Dorong Praktik Budidaya Berkelanjutan, Bumi Menara Internusa Berdayakan Masyarakat Pesisir
Jum'at, 17 November 2023 - 19:08 WIB
loading...
PT Bumi Menara Internusa (BMI) sebagai perusahaan pengolahan hasil laut dengan orientasi ekspor sadar akan pentingnya pemberdayaan masyarakat pesisir. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - PT Bumi Menara Internusa (BMI) sebagai perusahaan pengolahan hasil laut dengan orientasi ekspor sadar akan pentingnya pemberdayaan masyarakat pesisir . Pemberdayaan masyarakat pesisir sebagai salah satu stakeholder utama perusahaan diiringi dengan penguatan praktik budidaya perikanan yang berkelanjutan.
Direktur BMI Hetty Diana mengatakan, keswadayaan merupakan sumber daya kehidupan yang abadi dan sekaligus modal utama masyarakat pesisir untuk mengembangkan dan mempertahankan diri di tengah masyarakat lainnya. Masyarakat pesisir sangat berkaitan erat dengan kelautan dan perikanan, maka dari itu, praktik kelautan dan budidaya perikanan harus memenuhi aspek keberlanjutan.
“Sejak 2008, sejak pertama kali mengembangkan pembinaan tambak, BMI sangat memperhatikan aspek keberlanjutan dalam usahanya. Hal ini kami jalankan dengan menggandeng pihak-pihak yang berkompeten untuk melakukan pendampingan serta transfer pengetahuan dan teknologi kepada para ribuan petani tangkap dan tambak di delapan lokasi di seluruh Indonesia," kata Diana.
"Organisasi tersebut di antaranya adalah WWF melalui program Seafood Savers, Yayasan Sustain Aqua Indonesia (YSAI) dan Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI),” sambungnya.
Baca Juga: Leon Dozan Diduga Aniaya Rinoa Aurora, Betharia Sonata Minta Maaf
Dimulai dengan bekerjasama dengan Seafood Savers sejak November 2016, BMI mendorong praktik budidaya perikanan yang berkelanjutan dan mendorong para petani tambak binaan untuk mendapatkan sertifikasi dari Best Aquaculture Practices (BAP) maupun Aquaculture Stewardship Council - ASC Shrimps.
Dalam proses pembinaan tersebut, petani tambak binaan terlibat dalam menjalankan program Aquaculture Improvement Program (AIP) yang merupakan upaya multi-stakeholder untuk mengatasi tantangan lingkungan dalam produksi akuakultur. Bahkan, BMI menjadi perusahaan pertama di dunia yang memfasilitasi pelatihan auditor BAP sejak 2007.
Direktur BMI Hetty Diana mengatakan, keswadayaan merupakan sumber daya kehidupan yang abadi dan sekaligus modal utama masyarakat pesisir untuk mengembangkan dan mempertahankan diri di tengah masyarakat lainnya. Masyarakat pesisir sangat berkaitan erat dengan kelautan dan perikanan, maka dari itu, praktik kelautan dan budidaya perikanan harus memenuhi aspek keberlanjutan.
“Sejak 2008, sejak pertama kali mengembangkan pembinaan tambak, BMI sangat memperhatikan aspek keberlanjutan dalam usahanya. Hal ini kami jalankan dengan menggandeng pihak-pihak yang berkompeten untuk melakukan pendampingan serta transfer pengetahuan dan teknologi kepada para ribuan petani tangkap dan tambak di delapan lokasi di seluruh Indonesia," kata Diana.
"Organisasi tersebut di antaranya adalah WWF melalui program Seafood Savers, Yayasan Sustain Aqua Indonesia (YSAI) dan Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI),” sambungnya.
Baca Juga: Leon Dozan Diduga Aniaya Rinoa Aurora, Betharia Sonata Minta Maaf
Dimulai dengan bekerjasama dengan Seafood Savers sejak November 2016, BMI mendorong praktik budidaya perikanan yang berkelanjutan dan mendorong para petani tambak binaan untuk mendapatkan sertifikasi dari Best Aquaculture Practices (BAP) maupun Aquaculture Stewardship Council - ASC Shrimps.
Dalam proses pembinaan tersebut, petani tambak binaan terlibat dalam menjalankan program Aquaculture Improvement Program (AIP) yang merupakan upaya multi-stakeholder untuk mengatasi tantangan lingkungan dalam produksi akuakultur. Bahkan, BMI menjadi perusahaan pertama di dunia yang memfasilitasi pelatihan auditor BAP sejak 2007.
Lihat Juga :