Begitu Banyak Manfaat ASI, Cek Faktanya!

Rabu, 05 Agustus 2020 - 18:20 WIB
loading...
Begitu Banyak Manfaat...
American Academy of Pediatrics mengatakan, menyusui berperan dalam pencegahan sindrom kematian bayi mendadak. Foto Ilustrasi/Thinkstock/Getty Images
A A A
JAKARTA - Air susu ibu (ASI) memiliki kandungan asam lemak tak jenuh ganda yang tinggi sebagai nutrisi penting untuk perkembangan otak. Pada bulan-bulan pertama kehidupannya, bayi belum dapat memproduksi asam lemak ini sehingga sangat tergantung dari ASI sebagai sumbernya.

Di sisi lain, ASI memiliki campuran vitamin, protein, dan lemak yang hampir sempurna, semua yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh. Itu semua disediakan dalam bentuk yang lebih mudah dicerna daripada susu formula. ASI juga mengandung antibodi yang membantu melindungi bayi dari virus dan bakteri. (Baca Juga: Stunting pada Anak Dipicu Perilaku Salah Masyarakat )

Dilansir dari laman WebMD pada Rabu (5/8), disebutkan bahwa menyusui menurunkan risiko bayi menderita asma atau alergi. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, tanpa formula apapun, memiliki lebih sedikit infeksi telinga, penyakit pernapasan, dan serangan diare.

Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif juga diketahui lebih jarang rawat inap dan melakukan kunjungan ke dokter . Selain itu, menyusui telah dikaitkan dengan skor IQ yang lebih tinggi di masa kanak-kanak berikutnya dalam beberapa penelitian. Terlebih lagi kedekatan fisik, kulit menyentuh kulit, dan kontak mata membangun ikatan bayi dengan ibu sekaligus menciptakan perasaan aman pada si kecil.

Bayi yang mendapatkan ASI juga lebih cenderung memiliki berat ideal saat mereka tumbuh daripada menjadi anak yang kelebihan berat badan. (Baca Juga: Terkait Klaim Herbal Penyembuh COVID-19, IDI: Hanya BPOM yang Punya Wewenang )

American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan, menyusui berperan dalam pencegahan SIDS (sindrom kematian bayi mendadak). ASI juga dipercaya mampu menurunkan risiko diabetes , obesitas, dan kanker tertentu, tetapi diperlukan lebih banyak lagi penelitian.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menjaga Sendi Tetap...
Menjaga Sendi Tetap Sehat agar Nyaman Bergerak di Setiap Usia
Studi: 2 dari 5 Orang...
Studi: 2 dari 5 Orang Kardiovaskular Berisiko Serangan Jantung dan Stroke
Jangan Sepelekan Saluran...
Jangan Sepelekan Saluran Cerna, Deteksi Dini demi Cegah Penyakit Serius
World Allergy Week 2026,...
World Allergy Week 2026, Dorong Anak Aktif dan Cerdas Sejak Dini
Amanda Manopo Ungkap...
Amanda Manopo Ungkap Tantangan Jadi Ibu Baru, Baby Zac Alergi Susu hingga Ikan
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Rekomendasi
Asal Usul Bacaan Basmalah,...
Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman AS
ITS Dorong Mahasiswa...
ITS Dorong Mahasiswa Kembangkan Inovasi untuk Mendukung Kinerja PLN
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
Berita Terkini
Viral! Petisi Cancel...
Viral! Petisi Cancel Sarwendah Tembus 27 Ribu Tanda Tangan
Taylor Swift Ungkap...
Taylor Swift Ungkap Alasan Tak Memakai Bridesmaids di Hari Pernikahannya
Jadi Pemeran Utama Film...
Jadi Pemeran Utama Film Foufo, Tretan Muslim Ungkap Misi Film Ini
Inayah Wahid Debut di...
Inayah Wahid Debut di Film Foufo, Sempat Mengira Judulnya Fufufafa
Penumpang Indonesia...
Penumpang Indonesia ke Australia Kini Bisa Nikmati Kelas Economy Plus di Qantas
Ruben Onsu Tak Gentar...
Ruben Onsu Tak Gentar Ancaman Sarwendah, Kuasa Hukum Sebut Juga Punya Bukti Kejutan
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved