10 Film Sejarah Nge-Hits yang Paling Enggak Akurat
Kamis, 12 Oktober 2023 - 19:11 WIB
loading...
A
A
A
Faktanya, para ahli sejarah mengatakan, Wallace sebenarnya lahir di tengah keluarga bangsawan. Ketidakakuratan lainnya adalah hubungan asmara Wallace dengan Isabella of France, istri Edward II. Film itu mengimplikasikan kalau Isabella mengandung anak Wallace. Tapi, faktanya, kedua orang ini tidak pernah bertemu. Ending film itu juga diubah, dengan Wallace ditarik secara brutal dan dipotong-potong, tidak dipenggal begitu saja.
![10 Film Sejarah Nge-Hits yang Paling Enggak Akurat]()
Foto: The Guardian
Gladiator disutradarai Ridley Scott dan dibintangi Russell Crowe. Film itu memenangkan Oscar untuk kategori Film Terbaik, tapi mengambil banyak kebbeasan terhadap sosok dan peristiwa sejarahnya. Tidak heran kalau banyak ketidakakuratan di film yang sangat populer tersebut. Sekuelnya akan dirilis tahun depan dengan dibintangi Paul Mescal dan Denzel Washington.
Salah satu ketidakakuratan di film itu adalah Maximus merupakan karakter fiktif. Tapi, Kaisar Roman, Marcus Aurelius, nyata. Dia tidak dibunuh anaknya, Commodus, tapi meninggal karena terkena cacar air. Kekejaman dan penyimpangan Commodus sangat dilebih-lebihkan. Dia jelas tidak terbunuh dalam duel melawan Maximus, tapi dicekik kekasihnya saat sedang mandi.
![10 Film Sejarah Nge-Hits yang Paling Enggak Akurat]()
Foto: NY Post
Disutradarai Zack Snyder dan diangkat dari buku komik, 300 berfokus pada pertarungan nyata Thermopylae yang terjadi pada 480 Sebelum Masehi antara prajurit Sparta dan pasukan Persia. Meski kalah jumlah, ada sekitar 7.400 prajurit Sparta, Thespian, dan Theban, di antara banya faksi. Di film itu, tidak hanya pada petarungnya punya perut rata yang berlebihan, tapi koreografi tarung mereka didasarkan pada seni bela diri modern Filipina.
Sementara Leonidas menyebut warga Athena sebagai ‘pacar’, catatan aslinya jelas menunjukkan kalau para akademisi Sparta suka pada kejantanan. Untuk efek dramatis, Raja Persia Xerxes diberi kualitas supranatural dan digambarkan nyaris tidak pakai baju, punya tindik di hidung, dan memakai perhiasan di seluruh badannya. Tidak heran kalau Akademi Seni Iran mengajukan keluhan resmi ke UNESCO dengan menyebut film itu sebagai serangan terhadap identitas sejarah Iran.
Baca Juga: 8 Film Sedih Tentang Konflik Palestina dan Israel, Bisa Ditonton di Layanan Streaming
![10 Film Sejarah Nge-Hits yang Paling Enggak Akurat]()
Foto: NPR
Argo, film thriller politik yang disutadarai, diproduseri, dan dibintangi Ben Affleck, sukses di box office dan memenangkan Oscar untuk Film Terbaik. Film itu berkisah tentang misi penyelamatan enam diploamat Amerika Serikat di Teheran yang dilakukan agen CIA Tony Mendez pada 1979. Sementara film ini mengagung-agungkan agen Amerika itu, Argo mengesampingkan peran kedutaan besar Kanada dalam misi penyelamatan tersebut.
Peran duta besar Kanada kala itu, Ken Taylor, tidak ditunjukkan ketika seluruh masalah itu disebut sebagai Canadian Caper. Selain pemerintah Kanada, film itu juga menghilangkan peran kedutaan besar Inggris dan Selandia Baru. Film itu juga mendramatisasi adegan di bandara. Sementara, Presiden Iran saat itu Abolhassan Banisadr, mengatakan, Argo tidak menunjukkan usaha kabinetnya untuk membebaskan pada diplomat tersebut.
3. Gladiator — 2000

Foto: The Guardian
Gladiator disutradarai Ridley Scott dan dibintangi Russell Crowe. Film itu memenangkan Oscar untuk kategori Film Terbaik, tapi mengambil banyak kebbeasan terhadap sosok dan peristiwa sejarahnya. Tidak heran kalau banyak ketidakakuratan di film yang sangat populer tersebut. Sekuelnya akan dirilis tahun depan dengan dibintangi Paul Mescal dan Denzel Washington.
Salah satu ketidakakuratan di film itu adalah Maximus merupakan karakter fiktif. Tapi, Kaisar Roman, Marcus Aurelius, nyata. Dia tidak dibunuh anaknya, Commodus, tapi meninggal karena terkena cacar air. Kekejaman dan penyimpangan Commodus sangat dilebih-lebihkan. Dia jelas tidak terbunuh dalam duel melawan Maximus, tapi dicekik kekasihnya saat sedang mandi.
2. 300 — 2006

Foto: NY Post
Disutradarai Zack Snyder dan diangkat dari buku komik, 300 berfokus pada pertarungan nyata Thermopylae yang terjadi pada 480 Sebelum Masehi antara prajurit Sparta dan pasukan Persia. Meski kalah jumlah, ada sekitar 7.400 prajurit Sparta, Thespian, dan Theban, di antara banya faksi. Di film itu, tidak hanya pada petarungnya punya perut rata yang berlebihan, tapi koreografi tarung mereka didasarkan pada seni bela diri modern Filipina.
Sementara Leonidas menyebut warga Athena sebagai ‘pacar’, catatan aslinya jelas menunjukkan kalau para akademisi Sparta suka pada kejantanan. Untuk efek dramatis, Raja Persia Xerxes diberi kualitas supranatural dan digambarkan nyaris tidak pakai baju, punya tindik di hidung, dan memakai perhiasan di seluruh badannya. Tidak heran kalau Akademi Seni Iran mengajukan keluhan resmi ke UNESCO dengan menyebut film itu sebagai serangan terhadap identitas sejarah Iran.
Baca Juga: 8 Film Sedih Tentang Konflik Palestina dan Israel, Bisa Ditonton di Layanan Streaming
1. Argo — 2012

Foto: NPR
Argo, film thriller politik yang disutadarai, diproduseri, dan dibintangi Ben Affleck, sukses di box office dan memenangkan Oscar untuk Film Terbaik. Film itu berkisah tentang misi penyelamatan enam diploamat Amerika Serikat di Teheran yang dilakukan agen CIA Tony Mendez pada 1979. Sementara film ini mengagung-agungkan agen Amerika itu, Argo mengesampingkan peran kedutaan besar Kanada dalam misi penyelamatan tersebut.
Peran duta besar Kanada kala itu, Ken Taylor, tidak ditunjukkan ketika seluruh masalah itu disebut sebagai Canadian Caper. Selain pemerintah Kanada, film itu juga menghilangkan peran kedutaan besar Inggris dan Selandia Baru. Film itu juga mendramatisasi adegan di bandara. Sementara, Presiden Iran saat itu Abolhassan Banisadr, mengatakan, Argo tidak menunjukkan usaha kabinetnya untuk membebaskan pada diplomat tersebut.
(alv)
Lihat Juga :