Jambore Stroke Indonesia ke-2 Tebar Seribu Kursi Roda untuk Stroker
Selasa, 03 Oktober 2023 - 23:50 WIB
loading...
Ketua Yayasan Stroke Indonesia Tugas Ratmono bertemu Asisten Sekretaris Daerah Bidang Kesera Pemprov DKI Jakarta dr. Widyastuti di Balaikota pada Selasa (3/10/2023), yang juga dihadiri jajaran satuan kerja daerah terkait. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Seribu kursi roda bakal dibagikan kepada penderita stroke (stroker) dalam Jambore Stroke Indonesia ke-2 pada 29 Oktober mendatang di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Ketua Yayasan Stroke Indonesia Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Tugas Ratmono Sp.S. MARS.MH mengemukakan itu dalam pertemuan dengan Asisten Sekretaris Daerah Bidang Kesera Pemprov DKI Jakarta dr. Widyastuti, MKM, di Balaikota, pada Selasa (3/10/2023), yang juga dihadiri jajaran satuan kerja daerah terkait. Jambore ini sekaligus untuk memperingati Hari Stroke Sedunia.
Realitas masyarakat Indonesia termasuk unit pelayanan rumah sakit atau fasilitas kesehatan belum banyak yang memberikan perhatian semestinya kepada penderita stroke. Akibatnya, kesengsaraan terjadi hingga menahun.
Serangan stroke merupakan satu dari lima jenis penyakit tidak menular yang mematikan. Jumlah penderita meninggal selama tahun 2022 mencapai 3.600 jiwa atau 6,4% dari jumlah kematian di Jakarta. Sejak awal tahun hingga September 2023, jumlah kasus baru stroke di puskesmas mencapai 2.941 jiwa.
Menyikapi kondisi tersebut, dibutuhkan pertolongan oleh orang sekitar atau terdekat penderita yang paham cara menangani sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat. Masih ada peluang waktu sekitar dua jam agar bisa dipulihkan tim medis.
Ketua Yayasan Stroke Indonesia Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Tugas Ratmono Sp.S. MARS.MH mengemukakan itu dalam pertemuan dengan Asisten Sekretaris Daerah Bidang Kesera Pemprov DKI Jakarta dr. Widyastuti, MKM, di Balaikota, pada Selasa (3/10/2023), yang juga dihadiri jajaran satuan kerja daerah terkait. Jambore ini sekaligus untuk memperingati Hari Stroke Sedunia.
Realitas masyarakat Indonesia termasuk unit pelayanan rumah sakit atau fasilitas kesehatan belum banyak yang memberikan perhatian semestinya kepada penderita stroke. Akibatnya, kesengsaraan terjadi hingga menahun.
Serangan stroke merupakan satu dari lima jenis penyakit tidak menular yang mematikan. Jumlah penderita meninggal selama tahun 2022 mencapai 3.600 jiwa atau 6,4% dari jumlah kematian di Jakarta. Sejak awal tahun hingga September 2023, jumlah kasus baru stroke di puskesmas mencapai 2.941 jiwa.
Menyikapi kondisi tersebut, dibutuhkan pertolongan oleh orang sekitar atau terdekat penderita yang paham cara menangani sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat. Masih ada peluang waktu sekitar dua jam agar bisa dipulihkan tim medis.
Lihat Juga :