Kompetisi Aussie Beef Mates di Brisbane Bersama Chef Stefu
Rabu, 27 September 2023 - 11:09 WIB
loading...
Chef Stefu berfoto Bersama dengan corporate chef dari Meat and Livestock Australia, Sam Burke saat acara Darling Down Beef Battle. (Foto: dok MLA)
A
A
A
JAKARTA - Meat and Livestock Australia kembali mengadakan perjalanan bersama beberapa chef dari United State dan tiga negara South East Asia atau Asia Tenggara, kali ini dari negara Thailand, Vietnam dan yang pastinya dari Indonesia.
Siapa yang tidak kenal dengan Chef Stefu Santoso, beberapa kali menjabat sebagai President di ACP (Association Chef Professional) dan sampai sekarang masih aktif di dunia kuliner.
Kali ini, tiga chefs dari SEA dan empat chef dari US terbang dari negaranya masing-masing ke Brisbane untuk melihat sendiri bagaimana para peternak sapi membesarkan sapi sampai proses pemotongan di rumah potong dan akhirnya diproduksi menjadi daging sapi yang berkualitas, halal, safety dan aman di konsumsi. Di acara Aussie Beef Mates kali ini, chef Stefu menghadiri juga Darling Down Beef Battle yang terdiri dari dua kompetisi, yaitu:
Pertandingan Pertama
Lomba makan daging dengan tujuh chef (4 amerika + 3 dari Asia mencoba 9 jenis daging dengan potongan daging sirloin (dimasak medium rare). Mereka mencoba daging tanpa mengetahui asal/merk. Penilaian terdiri atas beef flavour, intense of flavour, tenderness, dan liking. Pada pertandingan ini dimenangkan oleh Stockyard.
Pertandingan Kedua
Lomba makan daging dengan mengundang 500 orang dari kalangan umum untuk mencoba 9 jenis daging dengan penilaian beef flavour, intense of flavour, tenderness, liking. Pemenang dari kompetensi kedua ialah Standbrug.
Negara Australia sebagai salah satu penghasil daging potong sapi yang terkenal dan terbesar. Oleh karena industrinya yang sangat besar, segi higienis menjadi prioritas utama. Hal ini terlihat pada saat pelaksanaan pemotongan hewan sapi, salah satu yang disaksikan oleh Chef Stefu (sebagai perwakilan AUSSIE BEEF MATES dari Indonesia) daging atau kulit sapi setelah di potong tidak ada bercak darah. Bahkan, pisau yang di gunakan selalu melalui proses sterilisasi dengan cara merendam pisau di air panas setelah dan akan digunakan.
![Kompetisi Aussie Beef Mates di Brisbane Bersama Chef Stefu]()
Melihat langsung proses halal slaughter sampai di kemas dalam box yang siap di kirim ke seluruh dunia.
Selain segi higienis, aspek Halal menjadi perhatian utama apalagi daging yang akan dikirim dengan tujuan negara dengan mayoritas penduduk muslim yang tinggi, yaitu Indonesia. Hal ini dijelaskan juga oleh Chef Stefu saat melihat tempat pemotongan sapi di Queensland dimana sapi sebelum di potong di pingsankan dan dalam waktu di bawah 30 detik sudah harus di sembelih.
Siapa yang tidak kenal dengan Chef Stefu Santoso, beberapa kali menjabat sebagai President di ACP (Association Chef Professional) dan sampai sekarang masih aktif di dunia kuliner.
Kali ini, tiga chefs dari SEA dan empat chef dari US terbang dari negaranya masing-masing ke Brisbane untuk melihat sendiri bagaimana para peternak sapi membesarkan sapi sampai proses pemotongan di rumah potong dan akhirnya diproduksi menjadi daging sapi yang berkualitas, halal, safety dan aman di konsumsi. Di acara Aussie Beef Mates kali ini, chef Stefu menghadiri juga Darling Down Beef Battle yang terdiri dari dua kompetisi, yaitu:
Pertandingan Pertama
Lomba makan daging dengan tujuh chef (4 amerika + 3 dari Asia mencoba 9 jenis daging dengan potongan daging sirloin (dimasak medium rare). Mereka mencoba daging tanpa mengetahui asal/merk. Penilaian terdiri atas beef flavour, intense of flavour, tenderness, dan liking. Pada pertandingan ini dimenangkan oleh Stockyard.
Pertandingan Kedua
Lomba makan daging dengan mengundang 500 orang dari kalangan umum untuk mencoba 9 jenis daging dengan penilaian beef flavour, intense of flavour, tenderness, liking. Pemenang dari kompetensi kedua ialah Standbrug.
Negara Australia sebagai salah satu penghasil daging potong sapi yang terkenal dan terbesar. Oleh karena industrinya yang sangat besar, segi higienis menjadi prioritas utama. Hal ini terlihat pada saat pelaksanaan pemotongan hewan sapi, salah satu yang disaksikan oleh Chef Stefu (sebagai perwakilan AUSSIE BEEF MATES dari Indonesia) daging atau kulit sapi setelah di potong tidak ada bercak darah. Bahkan, pisau yang di gunakan selalu melalui proses sterilisasi dengan cara merendam pisau di air panas setelah dan akan digunakan.

Melihat langsung proses halal slaughter sampai di kemas dalam box yang siap di kirim ke seluruh dunia.
Selain segi higienis, aspek Halal menjadi perhatian utama apalagi daging yang akan dikirim dengan tujuan negara dengan mayoritas penduduk muslim yang tinggi, yaitu Indonesia. Hal ini dijelaskan juga oleh Chef Stefu saat melihat tempat pemotongan sapi di Queensland dimana sapi sebelum di potong di pingsankan dan dalam waktu di bawah 30 detik sudah harus di sembelih.
Lihat Juga :