Deteksi Dini Kanker Prostat Beri Harapan Hidup di Atas 90%
Jum'at, 22 September 2023 - 18:18 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan data GLOBOCAN tahun 2020, kanker prostat merupakan penyebab kematian nomor enam tersering pada pria, dengan insiden global sebesar 30.7 per 100.000 pria dan angka kematian 7.7 per 100.000 pria.
Di Indonesia, kanker prostat menempati urutan ke-5 kasus kanker terbanyak pada pasien laki-laki dengan angka kejadian 11.6 kasus per 100.000 pria dan angka kematian 4.5 per 100.000 pria.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Prostate Cancer Awareness Month 2023, Prof. dr. Agus Rizal Ardy
Hariandy Hamid, Sp. U (K), FICRS, Ph.D., mengatakan. kanker prostat stadium awal hampir selalu tanpa gejala. Kecurigaan akan meningkat dengan adanya gejala lain seperti nyeri tulang, fraktur patologis ataupun penekanan sumsum tulang.
"Untuk itu, dianjurkan pemeriksaan PSA usia 50 tahun, sedangkan yang mempunyai riwayat keluarga dianjurkan untuk pemeriksaan PSA lebih awal yaitu 45 tahun," katanya.
“Deteksi dini kanker prostat memungkinkan tatalaksana sedini mungkin, sehingga dapat diobati sebelum menyebar. Hal ini dapat mengurangi kemungkinan kematian akibat kanker prostat," pungkas dr. Agus.
Di Indonesia, kanker prostat menempati urutan ke-5 kasus kanker terbanyak pada pasien laki-laki dengan angka kejadian 11.6 kasus per 100.000 pria dan angka kematian 4.5 per 100.000 pria.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Prostate Cancer Awareness Month 2023, Prof. dr. Agus Rizal Ardy
Hariandy Hamid, Sp. U (K), FICRS, Ph.D., mengatakan. kanker prostat stadium awal hampir selalu tanpa gejala. Kecurigaan akan meningkat dengan adanya gejala lain seperti nyeri tulang, fraktur patologis ataupun penekanan sumsum tulang.
"Untuk itu, dianjurkan pemeriksaan PSA usia 50 tahun, sedangkan yang mempunyai riwayat keluarga dianjurkan untuk pemeriksaan PSA lebih awal yaitu 45 tahun," katanya.
“Deteksi dini kanker prostat memungkinkan tatalaksana sedini mungkin, sehingga dapat diobati sebelum menyebar. Hal ini dapat mengurangi kemungkinan kematian akibat kanker prostat," pungkas dr. Agus.
(tsa)
Lihat Juga :