Es Krim Rasa Bersalah Ini Terbuat dari Sampah Plastik

Sabtu, 07 Oktober 2023 - 05:15 WIB
loading...
Es Krim Rasa Bersalah...
Es krim dengan ‘guilty flavours’ benar-benar ada di dunia. Foto/Instagram @ibartlondon
A A A
JAKARTA - Es krim pada umumnya memiliki berbagai jenis rasa, mulai yang manis hingga asam. Namun, pernahkah Anda mencoba es krim dengan rasa bersalah?

Ya, Anda tidak salah dengar. Es krim dengan ‘guilty flavours’ ini benar-benar ada di dunia. Menariknya lagi, es krim ini ternyata terbuat dari sampah plastik.

Melansir laman CBN News, Sabtu (7/10/2023), es krim rasa bersalah rupanya sebuah instalasi seni karya dari seniman dan desainer Eleanora Ortolani. Es krim ini disimpan dalam lemari es di London dan berharap akan memicu perdebatan sengit terkait krisis makanan serta krisis polusi plastik di masa depan.

Baca Juga: Pecinta Es Krim Wajib Tahu! Ini Rekomendasi Es Krim Legendaris Terenak di Ibukota

Instalasi seni es krim unik ini dihadirkan untuk menantang cara kita berpikir tentang sampah plastik dan apa yang kita siap atau tidak siap untuk dimakan.

“Guilty flavours adalah apa yang saya yakini sebagai sampel pertama es krim yang terbuat dari sampah plastik,” kata Ortolani kepada Reuters di Central Saint Martins, bagian dari University of the Arts London.

“Itu berasal dari plastik yang sama seperti yang kita temukan di botol, botol plastik,” tambahnya.

Untuk menciptakan es krim dengan rasa bersalah tersebut, para ilmuwan di Inggris memanfaatkan kekuatan metabolisme bakteri dan enzim. Metabolisme ini kemudian bereaksi seperti ‘pabrik’ ramah lingkungan yang mencerna polietilen tereftalat (PET) dan mengubahnya menjadi vanilin, molekul yang memberi rasa pada vanila.

“Ada enzim tertentu yang melakukan reaksi kimia tertentu,” kata Dr Joanna Sadler, ahli bioteknologi di Universitas Edinburgh, kepada Reuters.

“Jadi jika Anda menggabungkannya, Anda dapat menghasilkan banyak produk kimia yang berbeda,” lanjutnya.

Seperti diketahui, plastik terbuat dari serangkaian molekul yang diikat menjadi apa yang dikenal sebagai polimer.

Sadler memutus ikatan tersebut dengan mikroba, dan menjadikannya molekul yang bukan lagi plastik. Sup PET bekas tersebut kemudian dengan mudah diolah oleh bakteri lain menjadi vanilin.

Baca Juga: 6 Manfaat Es Krim untuk Kesehatan yang Perlu Anda Ketahui

Penelitian Sadler, yang diterbitkan dalam Journal Biochemist pada Desember 2021 itu berfokus pada degradasi dan daur ulang plastik serta menggunakannya sebagai bahan baku untuk pertumbuhan mikroba.

Meski begitu, es krim tersebut merupakan sebuah proyek penelitian, dan saat ini tidak untuk dikonsumsi manusia.

“Saya bahkan pernah menerima email dari masyarakat yang mengatakan bahwa mendorong orang untuk makan plastik adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab,” kata Sadler.

“Sangat penting bagi kita untuk benar-benar memperhatikan sisi keamanannya dan kami memperjelas bahwa bahan ini harus melalui proses peraturan dan proses standar makanan yang sama seperti bahan makanan lainnya,” sambungnya.

Ortolani, desainer yang berasal dari Verona, Italia, juga mengatakan bahwa guilty flavours terinspirasi oleh rasa frustrasinya terhadap kegagalan sistem daur ulang untuk menghentikan plastik. Inovasi itu dibuat guna menyoroti masalah sampah plastik, serta krisis pangan global yang akan terjadi.

“Saat ini kita memiliki alat untuk memikirkan kembali sistem pangan yang kita jalani,” katanya.

“Ini sudah siap sekarang dan hari ini, tetapi tidak ada yang benar-benar dapat menyentuh atau berinteraksi dengannya karena belum diuji keamanannya,” pungkas dia.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anak Diajarkan Bijak...
Anak Diajarkan Bijak Mengelola Sampah Plastik Sejak Dini Lewat Kegiatan Interaktif
Dulu Takut, Sekarang...
Dulu Takut, Sekarang Ketagihan: Kisah Arya Mohan Menemukan Solusi Makan Es Krim
Patut Ditiru, Korea...
Patut Ditiru, Korea Selatan Larang Gelas Plastik Sekali Pakai Gratis di Kafe dan Restoran
Rayakan 1 Dekade, Synchronize...
Rayakan 1 Dekade, Synchronize Fest 2025 Sulap Sampah Plastik Jadi Dekorasi Unik
Waspada! Keju, Es Krim,...
Waspada! Keju, Es Krim, dan Gorengan Bisa Tingkatkan Kolesterol Jahat
Vilo Gelato Kolaborasi...
Vilo Gelato Kolaborasi dengan Smurf: Hadirkan Rasa Baru hingga Merchandise Eksklusif
Sampah Plastik di Wilayah...
Sampah Plastik di Wilayah Pesisir Jadi Ancaman! Salaka, KEHATI, dan Nestle Bergerak
Material Kompos di Klungkung...
Material Kompos di Klungkung Tercampur Plastik, Tika Winawan Desak Pengawasan Hulu hingga ke Hilir
PGN Gelar Program Tukar...
PGN Gelar Program Tukar Sampah Plastik untuk BBG
Rekomendasi
Haiti vs Skotlandia,...
Haiti vs Skotlandia, John McGinn Bawa Dark Blues unggul di Babak Pertama
Hujan Diprediksi Guyur...
Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang hingga Sore Hari Ini
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Berita Terkini
Momen Lucu Pangeran...
Momen Lucu Pangeran George Tahan Bersin di Trooping the Colour 2026, Ini Reaksi Kate Middleton!
Konser Reuni BTS di...
Konser Reuni BTS di Busan Molor 75 Menit, HYBE Minta Maaf dan Jelaskan Penyebabnya
Juan Persia Vanesya...
Juan Persia Vanesya Siapkan Mental dan Bahasa Inggris untuk Audisi Miss Indonesia 2026
Ikut Audisi Miss Indonesia...
Ikut Audisi Miss Indonesia 2026, Mutia Ingin Lawan Insecure
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Sambangi Yogyakarta, Cari Perempuan Berbakat dengan Kepedulian Sosial Tinggi
Resmi Menikah, Jennifer...
Resmi Menikah, Jennifer Coppen Disambut Hangat Keluarga Justin Hubner
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved