CERMIN: Suara tentang Palestina dari Jepang
Jum'at, 13 Oktober 2023 - 13:40 WIB
loading...
Film R21 AKA Restoring Solidary menggambarkan solidaritas tak terduga dari Jepang untuk warga Palestina. Foto/Doha Film Institute
A
A
A
JAKARTA - Tahun 2023. Hamas diberitakan memborbardir Israel secara mendadak pada 7 Oktober lalu. Serangan ini dianggap yang terburuk dialami Israel dalam 75 tahun.
Dan tiba-tiba kita melihat Israel muncul sebagai korban. Sejumlah selebritas Hollywood muncul menyuarakan dukungan kepada Israel termasuk aktris asal Israel, Gal Gadot.
Dan tiba-tiba kita lupa bahwa Israel sudah menjajah Palestina selama puluhan tahun. Entah berapa ratus ribu nyawa yang hilang sia-sia, entah berapa banyak harta benda yang terkubur begitu saja di antara reruntuhan, entah berapa banyak mimpi-mimpi yang menguap begitu saja. Dan entah sampai kapan Israel terus menjalankan misinya “menegakkan keadilan” versi mereka sendiri.
Baca Juga: CERMIN: Beberapa Sutradara Ingin Seperti Quentin Tarantino, tapi Saya Ingin Menjadi Seperti John Carney
Dan tiba-tiba saja film pembuka Madani Film Festival 2023, R21 AKA Restoring Solidarity, terdengar lebih lantang dari sebelumnya. Sebuah film yang memperlihatkan dukungan solidaritas tak terduga yang datang dari Jepang. Kita pun melihat bahwa tak perlu menjadi Islam untuk peduli dengan Palestina, kita hanya perlu menjadi manusia.
![CERMIN: Suara tentang Palestina dari Jepang]()
Foto: Doha Film Institute
Dalam informasi tertulis di situs web Madani Film Festival, film besutan Mohanad Yaqubi itu diperkenalkan sebagai “film tentang pembuatan film. Ia juga adalah film tentang film-film yang menyentuh bentuk dokumenter, fiksi, dan arsip. Film ini dibentuk untuk memaparkan narasi dari 20 film yang hendak menyampaikan pesan-pesan solidaritas”.
Pada suatu masa, Yaqubi menemukan harta karun. Ia menemukan gulungan film 16 milimeter di Tokyo, tempat Palestine Liberation Organization (PLO) mendirikan kantor lokal sekaligus menjadi tempat bagi para aktivis Jepang mengumpulkan dan memutar film-film tersebut kepada warganya sebagai bentuk mobilisasi melawan berbagai wajah imperialisme, bisa jadi Amerika atau Israel.
Bagi Yaqubi, juga bagi pembuat film seperti saya, film adalah medium menyimpan kenangan, kegelisahan, gagasan dan ide-ide terliar yang pernah terpikirkan. Untuk film R21 AKA Restoring Solidarity, film adalah tempat untuk menyimpan memori kolektif yang kelak bisa dibuka kapan saja dan bisa dinikmati oleh generasi mana saja. Karena itulah memori tersebut perlu dirawat, perlu dipelihara, juga perlu diperbarui kembali.
Dan tiba-tiba kita melihat Israel muncul sebagai korban. Sejumlah selebritas Hollywood muncul menyuarakan dukungan kepada Israel termasuk aktris asal Israel, Gal Gadot.
Dan tiba-tiba kita lupa bahwa Israel sudah menjajah Palestina selama puluhan tahun. Entah berapa ratus ribu nyawa yang hilang sia-sia, entah berapa banyak harta benda yang terkubur begitu saja di antara reruntuhan, entah berapa banyak mimpi-mimpi yang menguap begitu saja. Dan entah sampai kapan Israel terus menjalankan misinya “menegakkan keadilan” versi mereka sendiri.
Baca Juga: CERMIN: Beberapa Sutradara Ingin Seperti Quentin Tarantino, tapi Saya Ingin Menjadi Seperti John Carney
Dan tiba-tiba saja film pembuka Madani Film Festival 2023, R21 AKA Restoring Solidarity, terdengar lebih lantang dari sebelumnya. Sebuah film yang memperlihatkan dukungan solidaritas tak terduga yang datang dari Jepang. Kita pun melihat bahwa tak perlu menjadi Islam untuk peduli dengan Palestina, kita hanya perlu menjadi manusia.

Foto: Doha Film Institute
Dalam informasi tertulis di situs web Madani Film Festival, film besutan Mohanad Yaqubi itu diperkenalkan sebagai “film tentang pembuatan film. Ia juga adalah film tentang film-film yang menyentuh bentuk dokumenter, fiksi, dan arsip. Film ini dibentuk untuk memaparkan narasi dari 20 film yang hendak menyampaikan pesan-pesan solidaritas”.
Pada suatu masa, Yaqubi menemukan harta karun. Ia menemukan gulungan film 16 milimeter di Tokyo, tempat Palestine Liberation Organization (PLO) mendirikan kantor lokal sekaligus menjadi tempat bagi para aktivis Jepang mengumpulkan dan memutar film-film tersebut kepada warganya sebagai bentuk mobilisasi melawan berbagai wajah imperialisme, bisa jadi Amerika atau Israel.
Bagi Yaqubi, juga bagi pembuat film seperti saya, film adalah medium menyimpan kenangan, kegelisahan, gagasan dan ide-ide terliar yang pernah terpikirkan. Untuk film R21 AKA Restoring Solidarity, film adalah tempat untuk menyimpan memori kolektif yang kelak bisa dibuka kapan saja dan bisa dinikmati oleh generasi mana saja. Karena itulah memori tersebut perlu dirawat, perlu dipelihara, juga perlu diperbarui kembali.
Lihat Juga :