Makna dan Asal Batik Parang yang Dipakai 3 Bacapres saat Bertemu Presiden Jokowi
Selasa, 31 Oktober 2023 - 21:05 WIB
loading...
A
A
A
Dilansir dari laman Kemenperin, batik parang merupakan batik tertua di Indonesia dan sudah ada sejak Keraton Solo dan Wonogiri dahulu.
Salah satu legenda yang sering disebutkan bahwa motif batik parang pertama kali diciptakan oleh Panembahan Senopati, yang kemudian menjadi Sultan Mataram Islam pada tahun 1586-1601.
Menurut legenda ini, Panembahan Senopati menciptakan motif batik parang sebagai bentuk penghormatan kepada Allah SWT setelah ia menerima wahyu dalam mimpi. Wahyu tersebut menginspirasi motif batik parang, dengan garis-garis diagonal yang memanjang, yang konon mewakili pedang atau belati.
Motif ini kemudian menjadi simbol kerajaan Mataram Islam dan digunakan dalam berbagai keperluan, termasuk pakaian kerajaan dan perlengkapan istana.
Dari sejarah tersebut membuat motif batik parang tidak dapat digunakan oleh sembarang orang karena hanya diperuntukkan bagi keluarga kerajaan.
Nilai historis itu sampai saat ini masih terus lestari di wilayah kesultanan di Jawa. Misalnyapada saat pernikahan putra bungsu Presiden Jokowi tahun 2022 lalu, para tamu undangan tidak diperbolehkan untuk mengenakan batik parang.
Disebutkan jika motif batik parang hanya diperkenankan untuk Gusti Bhre saja. Sementara untuk rakyat biasa hanya diperkenankan untuk menggunakan motif batik lain.
Salah satu legenda yang sering disebutkan bahwa motif batik parang pertama kali diciptakan oleh Panembahan Senopati, yang kemudian menjadi Sultan Mataram Islam pada tahun 1586-1601.
Menurut legenda ini, Panembahan Senopati menciptakan motif batik parang sebagai bentuk penghormatan kepada Allah SWT setelah ia menerima wahyu dalam mimpi. Wahyu tersebut menginspirasi motif batik parang, dengan garis-garis diagonal yang memanjang, yang konon mewakili pedang atau belati.
Motif ini kemudian menjadi simbol kerajaan Mataram Islam dan digunakan dalam berbagai keperluan, termasuk pakaian kerajaan dan perlengkapan istana.
Dari sejarah tersebut membuat motif batik parang tidak dapat digunakan oleh sembarang orang karena hanya diperuntukkan bagi keluarga kerajaan.
Nilai historis itu sampai saat ini masih terus lestari di wilayah kesultanan di Jawa. Misalnyapada saat pernikahan putra bungsu Presiden Jokowi tahun 2022 lalu, para tamu undangan tidak diperbolehkan untuk mengenakan batik parang.
Disebutkan jika motif batik parang hanya diperkenankan untuk Gusti Bhre saja. Sementara untuk rakyat biasa hanya diperkenankan untuk menggunakan motif batik lain.
(okt)
Lihat Juga :