Bagaimana Meminimalisir Bau Mulut Saat Berpuasa
Kamis, 30 April 2020 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
Faktor lain yang juga menyumbang bau mulut ada kebiasaan merokok, kebersihan rongga mulut yang tidak terjaga, dan gigi palsu yang kotor dan tidak pas. Beberapa jenis makanan tertentu juga bisa menyebabkan bau mulut sebut saja bawang, jengkol, pete dan lainnya. Mereka yang memiliki penyakit sistemik, seperti sinusitis, diabetes, atau beberapa penyakit pada tenggorokan, termasuk saluran pencernaan juga berpotensi memiliki bau mulut tak sedap.
Terakhir, kondisi mulut yang kering yang disebabkan oleh obat-obatan tertentu. Pada kesempatan terpisah, drg. Adianti MDSc,. Sp. Ort mengatakan, meski tidak dapat dicegah namun halitosis dapat diminimalisir selama puasa. "Dengan membersihkan sumber infeksinya. Seperti lubang gigi ditambal, karang gigi dibersihkan, dan sisa akar dicabut," beber drg. Adianti yang juga praktik di Difa OHC.
Pastikan tidak ada sisa makanan di sela-sela gigi. Sisa makanan yang tidak dibersihkan ini seperti akan menimbulkan bau mulut. Jangan ada plak di gigi karena hal itu juga memicu menyebabkan bau mulut. Plak adalah bagian di gigi yang menempel bila kurang bersih menyikat gigi. Bila kuku digoreskan ke gigi dan ada bagian yang menempel di gigi itulah plak.
Sebagian besar kasus bau mulut (90%) muncul karena adanya masalah di dalam mulut seperti oral hygiene yang buruk, karies, karang gigi, dan penyakit periodontal. Sedangkan 10 persen kasus lainnya disebabkan oleh berbagai faktor di luar mulut mulai dari penyakit gastroinstestinal, infeksi saluran respiratori, tonsilitis hingga penyakit sistemik.
Kebersihan mulut (oral hygiene) yang tak terjaga menyebabkan sisa makanan menumpuk di dalam mulut. Sisa makanan yang bertumpuk di dalam mulut merupakan kondisi ideal bagi bakteri untuk berkembang. Adapun karies merupakan 'sarang' bagi bakteri dalam mulut untuk berkembang. Semakin besar lubang yang terjadi akibat karies, semakin banyak pula makanan yang mungkin menumpuk di area tersebut. Akibatnya bakteri akan semakin bertambah di area karies gigi. (Sri Noviarni)
Terakhir, kondisi mulut yang kering yang disebabkan oleh obat-obatan tertentu. Pada kesempatan terpisah, drg. Adianti MDSc,. Sp. Ort mengatakan, meski tidak dapat dicegah namun halitosis dapat diminimalisir selama puasa. "Dengan membersihkan sumber infeksinya. Seperti lubang gigi ditambal, karang gigi dibersihkan, dan sisa akar dicabut," beber drg. Adianti yang juga praktik di Difa OHC.
Pastikan tidak ada sisa makanan di sela-sela gigi. Sisa makanan yang tidak dibersihkan ini seperti akan menimbulkan bau mulut. Jangan ada plak di gigi karena hal itu juga memicu menyebabkan bau mulut. Plak adalah bagian di gigi yang menempel bila kurang bersih menyikat gigi. Bila kuku digoreskan ke gigi dan ada bagian yang menempel di gigi itulah plak.
Sebagian besar kasus bau mulut (90%) muncul karena adanya masalah di dalam mulut seperti oral hygiene yang buruk, karies, karang gigi, dan penyakit periodontal. Sedangkan 10 persen kasus lainnya disebabkan oleh berbagai faktor di luar mulut mulai dari penyakit gastroinstestinal, infeksi saluran respiratori, tonsilitis hingga penyakit sistemik.
Kebersihan mulut (oral hygiene) yang tak terjaga menyebabkan sisa makanan menumpuk di dalam mulut. Sisa makanan yang bertumpuk di dalam mulut merupakan kondisi ideal bagi bakteri untuk berkembang. Adapun karies merupakan 'sarang' bagi bakteri dalam mulut untuk berkembang. Semakin besar lubang yang terjadi akibat karies, semakin banyak pula makanan yang mungkin menumpuk di area tersebut. Akibatnya bakteri akan semakin bertambah di area karies gigi. (Sri Noviarni)
(ysw)
Lihat Juga :