Diet Kaya Antioksidan Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Usus
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 09:11 WIB
loading...
A
A
A
Para peneliti menjelaskan bagaimana TP53 adalah gen yang ditemukan di setiap sel. Ini menghasilkan protein yang disebut p53, yang bertindak sebagai penghalang sel dan membantu menekan mutasi genetik dalam sel. Namun, ketika protein ini rusak, penghalang dihancurkan. Bahkan, ia mulai mendorong kanker dan membantunya menyebar lebih jauh.
Untuk penelitian ini, para peneliti memperkenalkan protein p53 bermutasi dalam usus. Usus kecil bereaksi dengan mengubah p53 bermutasi, menjadi p53 normal, membantu menekan pertumbuhan kanker. Namun, di usus besar, di mana populasi bakteri usus tinggi, protein p53 bermutasi tetap setia pada sifat-sifatnya, mendorong penyebaran kanker.
"Kami terpesona oleh apa yang kami lihat. Bakteri usus memiliki efek Jekyll dan Hyde pada protein p53 bermutasi. Di usus kecil, mereka benar-benar beralih arah dan menyerang sel-sel kanker, sedangkan di usus besar mereka mempromosikan pertumbuhan kanker," jelasnya.
Meskipun ini hanya satu studi, tetapi bukti yang ditunjukkannya meyakinkan. Namun, itu tidak berarti bahwa antioksidan hanya dapat menyebabkan kerusakan, dan cara kita makan benar-benar salah. Temuan ini lebih penting bagi orang yang memiliki riwayat keluarga kanker kolorektal, karena mereka berisiko tinggi. Berkonsultasi dengan dokter sebelum memasukkan diet apa pun ke dalam rutinitas adalah penting dan harus diberi prioritas. Makan makanan yang seimbang, dan mengikuti gaya hidup sehat adalah kunci pencegahan penyakit.
Untuk penelitian ini, para peneliti memperkenalkan protein p53 bermutasi dalam usus. Usus kecil bereaksi dengan mengubah p53 bermutasi, menjadi p53 normal, membantu menekan pertumbuhan kanker. Namun, di usus besar, di mana populasi bakteri usus tinggi, protein p53 bermutasi tetap setia pada sifat-sifatnya, mendorong penyebaran kanker.
"Kami terpesona oleh apa yang kami lihat. Bakteri usus memiliki efek Jekyll dan Hyde pada protein p53 bermutasi. Di usus kecil, mereka benar-benar beralih arah dan menyerang sel-sel kanker, sedangkan di usus besar mereka mempromosikan pertumbuhan kanker," jelasnya.
Meskipun ini hanya satu studi, tetapi bukti yang ditunjukkannya meyakinkan. Namun, itu tidak berarti bahwa antioksidan hanya dapat menyebabkan kerusakan, dan cara kita makan benar-benar salah. Temuan ini lebih penting bagi orang yang memiliki riwayat keluarga kanker kolorektal, karena mereka berisiko tinggi. Berkonsultasi dengan dokter sebelum memasukkan diet apa pun ke dalam rutinitas adalah penting dan harus diberi prioritas. Makan makanan yang seimbang, dan mengikuti gaya hidup sehat adalah kunci pencegahan penyakit.
(tdy)
Lihat Juga :