Pelaku Parekraf Tanjung Burung Sambut New Normal dengan Gerakan BISA

loading...
Pelaku Parekraf Tanjung Burung Sambut New Normal dengan Gerakan BISA
Para pelaku usaha parekraf di Desa Tanjung Burung, Kabupaten Tangerang, menyambut new normal dengan Gerakan BISA. / Foto: ist
A+ A-
TANGERANG - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI mengajak para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Desa Tanjung Burung, Kabupaten Tangerang, Banten, menyambut new normal dengan Gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA), Selasa (4/8).

(Baca juga: WHO Cemas, Minta Dunia Lakukan Segalanya untuk Perang Panjang Lawan Covid-19)

Menurut Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf, Kurleni Ukar, Gerakan BISA adalah implementasikan arahan Presiden Joko Widodo. "Arahan tersebut adalah untuk melaksanakan gerakan perlindungan sosial bagi pelaku dan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Tepatnya melalui gerakan padat karya dan memberikan stimulus bagi para pelaku usaha di sektor parekraf," ungkapnya melalui keterangan resmi, Selasa.

Kurleni mengutarakan bahwa Gerakan BISA bertujuan mengoptimalkan pelaku usaha parekraf dalam menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan masyarakat di lingkungan destinasi wisata. "Kita ingin masyarakat dan pelaku parekraf benar-benar siap untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru pasca pandemi Covid-19, khususnya di Desa Tanjung Burung Kabupaten Tangerang," lanjutnya.



Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf sejauh ini telah melaksanakan Gerakan BISA di beberapa wilayah Indonesia. Beberapa di antaranya Kabupaten Langkat, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Pulau Untung Jawa dan Pusat Kuliner Muara Angke, Ciwidey, Ranca Bali, dan Lembang.

Selanjutnya masih ada Tahura Bandung, Tegal, Pekalongan, Wonosobo, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah dan Kota Mataram, Kabupaten Siak, Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pandeglang.

(Baca juga: Jakarta Fashion Week Gelar Revival Fashion Festival 2020)



"Di masa-masa berat seperti ini, kita membutuhkan ketahanan dan kesabaran dalam menghadapi pandemi. Kita harus meyakini bahwa hidup harus tetap berjalan. Kita harus optimistis akan ada kehidupan yang lebih indah ke depannya. Kami dari Kemenparekraf dengan keterbatasan anggaran yang ada, mengadakan program seperti padat karya. Dengan program ini diharapkan kita dapat menghadapi dengan optimis masa pandemi ini," tutur Kurleni.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top