Mengenal Batik yang Banyak Diburu Gen Z, dari Desain hingga Motif
Minggu, 01 Oktober 2023 - 16:36 WIB
loading...
A
A
A
"Batik pesisir itu tidak menggunakan pola-pola kraton sehingga lebih berani. Contohnya ada motif burung merak. Visualisasinya benar-benar tegas tidak seperti batik klasik yang cenderung terselubung (tidak gamblang)," ujar Agnes Dwina Herdiasti, Pengamat dan Penggiat Batik Alami saat dihubungi MNC Portal, belum lama ini.
Selain itu, batik pesisir juga mendapat pengaruh dari budaya, Eropa, China hingga Jepang. Dari proses akulturasi ini, muncul motif-motif batik, seperti burung phoenix, bunga delima, bunga lotus, bunga seruni, dan masih banyak lagi.
Motif kontemporer juga bisa diartikan sebagai desain atau motif yang benar-benar baru. Kendati demikian, ia tidak meninggalkan pakem-pakem dari batik itu sendiri.
"Seperti pengalaman saya diminta untuk mendesain batik bermotif truntum, tapi di bagian depannya diberi twist gambar Superman sehingga lebih personal bagi si pemakai. Sekilas terlihat nyeleneh, kenapa tiba-tiba ada Superman? Tapi sebetulnya ada benang merahnya," kata Agnes.
"Superman itu kan dikenal mementingkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadinya, sama seperti makna dari motif parang. Lalu dipadukan dengan motif truntum yang memiliki arti cinta tulus. Menurut saya kenapa tidak, selama si pemakai menemukan spirit dari pilihan motifnya itu," ucap dia lagi.
"Anak-anak muda lebih menyukai warna-warna vivid, cerah, cheerful. Sangat kontras dengan batik klasik yang warnanya cenderung lebih kelam," ujar founder brand batik tulis asal Jakarta itu.
Selain itu, batik pesisir juga mendapat pengaruh dari budaya, Eropa, China hingga Jepang. Dari proses akulturasi ini, muncul motif-motif batik, seperti burung phoenix, bunga delima, bunga lotus, bunga seruni, dan masih banyak lagi.
Motif kontemporer juga bisa diartikan sebagai desain atau motif yang benar-benar baru. Kendati demikian, ia tidak meninggalkan pakem-pakem dari batik itu sendiri.
"Seperti pengalaman saya diminta untuk mendesain batik bermotif truntum, tapi di bagian depannya diberi twist gambar Superman sehingga lebih personal bagi si pemakai. Sekilas terlihat nyeleneh, kenapa tiba-tiba ada Superman? Tapi sebetulnya ada benang merahnya," kata Agnes.
"Superman itu kan dikenal mementingkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadinya, sama seperti makna dari motif parang. Lalu dipadukan dengan motif truntum yang memiliki arti cinta tulus. Menurut saya kenapa tidak, selama si pemakai menemukan spirit dari pilihan motifnya itu," ucap dia lagi.
Pemilihan warna batik
Selain motif, generasi muda atau Gen Z juga sangat memperhatikan pilihan warna batik yang akan mereka kenakan. Menurut Co-Founder Batik Concept, Christian Saputra, warna-warna cerah seperti biru muda, hijau tosca, hingga lilac paling banyak diburu oleh Gen Z."Anak-anak muda lebih menyukai warna-warna vivid, cerah, cheerful. Sangat kontras dengan batik klasik yang warnanya cenderung lebih kelam," ujar founder brand batik tulis asal Jakarta itu.
Lihat Juga :