25 Musisi Timur Tengah dan Afrika Kompak Bela Palestina, Bikin Lagu dan Sumbang Anak di Gaza
Minggu, 05 November 2023 - 22:30 WIB
loading...
Musisi dari Timur Tengah dan Afrika Utara bersatu mendukung Palestina lewat lagu Rajieen. Semua pendapatan akan disumbangkan ke Palestina. Foto/ the national.
A
A
A
JAKARTA – Musisi dari Timur Tengah dan Afrika Utara bersatu mendukung Palestina lewat lagu berjudul Rajieen. Semua pendapatan yang dihasilkan dari lagu tersebut akan disumbangkan ke Dana Bantuan Anak Palestina.
Rajieen direkam oleh label rekaman AS Empire, di mana Rajieen menggemakan penderitaan rakyat Palestina di tengah perang Israel di Gaza.
Baca Juga: Selena Gomez Akhirnya Pilih Dukung Palestina, Gabung Artist4Ceasefire
Lagu berdurasi hampir delapan menit ini menampilkan 25 artis Arab yang bernyanyi dan menyanyikan rap dengan latar belakang dramatis yang disediakan oleh produser Yordania Nasir Al Bashir, bersama Marwan Moussa dan Amr Shomali dari Mesir.
Mereka yang tampil, termasuk dua bintang hip-hop terbesar dunia Arab, Afroto dan Marwan Pablo dari Mesir. Selain itu ada Yordania Issam Alnajjar, penyanyi-penulis lagu Suriah Ghaliaa Chaker dan penyanyi Tunisia Balti.
Sebuah video yang menyertainya diambil di Olive Wood Studios di Yordania dan menyandingkan cuplikan kehancuran saat ini di Gaza dengan cuplikan sejarah Palestina.
Rajieen direkam oleh label rekaman AS Empire, di mana Rajieen menggemakan penderitaan rakyat Palestina di tengah perang Israel di Gaza.
Baca Juga: Selena Gomez Akhirnya Pilih Dukung Palestina, Gabung Artist4Ceasefire
Lagu berdurasi hampir delapan menit ini menampilkan 25 artis Arab yang bernyanyi dan menyanyikan rap dengan latar belakang dramatis yang disediakan oleh produser Yordania Nasir Al Bashir, bersama Marwan Moussa dan Amr Shomali dari Mesir.
Mereka yang tampil, termasuk dua bintang hip-hop terbesar dunia Arab, Afroto dan Marwan Pablo dari Mesir. Selain itu ada Yordania Issam Alnajjar, penyanyi-penulis lagu Suriah Ghaliaa Chaker dan penyanyi Tunisia Balti.
Sebuah video yang menyertainya diambil di Olive Wood Studios di Yordania dan menyandingkan cuplikan kehancuran saat ini di Gaza dengan cuplikan sejarah Palestina.
Lihat Juga :