru menanyakan tentang pertarungannya dengan Sukuna. Satoru menjawab kalau Raja Roh itu memang kuat.
Menurut Satoru, Sukuna pasti menang meskipun dia tidak menguasai teknik 10 Bayangan Megumi dan dia bahkan tidak menggunakan seluruh kekuatannya. Satoru menyesal, sementara dia memberikan semua usahanya dalam pertarungan melawan Sukuna, Raja Kutukan itu menahan diri dan tidak menikmati pertarungan itu seperti dirinya. Satoru mengatakan kepada Suguru kalau dia berharap temannya itu ada di sana untuk menyemangatinya bersama para muridnya.
Chapter itu kemudian memperlihatkan Kento Nanami, yang mengingatkan Suguru kalau dia pernah membahas tentang menghidupkan semuanya kepada Satoru. Itu bukan karena Satoru melihat Masyarakat Jujutsu sebagai sesuatu untuk dilindungi, tapi karena dia mendapatkan kesenangan tiada tara dari bertarung. Satoru senang karena dia dibunuh orang yang lebih kuat darinya dan tidak harus sekarat karena penyakit. Nanami mengoloknya karena berbicara seperti seorang jenderal Samurai, dan Haibara, yang muncul bersama Nanami, menegurnya karena itu.
Tapi, di saat yang sama, dia tidak sadar kalau roda Mahoraga telah berputar untuk yang keempat. Satoru akhirnya menemukan dirinya terjebak di Bayangan Mahoraga. Mahoraga pun menyayat Satoru dengan membabi buta.
Sukuna lantas mengawasi tubuh Satoru yang telah terbelah dua dan tidak bernyawa. Raja Kutukan itu lantas membuat komentar yang menekankan tidak pentingnya Mukagen ketika dibandingkan dengan kemampuan memotong seluruh dunia. Pernyataan ini menyolidkan kemenangan Sukuna dan mengakhiri rezim Satoru.
2. Visi Satoru Gojo yang Menyedihkan

Foto: Dexerto
Chapter 236 dimulai dengan visi Satoru. Di visi itu, dia kembali bertemu Suguru Geto. Suguru menyapanya dengan sapaan khasnya, “Yo,” yang membuat Satoru kesal. Satoru mengeluh, sementara dia memberitahu muridnya kalau seorang penyihir Jujutsu mati sendirian, pada akhirnya, itu tidak benar.
Kepada Suguru, Satoru mengatakan, kematiannya akan punya konsekuensi, dalam kaitannya dengan ayah Satoru. Tapi, dia meninggalkan semuanya di tangan Shoko. Suguru menanyakan tentang pertarungannya dengan Sukuna. Satoru menjawab kalau Raja Roh itu memang kuat.
Menurut Satoru, Sukuna pasti menang meskipun dia tidak menguasai teknik 10 Bayangan Megumi dan dia bahkan tidak menggunakan seluruh kekuatannya. Satoru menyesal, sementara dia memberikan semua usahanya dalam pertarungan melawan Sukuna, Raja Kutukan itu menahan diri dan tidak menikmati pertarungan itu seperti dirinya. Satoru mengatakan kepada Suguru kalau dia berharap temannya itu ada di sana untuk menyemangatinya bersama para muridnya.
Chapter itu kemudian memperlihatkan Kento Nanami, yang mengingatkan Suguru kalau dia pernah membahas tentang menghidupkan semuanya kepada Satoru. Itu bukan karena Satoru melihat Masyarakat Jujutsu sebagai sesuatu untuk dilindungi, tapi karena dia mendapatkan kesenangan tiada tara dari bertarung. Satoru senang karena dia dibunuh orang yang lebih kuat darinya dan tidak harus sekarat karena penyakit. Nanami mengoloknya karena berbicara seperti seorang jenderal Samurai, dan Haibara, yang muncul bersama Nanami, menegurnya karena itu.
Lihat Juga :